Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
DaerahNasional

Warga Jate Giliraja Perbaiki Jalan Secara Swadaya, Tamparan Keras Untuk Pemerintah Desa

×

Warga Jate Giliraja Perbaiki Jalan Secara Swadaya, Tamparan Keras Untuk Pemerintah Desa

Sebarkan artikel ini
Foto: Salah seorang warga saat melintas di jalan tanjakan Dusun Kalompang yang bertahun-tahun tak pernah diperbaiki oleh Pemerintah Desa Jate. (Zainal Arifin/wartazone.com)
Example 468x60

SUMENEP, (WARTA ZONE) – Warga Dusun Kalompang, Desa Jate, Pulau Giliraja, Kecamatan Giligenting, Sumenep, gotong royong memperbaiki jalan desa secara swadaya.

Berdasarkan cerita warga, jalan jalur tanjakan itu kerap memakan korban sehingga dilakukan perbaikan secara swadaya. Alasan lain karena dinilai tidak ada perhatian dari pemerintah desa (Pemdes) setempat.

Example 300x600

Aksi warga Dusun Kalompang itu seketika viral di media sosial Facebook setelah diunggah oleh akun Arkan Zaen pada 3 Juni 2023 pukul 20:20 WIB.

Postingan tersebut langsung dibanjiri komentar warganet, ada yang berucap syukur atas kerja sosial masyarakat setempat yang tidak berpangku tangan kepada pemerintah desa, hingga menyindir penggunaan dana desa.

Jerea nyamae Kampong kabellun pas lek gebey aghi bener pas sabek ekan jete eyattas (kasih nama kampung tiri dek, buatkan banner taruh di atas pohon jati),” kata salah seorang warganet Asoka Tak Lemele, meninggalkan komentar dalam postingan tersebut.

Pemerintah pusat melalu kementerian Desa sudah mengalokasikan Dana Desa agar dikelola dengan baik untuk desa.

“Pertanyaannya sudahkah Pemerintah Desa mengalokasikan DD-ADD untuk jalan?, wallahu a’lam yang tahu pemerintah Desa (Silahkan tanya sendiri). Apakah Pemkab juga mengalokasikan APBD untuk Desa silahkan juga tanya ke pemerintah desa. Itu bagus dalam rangka kritik kepada pemerintah desa, pemkab, dan pemprov,” timpal akun bernama Miftahul Munir.

Kemudian yang tak kalah menyita perhatian, perbaikan jalan secara swadaya tersebut dipasangi prasasti layaknya pekerjaan proyek, namun terbuat dari banner dengan isi tulisan “Perbaikan Jalan Ini 100% Swadaya Masyarakat, Bukan Dari Dana Pemerintah”.

Aksi perbaikan jalan tersebut dilakukan di jalur tanjakan Dusun Kalompang, Desa Jate pulau Giliraja. Aksi ini menyikapi sering terjadinya kecelakaan bagi sejumlah pengendara yang melewati jalan tersebut.

“Sudah bertahun-tahun kami sering sekali menyaksikan kecelakaan, seperti jatuh, terpeleset, ada juga yang sampai patah tulang. Sejak itu pula, kami warga membuat permohonan perbaikan jalan tanjakan ini agar segera diperbaiki, melalui beberapa tembusan mulai kepala dusun sampai kapala desa. Alhasil permohonan kami tak mendapatkan respon baik dari pemerintah desa,” kata Zainul Muin, pemuda Dusun setempat, kepada wartazone.com. Kamis (8 Juni 2023).

Foto: Jalan tanjakan Dusun Kalompang, Desa Jate, Pulau Giliraja, usai diperbaiki secara swadaya oleh masyarakat setempat diberi papan nama bertuliskan “Perbaikan Jalan Ini 100% Swadaya Masyarakat, Bukan Dari Dana Pemerintah”.

Jalan tersebut, menurut Muin, merupakan akses utama warga setempat untuk menempuh pendidikan hingga mengais rejeki.

“Kondisi jalan ini sekarang sangatlah rusak. Maka dari itu kami berinisiatif untuk membangun jalan tersebut. Karna kondisinya sangat memperihatinkan apalagi saat musim hujan, jalan tidak bisa dilalui,” imbuhnya.

Muin berharap pemerintah Desa Jate bisa memprioritaskan pembangunan jalan yang rusak, tidak hanya jalan di depan rumah Kades yang diperbaiki.

“Pemerintah Desa jate harus belajar membuka hati, mata dan telinga kepada masyarakat. Berikan kebijakan yang adil dan memihak kepada rakyat, jangan menganaktirikan kami warga Kalompang,” terangnya.

Berdasarkan penuturan Muin kepada media ini, dana yang terkumpul dari hasil swadaya berjumlah Rp 6 juta, dana tersebut lantas digunakan untuk memperbaiki jalan.

“Perbaikan jalan ini akan kami tuntaskan dari atas sampai ujung di bawah, sampai sekarang kami terus lakukan penggalangan dana,” pungkasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Desa Jate Lismawati mengaku tidak dapat berbuat banyak karena di desa yang dipimpinnya terdiri dari empat dusun.

“Kami akan tetap berupaya memperbaiki jalan-jalan yang rusak, seperti jalan tanjakan di Dusun Kalompang, cuman tidak bisa langsung kami anggarkan tahun ini, tapi sudah kami upayakan tahun depan. Karena di Desa Jate ada empat Dusun, semuanya tetap kami pikirkan,” sebutnya. (*)

Example 300250
Example 120x600
FOTO: Fauzi As. (Ist/wartazone.com)
Nasional

Ketika Nasib Petani Dijadikan Meja Taruhan
Tempo adalah media besar. Namanya panjang, reputasinya dibangun selama puluhan tahun, dan salah satu kekuatan yang selalu dilekatkan kepadanya adalah keberanian melakukan investigasi.

FOTO: Doa bersama untuk lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang kontak di perairan sekitar Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda, kegiatan dipimpin Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Seblak, Diwek, Jombang, Gus Bahar, dan dihadiri Ketua PWI Jawa Timur Lutfil Hakim bersama sejumlah pengurus. (Ist/wartazone.com)
Nasional

Harapan agar lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang kontak di perairan sekitar Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda, terus dipanjatkan. Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur menggelar doa bersama sebagai bentuk dukungan moral sekaligus ikhtiar batin di tengah pencarian yang memasuki hari keempat.

FOTO: Rapat Kerja (Raker) JMSI Kabupaten Sumenep periode 2026-2027, digelar di RM Ayam Brewok Sakera, Kota Sumenep, Selasa (1/9/2026).
Daerah

Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Kabupaten Sumenep mulai mematangkan strategi untuk memperkuat perusahaan pers anggotanya. Salah satu agenda yang mendapat perhatian utama adalah peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM).

Penguatan SDM tersebut menjadi bagian dari pembahasan Rapat Kerja (Raker) JMSI Kabupaten Sumenep periode 2026-2027 yang digelar di RM Ayam Brewok Sakera, Kota Sumenep, Selasa (1/9/2026).

FOTO: Mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura (UTM) mengembangkan inovasi teknologi tepat guna terhadap keamanan pangan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Nasional

Kepedulian terhadap keamanan pangan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) mendorong mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura (UTM) mengembangkan inovasi teknologi tepat guna.

Melalui Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang mendapat pendanaan dari Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa), tim mahasiswa UTM menciptakan VACSAFE, perangkat pendingin makanan yang dirancang untuk membantu mengendalikan suhu pangan setelah proses memasak hingga sebelum makanan didistribusikan.