Hilang saat Mancing, Bocah Asal Jember Ditemukan Meninggal di Pinggir Sungai

0 Komentar
Reporter : Nur Imatus Safitri
Foto: Setelah 3 hari pencarian bocah kelas 1 SD yang hilang, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal di pinggir aliran sungai Bondoyudo, Selasa (18/5/2021).

Foto: Setelah 3 hari pencarian bocah kelas 1 SD yang hilang, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal di pinggir aliran sungai Bondoyudo, Selasa (18/5/2021).

JEMBER, (WARTA ZONE) – Bocah berinisial AR (8) warga Desa Keting, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jember, dikabarkan hilang menjelang Magrib, Minggu (16/5/2021) petang. Bocah malang tersebut ditemukan tiga hari kemudian dalam kondisi meninggal di pinggir aliran Sungai Bondoyudo. Selasa (18/5/2021), sekitar pukul 10.15 WIB.

Saat ditemukan, kondisi jenazah bocah kelas 1 SD itu menggunakan celana pendek dan tertelungkup.

“Setelah pencarian selama kurang lebih 3 hari, alhamdulillah jenazah korban dapat kami temukan disekitar sungai. Pihak keluarga juga masih dapat mengenali ciri-ciri korban. Dan dipastikan adalah anak yang hilang itu,” ucap Koordinator Pencarian Pos Basarnas Jember, Rudi Prahara saat dikonfirmasi di lokasi kejadian.

Baca Juga:  Hidupkan Nilai Islam, Bupati Jember Ajak Pejabat Pakai Sarung Tiap Jumat

Rumor yang berkembang dari warga setempat, bocah kelas 1 SD itu diculik mahluk halus. Namun demikian, bocah malang itu diduga meninggal karena mengalami kecelakaan tenggelam di sungai.

“Korban ditemukan sekitar 2 km (kilometer) dari TKM (Tempat Kejadian Musibah) sekitar sungai Bondoyudo sisi barat. Tepatnya di Dusun Kebonan Desa Yosowilangun Kidul, Kecamatan Yosowilangun, Kabupaten Lumajang,” ujarnya.

Penyebab korban meninggal dunia kemungkinan karena tenggelam. “Saat ditemukan relatif masih bisa dikenali, pakaian gak ada, cuma menggunakan celana pendek saja,” sambung Rudi.

Baca Juga:  Pohon Tumbang Timpa Mobil Panther di Jalur Gumitir, Pengemudi Meninggal di Tempat

Rudi menambahkan, Bocah malang itu dievakuasi tim Sar Gabungan ke Puskesmas Jombang menggunakan mobil ambulans. Untuk dilakukan identifikasi dan pemeriksaan fisik luar di puskesmas.

“Tidak ada visum/autopsi (lebih lanjut), sebatas identifikasi dan pihak keluarga mengakui itu korban yang hilang di sungai dan segera dimakamkan,” pungkasnya.

Terpisah, Kepala Desa Keting Hartono menambahkan, jenazah langsung diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

“Alhamdulillah sudah ketemu, dan korban langsung dimakamkan. Di pemakaman umum Dusun Krajan I, Desa Keting, Kecamatan Jombang,” ujarnya.

Baca Juga:  Rumah Bupati Jember Terendam Banjir, Ketinggian Air Capai 1,5 Meter

Atas peristiwa tersebut, pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk lebih waspada mengawasi anak-anaknya. Apalagi bermain di sungai, orang tua jangan sampai lengah.

“Tolong orang tua selalu mengawasi anak-anaknya saat bermain dan izin pergi kemana. Ini menjadi pembelajaran bagi kita semua,” ucapnya. (*)

Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment