Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
DaerahPemerintahan

Bappeda Sumenep Verifikasi 208 Usulan Pokir DPRD, Jadi Acuan Penyusunan Pembangunan 2027

×

Bappeda Sumenep Verifikasi 208 Usulan Pokir DPRD, Jadi Acuan Penyusunan Pembangunan 2027

Sebarkan artikel ini
FOTO: Kepala Bappeda Kabupaten Sumenep, Arif Firmanto (tengah). (Ist/wartazone.com)
FOTO: Kepala Bappeda Kabupaten Sumenep, Arif Firmanto (tengah). (Ist/wartazone.com)
Example 468x60

SUMENEP, (WARTA ZONE) – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumenep mulai mematangkan penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027. Salah satu tahap yang kini menjadi fokus adalah verifikasi 208 usulan Pokok Pikiran (Pokir) DPRD agar sejalan dengan arah pembangunan daerah.

Kepala Bappeda Kabupaten Sumenep, Arif Firmanto, mengatakan, penyusunan program pembangunan tahun depan tetap mengacu pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) serta aspirasi masyarakat yang dihimpun dari berbagai jalur.

Example 300x600

Menurutnya, usulan pembangunan tidak hanya berasal dari Pokir DPRD, tetapi juga dari hasil Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) yang dilaksanakan secara berjenjang mulai tingkat desa, kecamatan, hingga kabupaten.

“Perencanaan pembangunan dimulai dari Musrenbang di tingkat desa. Dari sana kebutuhan masyarakat dihimpun dan menjadi dasar penyusunan program pembangunan,” ujar Arif, Sabtu (1/8/2026).

Selain melalui Musrenbang, masyarakat juga dapat menyampaikan aspirasi kepada anggota DPRD sesuai daerah pemilihannya. Aspirasi tersebut kemudian dituangkan dalam Pokok Pikiran (Pokir) yang menjadi salah satu bahan penyusunan RKPD.

Arif mengungkapkan, terdapat 208 usulan Pokir DPRD yang diproyeksikan masuk dalam perencanaan pembangunan Tahun 2027. Seluruh usulan tersebut telah disampaikan dalam Musrenbang RKPD 2027 dan saat ini sedang melalui proses verifikasi.

“Kami memastikan setiap usulan sesuai dengan prioritas pembangunan daerah serta mendukung visi dan misi Bupati Sumenep,” katanya.

Ia menjelaskan, proses verifikasi dilakukan untuk menilai kelayakan program sekaligus memastikan setiap usulan memiliki keterkaitan dengan arah kebijakan pembangunan yang telah ditetapkan dalam RPJMD.

Melalui tahapan tersebut, Pemkab Sumenep berharap program pembangunan tahun 2027 benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat, baik di wilayah daratan maupun kepulauan, sehingga pelaksanaannya lebih tepat sasaran dan berdampak bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. (*)

Example 300250
Example 120x600
FOTO: Kemegahan panggung Madura Ethnic Carnival (MEC) 2026 di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Sabtu (19/9/2026) malam.
Budaya

Madura Ethnic Carnival (MEC) 2026 tak sekadar menghadirkan parade busana dan pertunjukan budaya. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Jawa Timur, menjadikan gelaran tersebut sebagai salah satu ruang untuk mempromosikan kekayaan budaya sekaligus mendorong perputaran ekonomi masyarakat. MEC 2026 digelar di kawasan Keraton Sumenep, Sabtu (19/9/2026) malam, dengan mengangkat tema Keraton Sumenep. Sejumlah unsur sejarah dan kebudayaan keraton ditampilkan melalui kostum, parade, hingga pertunjukan seni.

FOTO: Rapat Kerja (Raker) JMSI Kabupaten Sumenep periode 2026-2027, digelar di RM Ayam Brewok Sakera, Kota Sumenep, Selasa (1/9/2026).
Daerah

Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Kabupaten Sumenep mulai mematangkan strategi untuk memperkuat perusahaan pers anggotanya. Salah satu agenda yang mendapat perhatian utama adalah peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM).

Penguatan SDM tersebut menjadi bagian dari pembahasan Rapat Kerja (Raker) JMSI Kabupaten Sumenep periode 2026-2027 yang digelar di RM Ayam Brewok Sakera, Kota Sumenep, Selasa (1/9/2026).