Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Bisnis

Bebek Songkem Kuliner Khas Sampang Madura, dari Industri Rumahan Disulap Menjadi Bisnis Waralaba

×

Bebek Songkem Kuliner Khas Sampang Madura, dari Industri Rumahan Disulap Menjadi Bisnis Waralaba

Sebarkan artikel ini
Bebek Songkem Kuliner Khas Sampang Madura, dari Industri Rumahan Disulap Menjadi Bisnis Waralaba
Foto: Stan kuliner khas Sampang Madura berupa Bebek Songkem berpartisipasi dalam Forum Kapasitas Nasional II 2022 di Jakarta.
Example 468x60

JAKARTA, (WARTA ZONE) – PT Medco E&P Indonesia (Medco E&P) kembali berpartisipasi dalam Forum Kapasitas Nasional II 2022 di Jakarta.

Kali ini, Medco E&P menampilkan ‘Bebek Songkem’, produk kuliner tradisional khas Sampang yang rendah lemak dari warga binaan Medco E&P yang kini telah berkembang menjadi bisnis waralaba.

Example 300x600

Bebek songkem adalah produk kuliner khas Sampang yang pembuatannya melibatkan 25 warga perempuan di Camplong, Kabupaten Sampang, Jawa Timur.

Forum ini merupakan pembuktian hasil kerja kerja sama masyarakat dengan para industri hulu migas dan khususnya Medco E&P untuk bersama sama mengembangkan ekonomi daerah.

Pada sela-sela kegiatan Forum Kapnas yang berlangsung pada 27-28 Juli, dilangsungkan penandatanganan Momerandum of Understanding (MoU) antara Salim, Pemilik Bebek Songkem dengan salah satu pembeli waralaba yaitu Direktur Utama salah satu perusahaan nasional yang ikut berpartisipasi dalam forum ini.

Penandatanganan ini dalam upaya Medco melakukan pembinaan UMKM menjadi mandiri salah satunya dengan pengembangan usaha bebek yang bermula dari industri rumahan menjadi bisnis waralaba.

Produksi Bebek Songkem bermula dari usaha Salim, warga Camplong, yang memiliki resep pengolahan bebek secara turun temurun.

Salim sebelumnya adalah pengayuh becak di desa. Bermodalkan resep warisan keluarga dan tekad kuat untuk mencukupi kebutuhan keluarga, Salim banting setir.

Dia mencoba peruntungan dan dengan bimbingan Medco E&P dan SKK Migas, mengembangkan Bebek Songkem.

“Alhamdulillah, kami kini mampu memproduksi sekitar 300 ekor bebek lebih setiap hari, dan mengirimnya ke daerah sekitar di luar Pulau Madura seperti Surabaya, Pasuruan dan sekitarnya,” ujar Salim. Kamis, 28 Juli 2022.

Minat ‘Franchise’

Bebek Songkem adalah varian lain di Sampang, Madura, yang pada pengolaannya, bebek dibungkus dengan daun pisang dan dikukus selama iga jam agar mencapai keempukan yang diinginkan.

Sekaligus, dengan teknis pengolahan ini, Salim meng-claim kadar lemak bebek cenderung rendah, karena telah hancur saat proses pengukusan.

“Dengan kata lain Bebek Songkem merupakan jenis makanan rendah lemak,” tuturnya.

Menurut Salim, bagi masyarakat yang berminat ikut dalam bisnis bebek songkem, bisa menyisihkan Rp 15 juta untuk lima tahun sebagai pembayaran biaya franchise.

Pembelian bebek tidak ada jumlah minimum dan langsung dikirim dari Madura dalam bentuk frozen serta sudah berbumbu matang (seperti ungkep).

Bebek tersebut dimasak khas Songkem Salim, yaitu diungkep 3 jam dengan daun pisang sebagai pembungkusnya.

“Franchise kami telah belasan lokasi dan tersebar di beberapa daerah di Indonesia,” ujar Salim. (*)

Example 300250
Example 120x600
FOTO: Produk UMKM masyarakat Gili Genting, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, diperkenalkan di Yogyakarta, bertempat di Hotel Tentrem Yogyakarta pada 15-17 September 2026, bersamaan dengan pelaksanaan Lokakarya Media 2026. (Panji Agira/wartazone.com)
Bisnis

Produk UMKM masyarakat Gili Genting, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, mendapat ruang untuk diperkenalkan lebih luas dalam Lokakarya Media 2026 SKK Migas-KKKS Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara (Jabanusa). Produk UMKM binaan SKK Migas dan Medco Energi tersebut dipamerkan di Hotel Tentrem Yogyakarta pada 15-17 September 2026, bersamaan dengan pelaksanaan Lokakarya Media 2026.

FOTO: BPRS Bhakti Sumekar terus mendorong pedagang, pelaku UMKM dan ekonomi kreatif, untuk aktif meningkatkan ekonomi dalam berbagai kegiatan di Kabupaten Sumenep. (Ist/wartazone.com)
Bisnis

Keramaian dalam berbagai kegiatan masyarakat di Kabupaten Sumenep tak hanya menghadirkan hiburan maupun ruang berkumpul. Di balik setiap kegiatan, terdapat aktivitas ekonomi yang melibatkan pedagang, pelaku UMKM, ekonomi kreatif, hingga masyarakat yang menggantungkan pendapatan dari momentum tersebut. Potensi inilah yang dinilai perlu terus dikembangkan agar kegiatan daerah memberikan dampak yang lebih luas bagi perekonomian masyarakat.

FOTO: PT BPRS Bhakti Sumekar (Perseroda) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, kembali meraih KEJAR Award 2026 dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Bisnis

Upaya mendorong kebiasaan menabung dan pemahaman pengelolaan keuangan sejak usia sekolah kembali mendapat apresiasi. PT BPRS Bhakti Sumekar (Perseroda) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, meraih KEJAR Award 2026 dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Penghargaan tersebut diberikan dalam rangkaian puncak peringatan Hari Indonesia Menabung dan Bulan Literasi Keuangan 2026 melalui ajang Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) Award 2026.