Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Ekonomi

Srikaya Langsar Pikat Gubernur Jawa Timur

×

Srikaya Langsar Pikat Gubernur Jawa Timur

Sebarkan artikel ini
Srikaya Langsar
Foto: Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa sedang borong Srikaya Langsar di Pasar Bluto, Sumenep.
Example 468x60

SUMENEP, (WARTA ZONE) – Srikaya Langsar Kabupaten Sumenep, Madura, berhasil pikat Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa untuk memborong buah tersebut.

Pesona buah Srikaya yang manis dengan tekstur khas berdaging tebal itu memiliki daya tarik yang kuat, hingga Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa terpikat berkunjung ke Pasar Bluto, Selasa (18/1/2022) kemarin.

Example 300x600

Pasar tradisional tersebut merupakan tempat bagi pedagang Srikaya yang berasal dari dua kecamatan, yakni Bluto dan Saronggi. Dua kacamatan yang menjadi sentra Srikaya.

Dorong Budidaya Srikaya Langsar

Srikaya banyak ditemukan tumbuh dan dibudidayakan masyarakat di Bluto dan Saronggi. Meski begitu, Srikaya Langsar dari Kecamatan Saronggi menjadi primadonanya.

Gubernur Jatim pun menginginkan Srikaya Langsar menjadi komoditas unggulan Sumenep, bisa dikelola dengan baik untuk mendongkrak perekonomian petani.

Mantan Menteri Sosial tersebut menginginkan komoditas Srikaya Langsar bisa menjadi sumber pendapatan tambahan bagi masyarakat, sehingga harus dikelola dengan baik dengan cara budidaya.

Sebab, sampai saat ini buah dengan nama Latin Annona Squamosa tersebut masih tumbuh apa adanya di lahan warga.

“Kalau lahannya memungkinkan bisa dibudidayakan dengan proses pertanian modern, dengan harapan komoditas Srikaya menjadi sumber tambahan penghasilan masyarakat,” kata Gubernur Khofifah, Selasa (18/01/2022).

Untuk itu, Khofifah mendorong Pemerintah Kabupaten Sumenep melakukan budidaya Srikaya seperti yang dilakukan daerah lain di Jawa Timur, misalnya Srikaya Bangkok di Jember dan Kediri.

Caranya, yaitu dengan menanam varietas baru untuk mendorong pertumbuhan perekonomian masyarakat Sumenep, khususnya di Bluto dan Saronggi.

“Saat ini, setiap produksi pertanian bisa dilakukan dengan metode atau berbasis modern, termasuk pada bidang budidaya Srikaya yang strategis di Kabupaten Sumenep,” terang Khofifah.

Borong Srikaya Langsar

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengunjungi Pasar Bluto di sela kunjungannya ke Kabupaten Pamekasan.

Wakil Bupati Sumenep, Dewi Khalifah beserta Kepala Dinas Koperasi, UMKM Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sumenep, Chainur Rasyid, Camat Bluto dan Camat Saronggi ikut mendampingi Gubernur.

Gubernur Khofifah rela datang ke Pasar Bluto karena tertarik dengan Srikaya Langsar, bahkan tak segan memborong komoditas unggulan Sumenep itu.

Pantauan di lokasi, Gubernur Jatim tersebut tampak antusias memilah milih Srikaya Langsar yang cocok dengan hati.

Puas memborong buah Srikaya Langsar, Gubernur juga membagikan paket sembako kepada para pedagang di Pasar Bluto. Lalu melanjutkan silaturahmi ke Pondok Pesantren Nasyrul Ulum Desa Aengdake, Bluto.

Festival Srikaya

Eksistensi Srikaya dari Bluto dan Saronggi sebagai salah satu komoditas unggulan Sumenep terbilang tak terbantahkan.

Terbukti, Bupati A. Busyro Karim pernah menjadikan Festival Srikaya sebagai salah satu upaya menarik kunjungan wisatawan di tahun 2019 silam. Bahkan, masuk Kalender Wisata Sumenep (Visit Sumenep) di tahun 2020.

Festival Srikaya Sumenep biasanya digelar pada bulan April. Sebab, di bulan keempat itu adalah awal musim Srikaya.

