Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
Headline

Tabungan Barokah Bantu Pengembangan Ekonomi PKL, Dirut BPRS: tidak ada biaya administrasi sepeserpun

×

Tabungan Barokah Bantu Pengembangan Ekonomi PKL, Dirut BPRS: tidak ada biaya administrasi sepeserpun

Sebarkan artikel ini
Foto: Direktur Utama BPRS Bhakti Sumekar Sumenep, Hairil Fajar. (Dok. Istimewa)

SUMENEP, (WARTA ZONE) – Tabungan Barokah yang merupakan salah satu jenis tabungan milik Bank BPRS Bhakti Sumekar kehadirannya dinilai sangat membantu untuk pengembangan ekonomi pedagang kaki lima (PKL) di Kabupaten Sumenep.

Tabungan barokah dinilai sangat mudah dan praktis, dapat diakses di seluruh kantor BBS atau kepanjangan dari Bank BPRS Bhakti Sumekar.

Tabungan barokah Bank BPRS Bhakti Sumekar adalah simpanan dana dalam bentuk tabungan rupiah dengan akad ‘Wadi’ah Yad Dhamanah’ atau titipan murni yang akan membantu mengelola dana menjadi lebih barokah.

Setoran awal pembukaan rekening hanya Rp10.000. Jumlah dan frekuensi setoran maupun penarikan tidak dibatasi, sepanjang memenuhi ketentuan yang berlaku.

“Tidak ada biaya administrasi sepeserpun,” kata Direktur Utama BPRS Bhakti Sumekar Hairil Fajar.

Sampai saat ini, lanjut Fajar, sudah tercatat sebanyak 200 pedagang pasar Bangkal yang telah menabung melalui tabungan barokah.

“Layanan pickup tabungan di lokasi pasar Bangkal setiap malamnya kisaran Rp 1-3 juta,” terangnya.

Pihaknya berharap hadirnya tabungan barokah dapat membantu meringankan beban masyarakat dalam mengembangkan usahanya.

Dirut Fajar juga mengajak agar setiap penghasilan yang didapatkan dari hasil penjualannya tidak dikonsumsi keseluruhan. Sisihkan untuk menabung di tabungan Barokah.

“Ketika ada keperluan untuk pengembangan usahanya, bisa ditarik untuk belanja kebutuhan usaha,” tukasnya. (*)

FOTO: BPRS Bhakti Sumekar terus mendorong pedagang, pelaku UMKM dan ekonomi kreatif, untuk aktif meningkatkan ekonomi dalam berbagai kegiatan di Kabupaten Sumenep. (Ist/wartazone.com)
Bisnis

Keramaian dalam berbagai kegiatan masyarakat di Kabupaten Sumenep tak hanya menghadirkan hiburan maupun ruang berkumpul. Di balik setiap kegiatan, terdapat aktivitas ekonomi yang melibatkan pedagang, pelaku UMKM, ekonomi kreatif, hingga masyarakat yang menggantungkan pendapatan dari momentum tersebut. Potensi inilah yang dinilai perlu terus dikembangkan agar kegiatan daerah memberikan dampak yang lebih luas bagi perekonomian masyarakat.

FOTO: Abd. Rahman, kembali dipercaya memimpin Komunitas Peduli Pendidikan (KPP) Kabupaten Sumenep untuk periode 2026-2030. (Ist/wartazone.com)
Pendidikan

Abd. Rahman, M.Pd. kembali dipercaya memimpin Komunitas Peduli Pendidikan (KPP) Kabupaten Sumenep untuk periode 2026-2030. Rahman ditetapkan sebagai ketua umum melalui mekanisme aklamasi dalam Musyawarah Besar (Mubes) KPP Sumenep. Mubes KPP Sumenep berlangsung selama dua hari, 12-13 September 2026, di HK Resto, Jalan Trunojoyo, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.

FOTO: PT BPRS Bhakti Sumekar (Perseroda) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, kembali meraih KEJAR Award 2026 dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Bisnis

Upaya mendorong kebiasaan menabung dan pemahaman pengelolaan keuangan sejak usia sekolah kembali mendapat apresiasi. PT BPRS Bhakti Sumekar (Perseroda) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, meraih KEJAR Award 2026 dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Penghargaan tersebut diberikan dalam rangkaian puncak peringatan Hari Indonesia Menabung dan Bulan Literasi Keuangan 2026 melalui ajang Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) Award 2026.