Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
Pemerintahan

Bupati Sumenep Pesan Santri Tak Cukup Kuasai Ilmu Agama, Harus Mandiri dan Berjiwa Wirausaha

×

Bupati Sumenep Pesan Santri Tak Cukup Kuasai Ilmu Agama, Harus Mandiri dan Berjiwa Wirausaha

Sebarkan artikel ini
FOTO: Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, saat menjadi pembina apel peringatan Hari Santri Nasional 2026 di halaman Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Kamis (22/10/2026).
FOTO: Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, saat menjadi pembina apel peringatan Hari Santri Nasional 2026 di halaman Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Kamis (22/10/2026).

SUMENEP, (WARTA ZONE) – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, berpesan agar para santri tidak hanya mendalami ilmu agama, tetapi juga menguasai pengetahuan umum, menjaga akhlak, serta memiliki kemampuan untuk mandiri secara ekonomi.

Pesan itu disampaikan Fauzi saat menjadi pembina apel peringatan Hari Santri Nasional 2026 di halaman Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Kamis (22/10/2026).

Menurut Fauzi, santri memiliki peluang besar untuk ikut menentukan masa depan bangsa. Untuk itu, mereka perlu terus belajar dan membekali diri dengan berbagai pengetahuan agar mampu menghadapi tantangan zaman.

Orang nomor satu di lingkungan Pemkab Sumenep ini menekankan, pendidikan agama harus menjadi dasar dalam menjalani kehidupan. Sementara itu, ilmu pengetahuan lainnya perlu terus dikembangkan untuk memperluas kemampuan dan membuka peluang masa depan.

“Santri harus terus belajar dan menambah pengetahuan. Pegang teguh ilmu agama, tetapi jangan berhenti mempelajari hal-hal baru yang bisa mengembangkan kemampuan diri,” pesan Bupati Fauzi.

Selain ilmu, Bupati Fauzi mengingatkan bahwa akhlak tetap menjadi bagian penting dari kehidupan seorang santri. Sikap hormat kepada orang tua, kepedulian terhadap sesama, serta kemauan membantu masyarakat perlu terus dijaga, baik ketika berada di lingkungan pesantren maupun di tengah kehidupan sosial.

“Jaga perilaku, hormati orang tua, dan sayangi sesama. Ilmu yang dimiliki harus bisa membawa manfaat bagi orang lain,” ujar pria yang juga menjabat Ketua DPC PDI Perjuangan Sumenep tersebut.

Tak hanya soal pendidikan dan akhlak, Gus Fauzi juga mendorong santri agar berani terjun ke dunia usaha. Menurutnya, santri perlu mengembangkan kreativitas dan kemampuan melihat peluang sehingga tidak hanya mengandalkan kesempatan kerja, tetapi juga mampu menciptakan usaha sendiri.

Ia berharap semangat kewirausahaan dapat menjadi salah satu jalan bagi santri untuk meningkatkan kesejahteraan sekaligus ikut menggerakkan perekonomian masyarakat.

Untuk mewujudkan hal itu, Bupati Fauzi mengajak lembaga pendidikan, organisasi kemasyarakatan, pelaku usaha, dan berbagai pihak lainnya memperkuat kerja sama. Kolaborasi tersebut dinilai penting agar santri memiliki lebih banyak kesempatan untuk mengembangkan keterampilan, berinovasi, dan membangun usaha.

Peringatan Hari Santri Nasional 2026 mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”. Apel diikuti para santri, mahasiswa, organisasi kemasyarakatan, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), organisasi perangkat daerah (OPD), serta sejumlah elemen masyarakat.

Kegiatan tersebut juga diisi dengan menyanyikan Mars Syubbanul Wathon dan Mars Hari Santri sebagai bagian dari peringatan yang menegaskan peran santri dalam kehidupan beragama, berbangsa, dan membangun daerah.

Melalui peringatan Hari Santri tahun ini, Bupati Fauzi berharap para santri Sumenep tumbuh menjadi generasi yang berilmu, berakhlak, kreatif, dan mandiri. Dengan bekal tersebut, santri diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan daerah maupun bangsa. ***