Balita di Jember Idap Radang Ginjal, Cerita Sang Ibunya: Dia Kuat Tidak Pernah Rewel

0 Komentar
Reporter : Nur Imatus Safitri

Foto: Carissa Putri Dwinurianty pengidap penyakit radang ginjal asal Jember saat digendong ibunya.

JEMBER, (WARTA ZONE) – Balita umur 3 tahun bernama Carissa Putri Dwinurianty, didiagnosa mengidap penyakit Radang Ginjal. Perawatan sudah dijalani pasutri Rian Septian (35) dan Nurina Romalia (31) itu, sejak bulan Februari 2023 lalu.

Saat berkunjung ke rumahnya di Perumahan Puri Bunga Nirwana 2 Cluster Jimbaran A3, Kecamatan Sumbersari, Jember. Balita yang akrab disapa Carissa itu tampak sehat dan gemuk.

Namun gemuk itu bukan hal yang wajar, karena menurut ibunya Nurina. Gemuk itu adalah pembengkakan pada sekujur tubuh, karena cairan berlebih.

Akibat ginjal balita malang itu tidak mampu menyerap protein secara baik.

“Sedih, bingung jadi satu. Bagaimana biar cepet sembuh. Masalahnya kan di keuangan juga. Selain itu, saya berharap penyakit Carissa ini cepat diangkat,” kata Nurina saat dikonfirmasi dengan menggendong anaknya, Jumat (16/6/2023) sore

Dari perawatan yang dilakukan, lanjut Nurina, diakui memberikan hasil yang baik. Namun kondisi fisik itu masih terus dipantau, dan belum nampak hasil optimal dari kesembuhan.

Baca Juga:  Majukan Desa Klungkung, Pemkab Jember Kolaborasi dengan TNI Melalui TMMD

“Apalagi setelah dokter bilang setelah Agustus mau dirujuk ke RS dr. Soetomo Surabaya, saya semakin ngedrop dan semakin kepikiran. Takut gimana kalau anak saya terus seperti ini,” ujarnya dengan meneteskan air mata.

Selama sakit, diakui oleh Nurina balitanya itu tidak pernah rewel atau mengeluh.

“Alhamdulillah dari awal tidak rewel. Cuma sering bilang sakit perut. Saya tidak tahu sakit perutnya yang gimana. Padahal sudah dikasih minyak telon, atau apa, tapi kok tetap mengeluh sakit perut. Coba saya suruh pipis, pup, tapi kadang masih sering ngomong sakit perut. Saya juga bingung,” ujarnya dengan suara lirih.

“Kalau malam (saat tidur), Alhamdulillah tidak menyiksa meskipun dia sakit. Harapan saya semoga anak saya cepet sembuh,” tuturnya.

Sementara menurut ayahnya Rian Septian (35), dengan kondisi sakit yang dialami putri keduanya itu. Persoalan biaya menjadi suatu hal yang terus diperjuangkan olehnya.

Hanya dengan mengandalkan profesinya sebagai tukang ojek online (ojol), berangkat dari pukul 7 pagi dan pulang hingga pukul 9 malam. Dengan penghasilan kurang dari Rp 50 ribu per hari.

Baca Juga:  HokBen Resmi Buka Gerai ke-338 di Jember, Inilah Menu yang Banyak Digemari Pelanggan

Dirasakan menjadi sebuah beban berat, tapi harus ditanggung dan diperjuangkan untuk bisa menyembuhkan anaknya.

“Saya dulunya sales handphone, tapi ya karena saat itu diharuskan berhenti (dampak Pandemi Covid-19). Pekerjaan sebagai ojol ini, satu-satunya yang dijalani,” ujar Rian.

Dari perjuangan untuk kesembuhan balita malang itu, Rian pun sampai harus menggadaikan kendaraan motor satu-satunya untuk biaya pengobatan.

Akibat dari menggadaikan motor itupun, dengan terpaksa Rian sampai harus tetap ngojek dengan bersepeda.

“Itu saat saya di Surabaya, karena harus dapat uang untuk biaya hidup di Surabaya dan pengobatan yang tidak terkover BPJS. Kemudian saat di Jember, ketika motor masih digadai. Ya bersepeda itu, mengantar pesanan go food (makanan) dan antar paket saja. Untuk order penumpang saya tolak,” ulasnya.

Baca Juga:  Target Angka Stunting di Kabupaten Jember 2024 Menurun 14 Persen

“Tapi Alhamdulillah beberapa hari yang lalu, ada orang yang bantu. Motor yang saya gadaikan sudah terbayar, sekarang bisa ngojek lagi,” sambungnya.

Akan tetapi pengobatan untuk anaknya belum selesai. Rian dan istrinya harus berjuang untuk kesembuhan Balita Carissa.

“Alhamdulillah tadi hasil lab keluar sudah turun apanya itu (istilah kedokter). Soal ketidakmampuan menyerap protein, dari +4 sekarang +2. Tapi itu belum normal,” katanya.

“Jika nanti sampai Agustus belum ada hasil ya harus opname (rawat inap) di RSUD dr. Soetomo Surabaya. Keluar biaya lagi. Semestinya hari ini saya ke Surabaya untuk kontrol, tapi karena tidak ada biaya ya gimana. Rumah juga masih nyicil, kemarin sudah pengajuan penundaan 3 tahun. Semestinya sudah 8 tahun cicilan, jadi hanya 5 tahun. Dulu sebelum sakit ini, anak saya operasi usus yang melilit. Sekarang Radang Ginjal. Semoga cobaan ini segera berakhir,” ujarnya dengan raut wajah sedih. (*)

Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment