Gebyar Guru Paud Se-Giliraja, Wabup Sumenep: Satu Kecamatan Satu PAUD Holistik Integratif

0 Komentar
Reporter : Zainal Arifin
Foto: Pengurus Cabang Himpaudi Kecamatan Giligenting, saat menggelar Gebyar Guru Paud Se-Giliraja.

Foto: Pengurus Cabang Himpaudi Kecamatan Giligenting, saat menggelar Gebyar Guru Paud Se-Giliraja.

SUMENEP, (WARTA ZONE) – Pengurus Cabang Himpaudi Kecamatan Giligenting, menggelar Gebyar Guru Paud Se-Giliraja, bertempat di halaman Yayasan Pesantren Miftahul Arifin, Desa Banmaleng. Jumat (21/5/2021) pagi.

Ketua  PC Himpaudi Giligenting Atika Safitri menyampaikan, dilaksanakannya Gebyar Guru Paud Se-Giliraja untuk memperkuat kapasitas dan kemampuan pelaksanaan program HIMPAUDI yang bermutu.

“Rangkaian kegiatan sudah kami mulai sejak kemaren, dari lomba mendongeng, hingga hari ini lomba Rias Cantik dan Festival Tumpeng, yang sasaran pesertanya adalah bunda-bunda Paud yang ada di Pulau Giliraja,” tuturnya.

Baca Juga:  Pemkab Sumenep Salurkan Bantuan Sosial Untuk Lansia dan Disabilitas, Mencapai Rp 1 Juta Setiap Penerima

Pihaknya berharap kedepannya pendidikan anak usia dini khususnya di Giliraja bisa terjamin kesejahteraannya. “Kami sangat membutuhkan dukungan dari Pemerintah, baik berupa fasilitas maupun materi demi kemajuan pendidikan anak usia dini,”harap Atika Sapaan akrabnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Sumenep Nyai Hj. Dewi Khalifah menyampaikan, untuk mengembangkan pendidikan di kabupaten Sumenep harus dimulai dari pendidikan anak usia dini, karena Paud ini menjadi pondasi utama. “Maka penting support kita bersama untuk Paud ini, agar lebih maju dengan inovasi para guru-gurunya,” terangnya.

Kedepan, pihaknya berharap ada beberapa Paud percontohan per Kecamatan sehingga nanti bakal ada satu kecamatan satu paud Holistik Integratif.

Baca Juga:  Wabup Sumenep Jadi Inspektur Upacara HUT ke-77 Bhayangkara

“Tapi khusus kecamatan Giligenting saja, nanti saya usahakan supaya di kasih dua, di Pulau Giliraja satu dan di kecamatan Giligenting satu. Itu hadiah prioritas dari saya,” janjinya.

Lain dari itu, orang nomor dua di Sumenep ini juga mengingatkan para orang tua agar anak di masa belajar tidak diizinkan untuk memegang hand phone, karena hal tersebut akan sangat berdampak terhadap perkembangannya.

“Saya berharap Bapak-Ibu sekalian sebagai tenaga pendidik bisa menyampaikan kepada wali murid bagaimana siswa yang masih berada di pendidikan anak usia dini untuk tidak pegang Hp terlebih dahulu, supaya pendidikannya tidak terganggu,” pintanya.

Baca Juga:  Safari Ramadan Pemkab Sumenep, Jembatan Komunikasi Masyarakat dan Pemerintah Daerah

“Penting bagi kita bagaimana kita menanamkan pendidikan Akhlaq, yang kedua saya bersyukur bahwa lembaga Paud yang ada di Giliraja berada di bawah naungan pondok pesantren, sehingga ada dua hal nanti yang akan berjalan pendidikan umum dan pendidikan agama,” tandasnya. (*)

Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment