Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
EkonomiReligi

Pelaku UMKM di Sumenep Ketiban Berkah Faham Bershalawat

×

Pelaku UMKM di Sumenep Ketiban Berkah Faham Bershalawat

Sebarkan artikel ini
FOTO: Lapak-lapak UMKM berjejer di sekitar area Faham Bershalawat. Para pelaku UMKM memanfaatkan momentum acara Faham Bershalawat untuk menjual beragam produk lokal seperti makanan, minuman, hingga kerajinan khas.
FOTO: Lapak-lapak UMKM berjejer di sekitar area Faham Bershalawat. Para pelaku UMKM memanfaatkan momentum acara Faham Bershalawat untuk menjual beragam produk lokal seperti makanan, minuman, hingga kerajinan khas.

SUMENEP, (WARTA ZONE) – Acara Faham Bershalawat bersama Majelis Sholawat At-Taufiq di Kompleks GOR A. Yani, Sumenep, Sabtu malam (16/11/2024), menghadirkan nuansa religi sekaligus membawa keberkahan bagi pelaku UMKM.

Ribuan masyarakat memadati lokasi untuk mengikuti kegiatan yang dihadiri pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Sumenep nomor urut 2.

Lapak-lapak UMKM yang berjajar di sekitar area acara dipadati pengunjung. Para pelaku UMKM memanfaatkan momentum ini untuk menjual beragam produk lokal seperti makanan, minuman, hingga kerajinan khas.

Yatmo, salah satu pedagang, mengaku omzetnya meningkat drastis. “Keramaian seperti ini sangat membantu kami. Alhamdulillah, lapak kami laris manis,” katanya.

Kehadiran Achmad Fauzi dalam acara ini kembali menjadi bukti kuat kepedulian Achmad Fauzi selama ini bahwa, “Di mana ada Achmad Fauzi, di situ ada UMKM.” Dengan keramaian ribuan masyarakat yang hadir, pelaku UMKM merasakan dampak positif yang signifikan, baik dari sisi penjualan maupun promosi produk mereka.

Selain menambah semarak acara, kegiatan ini memberi dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat kecil. Pedagang lain juga menyampaikan harapan serupa.

“Kami selalu menantikan acara seperti ini. Jualan selalu ditambahi dan laris banyak yang beli,” ujarnya.

Kegiatan Faham Bershalawat tidak hanya menjadi ajang bersilaturahmi dan bershalawat, tetapi juga mendorong roda perekonomian lokal. Kehadiran ribuan orang menciptakan efek berlipat bagi pelaku UMKM, menjadikan acara ini sebagai katalisator ekonomi mikro di Sumenep.

Para pelaku UMKM berharap agar Achmad Fauzi bisa terpilih kembali sehingga acara-acara keramaian tetap bisa digelar. Pelaku UMKM yakin kolaborasi antara kegiatan keramaian membantu kebangkitan ekonomi rakyat kecil di Sumenep. (*)

FOTO: Kemegahan panggung Madura Ethnic Carnival (MEC) 2026 di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Sabtu (19/9/2026) malam.
Budaya

Madura Ethnic Carnival (MEC) 2026 tak sekadar menghadirkan parade busana dan pertunjukan budaya. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Jawa Timur, menjadikan gelaran tersebut sebagai salah satu ruang untuk mempromosikan kekayaan budaya sekaligus mendorong perputaran ekonomi masyarakat. MEC 2026 digelar di kawasan Keraton Sumenep, Sabtu (19/9/2026) malam, dengan mengangkat tema Keraton Sumenep. Sejumlah unsur sejarah dan kebudayaan keraton ditampilkan melalui kostum, parade, hingga pertunjukan seni.

FOTO: Produk UMKM masyarakat Gili Genting, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, diperkenalkan di Yogyakarta, bertempat di Hotel Tentrem Yogyakarta pada 15-17 September 2026, bersamaan dengan pelaksanaan Lokakarya Media 2026. (Panji Agira/wartazone.com)
Bisnis

Produk UMKM masyarakat Gili Genting, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, mendapat ruang untuk diperkenalkan lebih luas dalam Lokakarya Media 2026 SKK Migas-KKKS Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara (Jabanusa). Produk UMKM binaan SKK Migas dan Medco Energi tersebut dipamerkan di Hotel Tentrem Yogyakarta pada 15-17 September 2026, bersamaan dengan pelaksanaan Lokakarya Media 2026.

FOTO: BPRS Bhakti Sumekar terus mendorong pedagang, pelaku UMKM dan ekonomi kreatif, untuk aktif meningkatkan ekonomi dalam berbagai kegiatan di Kabupaten Sumenep. (Ist/wartazone.com)
Bisnis

Keramaian dalam berbagai kegiatan masyarakat di Kabupaten Sumenep tak hanya menghadirkan hiburan maupun ruang berkumpul. Di balik setiap kegiatan, terdapat aktivitas ekonomi yang melibatkan pedagang, pelaku UMKM, ekonomi kreatif, hingga masyarakat yang menggantungkan pendapatan dari momentum tersebut. Potensi inilah yang dinilai perlu terus dikembangkan agar kegiatan daerah memberikan dampak yang lebih luas bagi perekonomian masyarakat.