Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Pemerintahan

Serahkan BLT DBHCHT untuk Petani dan Buruh Pabrik Rokok, Bupati Sumenep: Semoga Dapat Meringankan Kebutuhan

×

Serahkan BLT DBHCHT untuk Petani dan Buruh Pabrik Rokok, Bupati Sumenep: Semoga Dapat Meringankan Kebutuhan

Sebarkan artikel ini
Foto: Bupati Sumenep, Achmad Fauzi, saat menyerahkan BLT-DBHCHT secara simbolis, kepada buruh tani tembakau dan buruh pabrik rokok, di balai Desa Banaresep, Kecamatan Lenteng.
Foto: Bupati Sumenep, Achmad Fauzi, saat menyerahkan BLT-DBHCHT secara simbolis, kepada buruh tani tembakau dan buruh pabrik rokok, di balai Desa Banaresep, Kecamatan Lenteng.
Example 468x60

SUMENEP, (WARTA ZONE) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Madura, Jawa Timur, menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada buruh tani tembakau dan buruh pabrik rokok dari anggaran Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun anggaran 2021. Senin (6/12/2021).

Dalam sambutannya, Bupati Sumenep, Achmad Fauzi berharap, bantuan yang diberikan dapat mengurangi beban kebutuhan hidup masyarakat, khasusnya pada situasi pandemi Covid-19.

Example 300x600

“Lewat bantuan ini, kami berharap dapat meringankan beban kebutuhan masyarakat sehari-hari, khususnya para buruh tani tembakau dan buruh pabrik rokok di Sumenep,” terang Bupati Sumenep, di Balai Desa Banaresep Timur, Kecamatan Lenteng, Sumenep.

Orang nomor satu di lingkungan Pemkab Sumenep ini menjabarkan, produk komoditas hasil pertanian yang menjadi unggulan di Sumenep diantaranya adalah tembakau, cabai jamu, kelor, kelapa, bawang merah dan cabai rawit.

Namun, dari semua produk unggulan pertanian tersebut, tembakau merupakan produk pertanian andalan. Hal itu dibuktikan dengan luas tanam tembakau di Kota Keris yang hampir mencapai 10 ribu hektar.

“Berdasarkan data tahun 2021 ini, luas tanah yang menanam tembakau mencapai 9.811 hektar, luas lahan ini mengalami peningkatan walaupun di situasi pandemi Covid yang mencapai sekitar 1.162 hektar,” urainya.

Politisi muda PDI Perjuangan ini menambahkan, program kegiatan yang sudah dilaksanakan pemerintah dalam upaya meningkatkan pemberdayaan para petani tembakau melalui dinas terkait diantaranya berupa pelatikan.

“Hal itu dalam rangka menaikan kualitas bahan baku, termasuk penanganan panen dan pascapanen, serta dukungan sarana prasarana usaha tani,” jelasnya.

Untuk diketahui, penyaluran dana BLT DBHCHT yang bekerjasama dengan Bank BPRS Bhakti Sumekar, berjumlah 1.446 untuk buruh pabrik rokok, sementara untuk buruh tani tembakau mencapai 7.387 penerima.

Total penyaluran dana yang bersumber dari cukai tembakau tersebut 8.833 orang. Mencakup 15 kecamatan daratan yang tersebar di 111 desa.

“Simbolisnya kita laksanakan di balai desa Banaresep, Kecamatan Lenteng ini,” tandas suami Nia Kurnia. (*)

Example 300250
Example 120x600
FOTO: Kemegahan panggung Madura Ethnic Carnival (MEC) 2026 di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Sabtu (19/9/2026) malam.
Budaya

Madura Ethnic Carnival (MEC) 2026 tak sekadar menghadirkan parade busana dan pertunjukan budaya. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Jawa Timur, menjadikan gelaran tersebut sebagai salah satu ruang untuk mempromosikan kekayaan budaya sekaligus mendorong perputaran ekonomi masyarakat. MEC 2026 digelar di kawasan Keraton Sumenep, Sabtu (19/9/2026) malam, dengan mengangkat tema Keraton Sumenep. Sejumlah unsur sejarah dan kebudayaan keraton ditampilkan melalui kostum, parade, hingga pertunjukan seni.