Selama bulan April sampai dua bulan berikutnya, pedagang Srikaya akan tumpah ruah di sisi Jalan Raya Nasional wilayah Bluto dan Pasar Anom Baru Sumenep. Namun, di bulan Januari 2022 ini, buah tropis itu sudah mulai bisa didapatkan di Pasar Bluto. (*)

Example 300250
Example 120x600
FOTO: Kemegahan panggung Madura Ethnic Carnival (MEC) 2026 di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Sabtu (19/9/2026) malam.
Budaya

Madura Ethnic Carnival (MEC) 2026 tak sekadar menghadirkan parade busana dan pertunjukan budaya. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Jawa Timur, menjadikan gelaran tersebut sebagai salah satu ruang untuk mempromosikan kekayaan budaya sekaligus mendorong perputaran ekonomi masyarakat. MEC 2026 digelar di kawasan Keraton Sumenep, Sabtu (19/9/2026) malam, dengan mengangkat tema Keraton Sumenep. Sejumlah unsur sejarah dan kebudayaan keraton ditampilkan melalui kostum, parade, hingga pertunjukan seni.

FOTO: Produk UMKM masyarakat Gili Genting, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, diperkenalkan di Yogyakarta, bertempat di Hotel Tentrem Yogyakarta pada 15-17 September 2026, bersamaan dengan pelaksanaan Lokakarya Media 2026. (Panji Agira/wartazone.com)
Bisnis

Produk UMKM masyarakat Gili Genting, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, mendapat ruang untuk diperkenalkan lebih luas dalam Lokakarya Media 2026 SKK Migas-KKKS Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara (Jabanusa). Produk UMKM binaan SKK Migas dan Medco Energi tersebut dipamerkan di Hotel Tentrem Yogyakarta pada 15-17 September 2026, bersamaan dengan pelaksanaan Lokakarya Media 2026.

FOTO: Hasil kerajinan dari Desa Pagerungan Besar, Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep, saat tampil dalam pameran produk UMKM pada Lokakarya Media SKK Migas Jabanusa 2026 di Yogyakarta, Kamis (17/9/2026). (Panji Agira/wartazone.com)
Ekonomi

Produk kerajinan dari Desa Pagerungan Besar, Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep, mendapat kesempatan tampil dalam pameran produk UMKM pada Lokakarya Media SKK Migas Jabanusa 2026 di Yogyakarta, Kamis (17/9/2026). Produk tersebut merupakan hasil karya UMKM Kerajinan Santigi, salah satu mitra binaan Kangean Energy Indonesia (KEI) yang selama ini mendapat pendampingan dalam pengembangan usaha, mulai dari peningkatan kapasitas produksi hingga pemasaran.

FOTO: BPRS Bhakti Sumekar terus mendorong pedagang, pelaku UMKM dan ekonomi kreatif, untuk aktif meningkatkan ekonomi dalam berbagai kegiatan di Kabupaten Sumenep. (Ist/wartazone.com)
Bisnis

Keramaian dalam berbagai kegiatan masyarakat di Kabupaten Sumenep tak hanya menghadirkan hiburan maupun ruang berkumpul. Di balik setiap kegiatan, terdapat aktivitas ekonomi yang melibatkan pedagang, pelaku UMKM, ekonomi kreatif, hingga masyarakat yang menggantungkan pendapatan dari momentum tersebut. Potensi inilah yang dinilai perlu terus dikembangkan agar kegiatan daerah memberikan dampak yang lebih luas bagi perekonomian masyarakat.

FOTO: PT BPRS Bhakti Sumekar (Perseroda) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, kembali meraih KEJAR Award 2026 dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Bisnis

Upaya mendorong kebiasaan menabung dan pemahaman pengelolaan keuangan sejak usia sekolah kembali mendapat apresiasi. PT BPRS Bhakti Sumekar (Perseroda) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, meraih KEJAR Award 2026 dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Penghargaan tersebut diberikan dalam rangkaian puncak peringatan Hari Indonesia Menabung dan Bulan Literasi Keuangan 2026 melalui ajang Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) Award 2026.