Jelang Buka Puasa, Ratusan Emak-Emak Dapat Bekal Pelatihan Enterpreneur

0 Komentar
Reporter : Nur Imatus Safitri
Caption: Wanita Preneuer Dian Indriasari Indra foto bersama usai memberikan pelatihan kepada ratusan emak-emak di Jember.

Caption: Wanita Preneuer Dian Indriasari Indra foto bersama usai memberikan pelatihan kepada ratusan emak-emak di Jember.

JEMBER, (WARTA ZONE) – Jelang waktu berbuka puasa di Desa Sumberpinang, Kecamatan Pakusari, Jember, sebanyak 150 emak-emak di desa setempat dikumpulkan dalam sebuah musala.

Mereka yang kebanyakan sosok janda dan ibu rumah tangga, mendapat bekal pelatihan enterpreneur.

Adanya kegiatan ini, diinisiasi oleh seorang perempuan enterpreneur bernama Dian Indriasari Indra. Katanya, bertujuan untuk memberikan bekal kepada para emak-emak itu agar bisa membantu menopang ekonomi keluarga.

Menurut perempuan yang akrab disapa Dian ini, dengan adanya bekal enterpreneur. Saat masa pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid ini. Diharapkan sosok seorang ibu, juga bisa membantu ekonomi keluarga.

“Kebetulan saya yang punya latar belakang asli Jember dan sekarang tinggal di Jakarta. Sosok seorang perempuan itu tidak lagi identik dengan hanya di belakang rumah (dapur). Tapi harus bisa menjadi penopang ekonomi keluarga. Terlebih lagi jika kondisinya adalah seorang janda,” kata Dian saat dikonfirmasi disela kegiatan pelatihan, Sabtu (8/4/2023).

Baca Juga:  Resmikan Pelatihan FKP Regsosek BPS, Bupati Hendy Harap Data Kemiskinan di Jember Dimaksimalkan

Saat kondisi ekonomi di seluruh dunia bahkan di Indonesia terpuruk, kata perempuan yang akrab dijuluki wanita preneur ini, diyakini olehnya. Kebangkitan ekonomi didukung oleh keuletan perempuan dengan upayanya di bidang UMKM.

“Maka dari itu, pemerintah pusat sangat mendukung pemberdayaan perempuan di bidang ekonomi. Dengan UMKMnya. Sehingga di Jember sebagai salah satu wilayah yang juga terdampak ekonomi akibat pandemi, juga perlu bangkit untuk mendukung perputaran ekonomi,” katanya.

Sosok perempuan di era saat ini, kata Dian, tidak serta merta hanya bisa berpangku tangan.

“Sehingga dirasa perlu, adanya pelatihan dan penguatan ekonomi di bidang enterpreneur itu. Menurut saya mudah kok, selama ada kemauan. Di situ pasti ada jalan,” katanya.

Dari hasil diskusi dan pelatihan enterprenuer ini, lanjutnya, sebagai perempuan yang juga Fungsionaris DPP Partai Golkar ini. Nantinya akan melakukan pembahasan di wilayah partainya.

“Saya juga ada undangan Konsolidasi Partai Golkar dan Peringatan Nuzulul Qur’an di Kantor DPD GOLKAR Jember, jadi hasil saya turun ke desa ini akan saya buat bahan diskusi di acara internal golkar. Kondisi riil yang saya temui ini, nanti akan memberi gambaran tentang kondisi masyarakat dan sekaligus saya memberi motivasi ke Fungsionaris Golkar se Jember nantinya,” ujar Dian menambahkan.

Baca Juga:  Yuk intip Resep Es Cendol Elizabeth yang Cocok Dicoba untuk Buka Puasa
Foto: Wanita Preneuer Dian Indriasari Indra saat memberikan pelatihan kepada ratusan emak-emak.

Dikonfirmasi terpisah, salah satu peserta pelatihan enterpreneur Susanti mengaku bersyukur dengan kegiatan pelatihan enterpreneur yang diikuti olehnya.

“Maaf ya mas, saya yang bisa dibilang seorang janda. Mungkin kesulitan untuk mengasah potensi saya. Apalagi kami di desa yang perlu adanya perhatian soal enterpreneur ini. Tapi dengan adanya pelatihan ini, jadi motivasi sendiri. Agar kami para perempuan ini bisa berkembang,” kata perempuan yang yang juga akrab disapa Santi ini.

Sebagai sosok janda apalagi umur yang masih relatif muda, katanya, diakui olehnya agak sulit untuk mengembangkan potensi.

Baca Juga:  Resep Cumi Kecap Pedas, Menu yang Cocok Buat Buka Puasa

“Tapi saya diberi saran dan masukan untuk bisa berkembang sama Mbak Dian. Jadi saya tidak lagi minder saat harus mengembangkan potensi enterprenuer apalagi di bidang UMKM. Saya punya usaha membuat kue kecil-kecilan. Nanti katanya dibantu untuk berkembang, moga bisa bermanfaat buat saya dan anak-anak. Sepeninggal suami, saya akan berjuang lebih baik,” tuturnya.

Pantauan di kegiatan pelatihan enterpreneur itu. Karena masih dalam situasi Ramadan, ada pembagian 600 paket sarung dan mukenah bagi para peserta pelatihan.

Juga ada kegiatan buka bersama dan tausiyah Islam saat menunggu azan Magrib. Sebagai bagian dari merayakan Nuzulul Quran 17 Ramadan 1444 Hijriah. (*)

Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment