Cara Polisi di Jember Antisipasi Maraknya Balap Liar

0 Komentar
Reporter : Nur Imatus Safitri
Foto: Polisi di Jember saat melakukan pengecekan kendaraan bermotor yang tidak standar dan mencegah terjadinya balap liar.

Foto: Polisi di Jember saat melakukan pengecekan kendaraan bermotor yang tidak standar dan mencegah terjadinya balap liar.

JEMBER, (WARTA ZONE) – Polsek Sumbersari, Jember, Jawa Timur, melakukan patroli rutin setiap Jumat malam guna mengantisipasi terjadinya balap liar.

Dalam giat tersebut, polisi mendatangi sebuah cafe di Jalan Letjen Sutoyo, Kelurahan Kranjingan, Kecamatan Sumbersari, dengan mengimbau untuk menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

Diketahui cafe masih beroperasi sekitar pukul 23.00 WIB. Saat diperiksa, cafe tersebut juga merupakan basecamp club motor Dexxa. Yang di dalam garasi itu kedapatan ada beberapa motor balap drag race.

“Pada saat pengecekan, kami cek surat-suratnya lengkap. Sementara motor itu hanya mangkrak (parkir) dan tidak digunakan. Kami imbau untuk tidak melakukan aksi balap liar,” ucap Kapolsek Sumbersari Kompol Faruk Mustafa Kamil, dikonfirmasi saat patroli, Sabtu (20/3/2021) dini hari.

Baca Juga:  Bupati Jember Tekankan Pentingnya PPKM Mikro dan Disiplin Prokes

Imbauan itu untuk menginformasikan kepada pemilik cafe dan anggota club motor agar mematuhi aturan dan mencegah adanya balap liar.

“Saat kami melanjutkan patroli di sekitar Kampus, tepatnya di depan double way Unej. Kami mendapati 5 motor yang tidak memiliki surat-surat lengkap, dan memakai knalpot brong. Langsung saja kami bawa bawa ke Mapolsek untuk diamankan. Nantinya jika akan diambil, syaratnya pemilik motor harus melengkapi surat-surat. Tak lupa harus dikembalikan ke standar dulu,” jelasnya.

Terpisah, Kapolsek Kaliwates Kompol Edi Sudarto yang juga melaksanakan giat patroli antisipasi balap liar mengungkapkan tidak mendapatkan motor yang melanggar aturan.

Baca Juga:  Polisi Akui Lalai Gegara Kejadian Dua Tahanan Kabur, Evaluasi Ruang Besuk 15 Polsek se Jember

Mantan Kasat Intel Polres Jember itu juga melakukan sosialisasi dan mengimbau dengan menerapkan protokol kesehatan. Sehingga untuk mengurangi penyebaran Covid-19.

“Dari pantauan yang kami lakukan, aksi balap liar ini banyak terjadi di Jalur Jalan Raya Gajah Mada yang dulunya digunakan arena balapan. Makanya kami lakukan pemantauan, namun sekarang sudah mulai jarang,” ungkapnya.

Saat ini, setiap Jumat malam, yang dilakukan kaum remaja lebih banyak kopi darat club-club motor.

“Kumpul-kumpul dan memarkir motornya di sepanjang jalan Jalan Gajah Mada hingga menuju Jalanan alun-alun (Jalan Sudarman),” sebutnya.

Baca Juga:  Gempa 4,0 Guncang Wilayah Laut Selatan Jember

Untuk balap liar, sudah mulai jarang dilakukan. Hanya kadang masih banyak memainkan gas motornya untuk menyapa club motor yang lain. Atau sekedar menunjukkan keunggulannya.

“Namun hal itu juga meresahkan dan mengganggu ketenangan masyarata. Untuk itu, kami himbau dahulu. Kemudian, jika masih tidak bisa dan tidak ada perubahan, kita akan mulai bertindak tegas dengan cara menyita motornya. Dan kami akan bawa ke Mapolsek atau ke Mapolres Jember,” pungkasnya. (*)

Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment