Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Ekonomi

Kembangkan Potensi Bisnis UMKM, HIPMI Jember Ikut Giat Business Matching se Jawa Timur

×

Kembangkan Potensi Bisnis UMKM, HIPMI Jember Ikut Giat Business Matching se Jawa Timur

Sebarkan artikel ini
Foto: BPC HIPMI Banyuwangi, Sidoarjo, Jember, Probolinggo, Lumajang, dan Bondowoso, ikut serta dalam giat Sambung Rasa dan Business Matching BPC HIPMI Jawa Timur.
Example 468x60

JEMBER, (WARTA ZONE) – Upaya kembangkan potensi bisnis di bidang UMKM serta tingkat di atasnya, kelompok pengusaha muda asal Jember yang tergabung dalam Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jember ikut serta dalam giat Sambung Rasa dan Business Matching BPC HIPMI Jawa Timur.

Giat positif itu untuk pengembangan potensi bisnis, serta dapat menambah relasi antar sesama pengusaha muda ini. Kegiatan tersebut digelar di salah satu rumah makan ternama di Desa Adat Kemiren, Banyuwangi.

Example 300x600

Diikuti anggota BPC HIPMI diantaranya Banyuwangi, Sidoarjo, Jember, Probolinggo, Lumajang, dan Bondowoso.

“Terkait giat ini, Alhamdulillah dari komunikasi kami dengan Ketum BPC HIPMI Sidoarjo sekitar sebulan lalu. Kita bisa laksanakan di Banyuwangi. Dengan konsep bisnis trip, tapi sekaligus kita bentuk sinergi di Komunitas HIPMI ini dengan Business Matching ini,” kata Ketum BPC HIPMI Banyuwangi Ferdy Elfian saat dikonfirmasi disela kegiatan, Jumat malam (20/10/2023).

Dengan inisiasi positif soal pengembangan UMKM yang dikemas dalam Business Matching itu, lanjutnya, ditangkap pengusaha muda Banyuwangi dengan tujuan sama untuk tujuan kolaborasi bisnis.

“Kemudian karena digelar di Banyuwangi, dengan izin Sidoarjo itu, kami kemudian mengajak temen-temen di daerah terdekat di Banyuwangi. Tentu kerabat kita ya wilayah tapal kuda, diantaranya HIPMI Jember, Lumajang, Bondowoso, serta Probolinggo,” jelasnya.

Dengan dorongan keinginan sama ini, Ferdy juga menegaskan, bertujuan untuk pengembangan UMKM.

“Karena HIPMI ini memang kita dorong untuk ber UMKM, serta ini juga menjadi salah satu terobosan prioritas penting yang sejalan dengan keinginan pemerintah. Contohnya Pemkab setempat. terutama (seperti halnya) kami di Banyuwangi,” ulasnya.

“Soal sinergi, (dicontohkan juga) seperti halnya kami di Banyuwangi. Bupati Banyuwangi selalu bersinergi untuk pengembangan UMKM, serta kami melakukan binaan bagi para pelaku usaha tersebut. Rata-rata di bidang Home Industry dan F & B (food and beverage),” sambungnya.

Terkait keikutsertaan peserta dalam giat business matching ini diantaranya ada kurang lebih 100 orang.

“Untuk Banyuwangi 50 orang, lainnya dari Sidoarjo, Jember, Probolinggo, untuk Lumajang dan Bondowoso belum bisa hadir karena ada kepentingan yang tidak bisa ditinggal. Harapannya nanti, kita ingin terus menerus dan menjadi rutin, karena ini ajang kita bersilaturrahmi serta bisa sharing (berbagi) ilmu usaha. Mudah-mudahan kegiatan seperti ini menjadi kegiatan rutin,” ulasnya.

Terpisah, menanggapi giat pengembangan potensi bisnis ini. Ketua BPC HIPMI Jember Restu Prayogi memberikan apresiasi positifnya. Terutama kemanfaatan tentang bagi para pelaku UMKM.

“Alhamdulillah dengan adanya giat ini, para pengusaha muda asal Jember, khususnya yang tergabung dalam HIPMI ini. Bisa berkesempatan untuk mengembangkan potensi bisnisnya. Apalagi dari giat Business matching ini, temen-temen pengusaha dari UMKM atau tingkat di atasnya. Bisa juga menambah relasi bisnisnya,” kata pria yang akrab disapa Yogi ini.

Untuk manfaat dari adanya giat bussines matching ini, lanjut Yogi, nantinya akan dikembangkan juga di wilayah Jember.

“Tentunya bagi anggota-anggota HIPMI Jember yang saat ini belum berkesempatan ikut hadir. Nanti akan dikemas sama, agar potensi bisnis UMKM di Jember juga semakin dikenal luas, terutama bicara bisnis, itu harus ada relasi dan dikembangkan luas. Tidak hanya di wilayah setempat saja,” ujarnya.

“Karena dari giat ini. Bisa hunting pelanggan dan nyari mitra atau partner bisnis untuk kolaborasi,” imbuhnya. (*)

Example 300250
Example 120x600
FOTO: Kemegahan panggung Madura Ethnic Carnival (MEC) 2026 di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Sabtu (19/9/2026) malam.
Budaya

Madura Ethnic Carnival (MEC) 2026 tak sekadar menghadirkan parade busana dan pertunjukan budaya. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Jawa Timur, menjadikan gelaran tersebut sebagai salah satu ruang untuk mempromosikan kekayaan budaya sekaligus mendorong perputaran ekonomi masyarakat. MEC 2026 digelar di kawasan Keraton Sumenep, Sabtu (19/9/2026) malam, dengan mengangkat tema Keraton Sumenep. Sejumlah unsur sejarah dan kebudayaan keraton ditampilkan melalui kostum, parade, hingga pertunjukan seni.

FOTO: Produk UMKM masyarakat Gili Genting, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, diperkenalkan di Yogyakarta, bertempat di Hotel Tentrem Yogyakarta pada 15-17 September 2026, bersamaan dengan pelaksanaan Lokakarya Media 2026. (Panji Agira/wartazone.com)
Bisnis

Produk UMKM masyarakat Gili Genting, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, mendapat ruang untuk diperkenalkan lebih luas dalam Lokakarya Media 2026 SKK Migas-KKKS Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara (Jabanusa). Produk UMKM binaan SKK Migas dan Medco Energi tersebut dipamerkan di Hotel Tentrem Yogyakarta pada 15-17 September 2026, bersamaan dengan pelaksanaan Lokakarya Media 2026.

FOTO: Hasil kerajinan dari Desa Pagerungan Besar, Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep, saat tampil dalam pameran produk UMKM pada Lokakarya Media SKK Migas Jabanusa 2026 di Yogyakarta, Kamis (17/9/2026). (Panji Agira/wartazone.com)
Ekonomi

Produk kerajinan dari Desa Pagerungan Besar, Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep, mendapat kesempatan tampil dalam pameran produk UMKM pada Lokakarya Media SKK Migas Jabanusa 2026 di Yogyakarta, Kamis (17/9/2026). Produk tersebut merupakan hasil karya UMKM Kerajinan Santigi, salah satu mitra binaan Kangean Energy Indonesia (KEI) yang selama ini mendapat pendampingan dalam pengembangan usaha, mulai dari peningkatan kapasitas produksi hingga pemasaran.

FOTO: BPRS Bhakti Sumekar terus mendorong pedagang, pelaku UMKM dan ekonomi kreatif, untuk aktif meningkatkan ekonomi dalam berbagai kegiatan di Kabupaten Sumenep. (Ist/wartazone.com)
Bisnis

Keramaian dalam berbagai kegiatan masyarakat di Kabupaten Sumenep tak hanya menghadirkan hiburan maupun ruang berkumpul. Di balik setiap kegiatan, terdapat aktivitas ekonomi yang melibatkan pedagang, pelaku UMKM, ekonomi kreatif, hingga masyarakat yang menggantungkan pendapatan dari momentum tersebut. Potensi inilah yang dinilai perlu terus dikembangkan agar kegiatan daerah memberikan dampak yang lebih luas bagi perekonomian masyarakat.

FOTO: PT BPRS Bhakti Sumekar (Perseroda) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, kembali meraih KEJAR Award 2026 dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Bisnis

Upaya mendorong kebiasaan menabung dan pemahaman pengelolaan keuangan sejak usia sekolah kembali mendapat apresiasi. PT BPRS Bhakti Sumekar (Perseroda) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, meraih KEJAR Award 2026 dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Penghargaan tersebut diberikan dalam rangkaian puncak peringatan Hari Indonesia Menabung dan Bulan Literasi Keuangan 2026 melalui ajang Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) Award 2026.