Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
Daerah

BBS Ceria: dari BPRS Bhakti Sumekar untuk Peningkatan Mutu Pendidikan Sumenep

×

BBS Ceria: dari BPRS Bhakti Sumekar untuk Peningkatan Mutu Pendidikan Sumenep

Sebarkan artikel ini
Hairil Fajar, Direktur Operasional Bank BPRS Bhakti Sumekar. (Foto: Ajie Putra for wartazone.com)
Hairil Fajar, Direktur Operasional Bank BPRS Bhakti Sumekar. (Foto: Ajie Putra for wartazone.com)

SUMENEP, (WARTA ZONE) – Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) Bhakti Sumekar terus berinovasi dalam memberikan layanan terbaik untuk para nasabahnya. Terobosan teranyar yang dalam waktu dekat akan diluncurkan adalah BBS Ceria.

BBS Ceria hadir membidik peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Sumenep, dalam bentuk aplikasi dengan sederet keunggulan yang dapat dinikmati baik siswa, para orang tua hingga pelaku dunia pendidikan.

Program ini merupakan trobosan baru perbankan kaitannya dengan dunia pendidikan, membuktikan bahwa BPRS Bhakti Sumekar hadir di tengah masyarakat tidak hanya urusan bisnis tetapi juga hadir dalam segmentasi pelayanan dunia pendidikan.

Hairil Fajar, Direktur Operasional BPRS Bhakti Sumekar mengutarakan, program BBS Ceria hadir dalam rangka mendukung visi misi Bupati dan Wakil Bupati Sumenep Achmad Fauzi-Nyai Dewi Khalifah untuk meningkatkan kualitas pendidikan.

Program ini akan dikerjasamakan dengan Dinas Pendidikan (Disdik) setempat. Semua sekolah di bawah naungan Disdik baik negeri maupun swasta yakni SD dan SMP nantinya akan terkoneksi dengan satu aplikasi,” tuturnya. Jumat (7/5/2021).

BBS Ceria dibekali beragam fitur yang bisa membantu proses pendidikan, di antaranya orang tua bisa memantau anaknya di sekolah, mulai dari jadwal mata pelajaran, nilai akademik atau buku raport, kehadiran siswa, uang SPP untuk sekolah swasta hingga urusan uang jajan.

“Untuk uang saku atau uang jajan putra-putrinya semisal, nantinya orang tua tinggal top-up di rekening yang terintegrasi di Aplikasi BBS Ceria. Orang tua bisa menetapkan besaran uang jajan dalam sehari untuk anaknya saat di sekolah. Misal sehari maksimal Rp 15 ribu, maka siswa tersebut hanya bisa menggunakan uang jajan sebesar itu meski saldo yang ada Rp 1 juta. Caranya nanti menggunakan barcode di kartu siswa saat membeli sesuatu di kantin sekolah,” urai Fajar tentang salah satu manfaat program BBS Ceria.

Tidak hanya itu, sekolah (SD atau SMP) yang sudah terkoneksi dengan BBS Ceria juga bisa menggunakan program BBS Ceria dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).

“Dalam BBS Ceria juga dilengkapi perpustakaan, dan masih banyak fitur lainnya yang bisa membantu proses pendidikan di Sumenep,” imbuh Fajar.

Program ini, kata Fajar, saat ini dalam proses. Dalam waktu dekat akan dilaunching oleh Bupati Sumenep Achmad Fauzi. “Kami mohon doa dan dukungannya kepada semua stakeholder untuk menyukseskan program ini. Semoga berjalan lancar,” tandasnya. (*)

FOTO: BPRS Bhakti Sumekar terus mendorong pedagang, pelaku UMKM dan ekonomi kreatif, untuk aktif meningkatkan ekonomi dalam berbagai kegiatan di Kabupaten Sumenep. (Ist/wartazone.com)
Bisnis

Keramaian dalam berbagai kegiatan masyarakat di Kabupaten Sumenep tak hanya menghadirkan hiburan maupun ruang berkumpul. Di balik setiap kegiatan, terdapat aktivitas ekonomi yang melibatkan pedagang, pelaku UMKM, ekonomi kreatif, hingga masyarakat yang menggantungkan pendapatan dari momentum tersebut. Potensi inilah yang dinilai perlu terus dikembangkan agar kegiatan daerah memberikan dampak yang lebih luas bagi perekonomian masyarakat.

FOTO: Abd. Rahman, kembali dipercaya memimpin Komunitas Peduli Pendidikan (KPP) Kabupaten Sumenep untuk periode 2026-2030. (Ist/wartazone.com)
Pendidikan

Abd. Rahman, M.Pd. kembali dipercaya memimpin Komunitas Peduli Pendidikan (KPP) Kabupaten Sumenep untuk periode 2026-2030. Rahman ditetapkan sebagai ketua umum melalui mekanisme aklamasi dalam Musyawarah Besar (Mubes) KPP Sumenep. Mubes KPP Sumenep berlangsung selama dua hari, 12-13 September 2026, di HK Resto, Jalan Trunojoyo, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.