Begini Aktivitas Bupati Jember di Hari Pertama Puasa Ramadan

0 Komentar
Reporter : Nur Imatus Safitri
Begini Aktivitas Bupati Jember di Hari Pertama Puasa Ramadan

Foto: Bupati Jember Hendy Siswanto saat meninjau ke lokasi jalanan rusak di Jalan M. Yamin, Kelurahan Tegal Besar, Kecamatan Kaliwates.

JEMBER, (WARTA ZONE) – Hari pertama bulan puasa, Bupati Jember Hendy Siswanto, meninjau ruas jalan rusak dan berlubang. Tepatnya di wilayah Jalan M. Yamin, Kelurahan Tegal Besar, Kecamatan Kaliwates. Minggu, 3 April 2022.

Dari pantauan di lapangan, Bupati Hendy mendapati ruas jalan rusak sepanjang kurang lebih 5 KM.

“Jalan M. Yamin ini adalah salah satu wilayah yang jalannya rusak parah. Apalagi juga persoalan angkutan (truk bertonase besar) yang sering melintas,” ucap Hendy saat dikonfirmasi sejumlah wartawan disela kegiatan meninjau jalan rusak.

Padahal, lanjut Hendy, sudah ada rambu peringatan bahwa kendaraan truk yang bertonase besar tidak boleh melintas di ruas jalan tersebut.

“Untuk kendaraan yang melintasi jalanan itu, tidak boleh overload (kelebihan muatan,red) lewat sini. Karena kan ini jalan tipe aspalnya kelas tiga,” ujarnya.

Menurut Bupati, terdapat 5 titik gudang yang diketahui dilintasi angkutan truk berukuran besar.

Baca Juga:  Bupati Hendy Kenalkan Jember kepada Para Peserta KKN Unair

“Sehingga ini tadi kita beri peringatan agar kalau ngirim barang diimbal (diangkut) pakai kendaraan kecil. Seperti di Rambipuji dan JSG, yang kita tinjau persoalannya sama,” ungkapnya.

Selain itu, Bupati juga meninjau persoalan saluran air di wilayah tersebut, karena mengakibatkan kerusakan jalan.

“Nah persoalannya untuk sekitar perumahan Bumi Tegal Besar, Queen Garden, dan perumahan di sekitar M. Yamin. Ada saluran air yang tidak sesuai. Harusnya ada tangkapan dulu. Dengan banyaknya perumahan di sini. Tidak kuat (saluran air yang ada) menampung debit air,” paparnya.

Sehingga, harus ada perhatian untuk persoalan saluran air tersebut. “Sedangkan perumahan yang ada di sini sepanjang M. Yamin untuk membuat tangkapan air, tidak dijadikan satu begini. Dengan saluran di jalan raya. Sehingga ini tidak muat, dan harus diperbesar lagi saluran airnya. Biayanya juga besar,” ujarnya.

Lebih lanjut Bupati mengatakan, adanya jalan rusak di wilayah M. Yamin itu. Memang sudah menjadi perhatiannya, menjadi bagian dari proyek multiyears.

Baca Juga:  Gelar Upacara Hari Pahlawan, Bupati Jember Sampaikan Amanat Mensos

“Di sini sudah jalan sejak 1 Januari kemarin kok. Ini kita perhatikan terus. Termasuk untuk gudang-gudang ini nanti kita carikan win-win solution yang baik,” imbuhnya.

Bupati menambahkan, dalam waktu dekat, pihaknya akan melakukan audiensi dengan pengelola perumahan.

“Nantinya supaya memiliki cara dan upaya melakukan perbaikan. Sehingga bisa menyelesaikan persoalan saluran air ini,” ungkapnya.

“Perumahan juga harus punya biaya untuk menyalurkan air ke sungai. Bukan ke saluran depannya itu yang paling penting. Kalau asal-asalan bebannya ke sini (menyebabkan banjir dan merusak aspal jalan). Jadi intinya harus buat saluran air kecil yang sesuai,” ujarnya.

Terpisah, salah seorang warga sekitar Jalan M. Yamin Imam Bukhari menyampaikan, untuk kondisi jalan rusak, sudah berlangsung sejak bertahun-tahun.

“Parahnya jalan rusak ini kayak naik perahu dengan terombang-ambing ombak. Banyak korban akibat jalanan rusak ini,” kata Imam.

Baca Juga:  PPKM Darurat Level 4, Bupati Hendy Ajak Masyarakat Jember Tetap Patuhi Protokol Kesehatan

“Saya berharap bisa diperbaiki jalanan rusak dan berlubang ini,” sambungnya.

Diakui Imam, terkait angkutan truk bertonase besar juga kerap melintas menjadi salah satu penyebab ruasknya ruas jalan tersebut.

“Karena banyak gudang dan perkantoran yang memakai truk-truk kontainer, juga ada truk boks besar. Padahal jalanan sini hanya kelas 3. Jadi meskipun sudah diperbaiki, rusak lagi kena truk-truk besar itu. Mestinya tidak boleh lewat (melintas) di sini,” ungkapnya.

Namun demikian, pihaknya juga berterima kasih dengan adanya peninjauan dari Bupati Jember.

“Katanya pak bupati akan mempertimbangkan waktu melintas truk-truk besar melewati jalan ini. Karena kalau diputus tidak boleh lewat (truk-truk besar itu), juga nanti kasihan. Dimungkinkan ada kendaraan kecil sebagai akses lewat jalan di M. Yamin ini menuju gudang atau kantor,” pungkasnya. (*)

Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment