Ditanya Perjalanan Karir di Parlemen, Politisi Senior PKB Sumenep Ini Tiba-Tiba Menangis

0 Komentar
Reporter : Panji Agira

Foto: Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Sumenep, Madura, K. Sami'oedin. (Panji Agira/wartazone.com)

SUMENEP, (WARTA ZONE) – Politisi senior Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sumenep, K. Sami’oedin mempunyai kisah yang tak biasa dalam perjalanan karirnya di kursi parlemen.

K. Sami’ sapan akrabnya berkisah, dua periode perjalanan dirinya di kursi parlemen mulai dari sistem pemilihan tertutup hingga terbuka atau langsung telah ia rasakan.

Politisi senior partai besutan KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) itu mengaku mendapatkan amanah dari tokoh NU Gapura dan kiai sepuh KH. As’ari, yang memerintahkan dirinya untuk berjuang di jalur politik.

Usia yang tidak lagi muda, disadari betul K. Sami’, namun karena mandat partai sebagai petahana dan dawuh tokoh NU setempat, menjadi tanggungjawab yang harus dipikulnya, utamanya untuk mengabdikan sisa hidupnya kepada masyarakat lewat jalan politik di DPRD Sumenep.

“3 hari sebelum beliau (kiai sepuh NU Gapura KH. As’ari) meninggal dunia, saya dipanggil harus maju lagi ke DPRD, beliau yang mengarahkan dan menuntun saya. Karena sudah tugas dari tokoh NU, saya harus siap, usia boleh tua, tapi semangat harus turus muda,” tuturnya sambil meneteskan air mata, dilansir dari program PWI Talk di channel YouTube PWI Sumenep. Selasa (9 Januari 2023).

Baca Juga:  DPRD Sumenep Akan Pangkas Anggaran Wirausaha Santri, Ini Alasannya

Politisi yang sudah kenyang asam garam kehidupan, berkomitmen berbeda dari 50 anggota DPRD Sumenep lainnya. Soal kinerja masyarakat sudah bisa menilai, termasuk soal kesederhanaan dalam keseharian.

“Semua orang bisa menilai, saya kemana-mana pakai motor, ya karena jadi anggota DPRD tidak untuk memperkaya diri, apalagi saya memang tidak punya uang,” sebutnya.

Ada tiga wasiat gurunya yang menjadi pegangan selama 45 tahun meniti karir, pertama harus saling membantu jika ingin dibantu orang, kedua mudahkan urusan orang jika ingin urusannya ingin dimudahkan, pesan terakhir yang dinilai berat adalah tidak mudah membuka aib orang lain, jika aib sendiri tidak ingin dibuka oleh orang.

Wasiat itulah yang selama ini menjadi pegangan dirinya, dengan jalan mempermudah urusan orang, sering membantu sesama dan tidak pernah membuka aib orang lain, pihaknya optimis akan dimudahkan jalannya di perlemen untuk periode ketiganya.

Baca Juga:  Tak Berkontribusi Sumbang PAD, Komisi II DPRD Sumenep Soroti Maraknya Toko Modern

“Insya Allah saya yakin pasti dibantu oleh masyarakat, saya tidak ambisius, tapi optimis saya dibantu,” sambungnya.

Pokir Diberikan Cuma-Cuma 0 Persen

Dalam wawancara khusus yang dipandu Wildan dalam program PWI Talk, K. Sami’ juga buka-bukaan mengenai program pokok pikiran (pokir) yang melekat pada dirinya dan anggota DPRD lainnya, sekitar Rp 1.5 miliar setiap tahunnya.

Politisi yang kini mencalonkan kembali di daerah pemilihan (dapil) VI meliputi Kecamatan Dungkek, Gapura dan Barang-Batang ini mengaku tidak pernah memperjual belikan pokir.

“Program saya tidak pernah diperjual belikan, saya kasih 0 persen, silakan bisa dicek,” tuturnya.

Ia bahkan tidak menginginkan masyarakat memilihnya karena uang, tapi karena berdasarkan suka dan senang terhadap program nyata yang selama ini diberikan kepada masyarakat.

“Itu strategi saya, bisa kalian cek di sekretariat DPRD, ke Kepala Desa atau masyarakat langsung, saya kasih cuma-cuma pokir saya,” imbuhnya.

Untuk itu, pihaknya mendorong generasi muda untuk tidak apatis terhadap politik, termasuk tidak mengukur tingkat keterpilihan menjadi anggota DPRD karena modal uang, tapi bermodal mental, gagasan dan pelayanan.

Baca Juga:  DPRD Sumenep Gelar Paripurna Nota Penjelasan LKPJ Bupati Tahun 2023

“Masyarakat itu butuh pelayanan, tidak semata uang jadi ukuran,” tegasnya.

Bahkan pihaknya optimis PKB di dapil VI memperoleh 2 kursi, target itu semata untuk semakin memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat.

Ditanya program apa saja yang telah diberikan kepada konstituen selama menjabat di kursi parlemen, K. Sami’ merinci telah memberikan bantuan fisik pembangunan lembaga pendidikan, tempat ibadah, termasuk menggelontorkan program beasiswa penuh untuk 200 mahasiswa lebih selama dirinya menjabat di periode kedua. Termasuk bantuan untuk 40 kelompok tani dengan anggaran Rp 10 juta setiap kelompok.

“Karena saya melayani, insya Allah lah saya dibantu dan dilayani masyarakat untuk terpilih kembali,” kata dia penuh optimis.

Di tahun politik ini, K. Sami’ juga mengajak semua pihak menjaga kondusifitas Sumenep, berjuang bersama untuk kemajuan bersama.

“Ayo warnai pemilu dengan penuh suka cita, bersaing secara sehat, kekuasaan penuh di tangan rakyat. Salah memilih, 5 tahun nasib rakyat dipertaruhkan,” tandasnya. ***

Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment