Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Ekonomi

Buku “Koperasi Merah Putih” Tawarkan Model Keuangan Syariah untuk Kemandirian Ekonomi Desa

×

Buku “Koperasi Merah Putih” Tawarkan Model Keuangan Syariah untuk Kemandirian Ekonomi Desa

Sebarkan artikel ini
FOTO: Penulis buku Koperasi Merah Putih: Model Keuangan Syariah untuk Kemandirian Ekonomi Desa, Dr. Naghfir.
FOTO: Penulis buku Koperasi Merah Putih: Model Keuangan Syariah untuk Kemandirian Ekonomi Desa, Dr. Naghfir.
Example 468x60

SUMENEP, (WARTA ZONE) – Upaya memperkuat kemandirian ekonomi desa terus mendapatkan perhatian dari berbagai kalangan. Salah satunya melalui peluncuran buku berjudul Koperasi Merah Putih: Model Keuangan Syariah untuk Kemandirian Ekonomi Desa yang ditulis oleh Dr. Naghfir.

Buku tersebut lahir sebagai respons atas kebijakan strategis pemerintah pusat dalam memperkuat ekonomi rakyat di tingkat desa, khususnya setelah terbitnya Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025 yang mendorong penguatan koperasi sebagai pilar ekonomi kerakyatan.

Example 300x600

Penulis buku, Dr. Naghfir yang juga pengurus Lembaga Bantuan Hukum PC GP Ansor serta pengurus Nahdlatul Ulama (NU) Sumenep, mengatakan bahwa koperasi berbasis nilai syariah memiliki potensi besar untuk menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi masyarakat desa.

“Program Koperasi Merah Putih yang digagas pemerintah menjadi momentum penting untuk melakukan reformasi sistem keuangan rakyat, khususnya di desa. Melalui buku ini kami ingin menawarkan model keuangan syariah yang lebih adil, transparan, dan berpihak pada masyarakat kecil,” ujar Naghfir, Minggu (8/3/2026).

Selain aktif di organisasi keagamaan dan advokasi, Naghfir juga menjabat sebagai Sekretaris Badan Wakaf Indonesia. Ia menilai konsep koperasi berbasis syariah mampu menjadi solusi alternatif dalam mengatasi berbagai persoalan ekonomi desa, mulai dari keterbatasan akses modal hingga praktik rentenir yang masih marak.

Menurutnya, buku tersebut tidak hanya memuat gagasan konseptual, tetapi juga menawarkan pendekatan praktis dalam membangun sistem koperasi desa yang berlandaskan prinsip syariah.

“Kami berharap buku ini bisa menjadi referensi bagi pemerintah desa, penggerak koperasi, maupun masyarakat yang ingin membangun kemandirian ekonomi berbasis nilai-nilai keadilan dan kebersamaan,” jelasnya.

Ia menambahkan, penguatan koperasi desa merupakan langkah strategis untuk memperkuat struktur ekonomi nasional dari akar rumput. Dengan tata kelola yang baik dan berbasis syariah, koperasi diharapkan mampu menjadi motor penggerak kesejahteraan masyarakat desa.

“Koperasi Merah Putih bukan sekadar program, tetapi gerakan ekonomi rakyat yang harus dibangun dengan prinsip amanah, transparan, dan berkelanjutan,” tegas Naghfir.

Melalui buku tersebut, Naghfir berharap konsep ekonomi kerakyatan berbasis koperasi dan prinsip syariah dapat semakin berkembang serta memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan ekonomi desa di Indonesia. (*)

Example 300250
Example 120x600
FOTO: Kemegahan panggung Madura Ethnic Carnival (MEC) 2026 di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Sabtu (19/9/2026) malam.
Budaya

Madura Ethnic Carnival (MEC) 2026 tak sekadar menghadirkan parade busana dan pertunjukan budaya. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Jawa Timur, menjadikan gelaran tersebut sebagai salah satu ruang untuk mempromosikan kekayaan budaya sekaligus mendorong perputaran ekonomi masyarakat. MEC 2026 digelar di kawasan Keraton Sumenep, Sabtu (19/9/2026) malam, dengan mengangkat tema Keraton Sumenep. Sejumlah unsur sejarah dan kebudayaan keraton ditampilkan melalui kostum, parade, hingga pertunjukan seni.

FOTO: Produk UMKM masyarakat Gili Genting, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, diperkenalkan di Yogyakarta, bertempat di Hotel Tentrem Yogyakarta pada 15-17 September 2026, bersamaan dengan pelaksanaan Lokakarya Media 2026. (Panji Agira/wartazone.com)
Bisnis

Produk UMKM masyarakat Gili Genting, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, mendapat ruang untuk diperkenalkan lebih luas dalam Lokakarya Media 2026 SKK Migas-KKKS Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara (Jabanusa). Produk UMKM binaan SKK Migas dan Medco Energi tersebut dipamerkan di Hotel Tentrem Yogyakarta pada 15-17 September 2026, bersamaan dengan pelaksanaan Lokakarya Media 2026.

FOTO: Hasil kerajinan dari Desa Pagerungan Besar, Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep, saat tampil dalam pameran produk UMKM pada Lokakarya Media SKK Migas Jabanusa 2026 di Yogyakarta, Kamis (17/9/2026). (Panji Agira/wartazone.com)
Ekonomi

Produk kerajinan dari Desa Pagerungan Besar, Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep, mendapat kesempatan tampil dalam pameran produk UMKM pada Lokakarya Media SKK Migas Jabanusa 2026 di Yogyakarta, Kamis (17/9/2026). Produk tersebut merupakan hasil karya UMKM Kerajinan Santigi, salah satu mitra binaan Kangean Energy Indonesia (KEI) yang selama ini mendapat pendampingan dalam pengembangan usaha, mulai dari peningkatan kapasitas produksi hingga pemasaran.

FOTO: BPRS Bhakti Sumekar terus mendorong pedagang, pelaku UMKM dan ekonomi kreatif, untuk aktif meningkatkan ekonomi dalam berbagai kegiatan di Kabupaten Sumenep. (Ist/wartazone.com)
Bisnis

Keramaian dalam berbagai kegiatan masyarakat di Kabupaten Sumenep tak hanya menghadirkan hiburan maupun ruang berkumpul. Di balik setiap kegiatan, terdapat aktivitas ekonomi yang melibatkan pedagang, pelaku UMKM, ekonomi kreatif, hingga masyarakat yang menggantungkan pendapatan dari momentum tersebut. Potensi inilah yang dinilai perlu terus dikembangkan agar kegiatan daerah memberikan dampak yang lebih luas bagi perekonomian masyarakat.

FOTO: PT BPRS Bhakti Sumekar (Perseroda) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, kembali meraih KEJAR Award 2026 dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Bisnis

Upaya mendorong kebiasaan menabung dan pemahaman pengelolaan keuangan sejak usia sekolah kembali mendapat apresiasi. PT BPRS Bhakti Sumekar (Perseroda) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, meraih KEJAR Award 2026 dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Penghargaan tersebut diberikan dalam rangkaian puncak peringatan Hari Indonesia Menabung dan Bulan Literasi Keuangan 2026 melalui ajang Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) Award 2026.