SUMENEP, (WARTA ZONE) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep memaparkan sejumlah capaian pembangunan daerah dalam momentum peringatan Hari Jadi ke-757 Kabupaten Sumenep.
Sejumlah indikator menunjukkan perkembangan positif, mulai dari peningkatan kualitas sumber daya manusia hingga pertumbuhan ekonomi dan penurunan angka kemiskinan.
Capaian tersebut disampaikan Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo dalam Rapat Paripurna Istimewa DPRD Sumenep di Graha Paripurna DPRD, Sabtu (31/10/2026). Dalam kesempatan itu, Bupati menyampaikan pidato menggunakan bahasa Madura sebagai bentuk penghormatan terhadap budaya lokal.
Dalam pidatonya, Bupati Fauzi menyampaikan ucapan selamat Hari Jadi ke-757 kepada masyarakat Sumenep, baik yang tinggal di wilayah daratan maupun kepulauan. Ia berharap pertambahan usia Kabupaten Sumenep diikuti peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Peringatan tahun ini mengusung tema “Songennep Jaja Rajja”, yang menekankan pentingnya persatuan, pelestarian budaya, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Tema tersebut juga menjadi pengingat bahwa pembangunan daerah perlu dilakukan secara bersama-sama, sejalan dengan visi dan misi Pemerintah Kabupaten Sumenep dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029.
IPM dan Ekonomi Mengalami Peningkatan
Salah satu capaian yang dipaparkan Bupati adalah peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Berdasarkan data yang disampaikan dalam rapat paripurna, IPM Sumenep naik dari 69,78 pada 2024 menjadi 70,54 pada 2025.
Pada periode yang sama, pertumbuhan ekonomi daerah meningkat dari 3,77 persen menjadi 4,85 persen. Kenaikan ini menunjukkan adanya perkembangan aktivitas ekonomi di Kabupaten Sumenep.
Sementara itu, persentase penduduk miskin turun dari 17,78 persen pada 2024 menjadi 17,02 persen pada 2025. Penurunan tersebut setara dengan berkurangnya sekitar 7.940 penduduk dalam kategori miskin.
Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) juga mengalami penurunan, dari 1,69 persen pada 2024 menjadi 1,64 persen pada 2025. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur yang dipaparkan dalam pidato tersebut, angka pengangguran terbuka Sumenep menjadi yang terendah ketiga di Jawa Timur.
Selain itu, pendapatan per kapita masyarakat meningkat dari Rp39,215 juta pada 2024 menjadi Rp42,09 juta pada 2025.
Berbagai indikator tersebut menjadi gambaran perkembangan pembangunan daerah. Namun, upaya menjaga pertumbuhan ekonomi, memperluas kesempatan kerja, serta meningkatkan pemerataan kesejahteraan tetap menjadi bagian penting dari agenda pembangunan berikutnya.
Raih Penghargaan dan Pertahankan Opini WTP
Dalam bidang tata kelola pemerintahan, Pemkab Sumenep mempertahankan nilai Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) 2025 pada kategori BB atau sangat baik, dengan nilai 72,33.
Nilai Indeks Reformasi Birokrasi (IRB) juga meningkat dari 78,76 pada 2024 menjadi 80,78 pada 2025, dengan predikat BB.
Di bidang pengelolaan keuangan, Pemkab Sumenep kembali memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI untuk kesembilan kalinya secara berturut-turut.
Sepanjang 2026, pemerintah daerah juga mencatat 16 penghargaan tingkat regional dan nasional. Salah satunya penghargaan dari Menteri Pariwisata RI melalui program Karisma Event Nusantara (KEN) 2026, yang menempatkan Kalender Event Wisata Sumenep sebagai salah satu dari 125 event terpilih.
Sumenep juga meraih Wilwatikta Awards 2026 dalam enam kategori, meliputi kedaulatan pangan, pembangunan manusia dan kesejahteraan sosial, pengembangan pariwisata, pengentasan kemiskinan, pertumbuhan ekonomi, serta kesetaraan gender.
Berbagai penghargaan tersebut menjadi capaian pemerintah daerah. Tantangan berikutnya adalah memastikan program pembangunan dan kebijakan yang dijalankan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, termasuk kelompok yang membutuhkan perhatian lebih.
Pada akhir pidatonya, Fauzi menyampaikan apresiasi kepada DPRD, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), jajaran pemerintah daerah, TNI-Polri, perguruan tinggi, pelaku usaha, insan pers, organisasi kemasyarakatan, serta masyarakat yang turut mendukung pembangunan Sumenep.
Ia mengajak seluruh elemen untuk terus memperkuat kerja sama dalam mewujudkan daerah yang unggul, mandiri, dan sejahtera.
“Selamat Hari Jadi ke-757 Kabupaten Sumenep 2026. Dengan semangat Bismillah Melayani, kita berjuang bersama menuju Sumenep Unggul, Mandiri dan Sejahtera,” pungkas Fauzi.
Peringatan Hari Jadi ke-757 diharapkan tidak hanya menjadi momentum mengenang perjalanan sejarah Sumenep, tetapi juga menjadi kesempatan untuk mengevaluasi hasil pembangunan dan memperkuat komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat di wilayah daratan maupun kepulauan. ***














