Tinggal di Rumah Reyot 10 Tahun, Nenek Mistika Tersenyum Lebar Setelah Dapat Bedah Rumah

0 Komentar
Reporter : Nur Imatus Safitri

Caption: Penyerahan bingkisan secara simbolis oleh Kapolres Jember, AKBP Mochammad Nurhidayat, Rabu (4/10/2023).

JEMBER, (WARTA ZONE) – Mbah Mistika (68) warga Jalan Manggar Gang Jambu, Lingkungan Gebang Poreng, RW 15 RT 01 Kelurahan Gebang, Kecamatan Patrang, Jember, selama kurang lebih 10 tahun tinggal sendiri di rumah reyot berukuran 3×6 meter persegi.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, nenek tua itu hanya berjualan es bungkus dan jajanan ringan kesukaan anak-anak.

Diketahui nenek kelahiran tahun 1955 itu memiliki satu orang anak perempuan, dan 4 cucu. Namun meski demikian, Mbah Mistika memilih hidup mandiri dan enggan merepotkan putri semata wayangnya.

Setelah kisah dan kondisi hidupnya dalam kemiskinan didengar Kapolres Jember AKBP Mochammad Nurhidayat, Mbah Mistika mendapat perhatian berupa bedah rumah atau perbaikan dari Polres Jember.

Senyum dari bibir reyotnya merekah, saat Kapolres Jember bersama jajaran datang berkunjung. Kemudian mendapati rumah reyotnya kini lebih layak.

“Mbah ini memang tinggal sendirian, sebenarnya ada saya putrinya. Tapi beralasan masih kuat, mbah ingin mandiri,” kata putrinya Titin Yuliatin (50) saat dikonfirmasi sejumlah wartawan, Rabu (4/10/2023).

Baca Juga:  Kiai Tersangka Cabul Terancam Pasal Berlapis, Kapolres Jember Ingatkan Wartawan Soal Penulisan Berita

Namun meskipun tinggal sendirian, kata Titin, kebutuhan dan perhatian bagi Mbah Mistika masih dapat dipenuhi oleh putrinya.

“Kita berikan perhatian dengan memperhatikan apa yang dibutuhkan. Apalagi mbah ini juga masih satu KK (Kartu Keluarga) dengan saya. Saya sebenarnya sebagai anak masih mampu bantu merawat, tapi ya karena ingin mandiri. Kita berikan perhatian dengan sering menjenguk di rumahnya,” lanjut Titin.

Dengan jarak rumahnya yang hanya beberapa meter dari tempat tinggal Mbah Mistika. Terkait kondisi ibunya itu, kata Titin, diupayakan selalu terpenuhi.

“Tapi soal perbaikan rumah kita masih belum bisa sepenuhnya membantu. Mbah ini tinggal sendiri di sini kurang lebih 10 tahun, setelah bapak meninggal. Mbah ini memang tinggal di lahannya sendiri. Alhamdulillah ada perhatian dari Pak Kapolres Jember,” ujarnya.

“Alhamdulillah sekarang rumahnya yang berukuran 3×6 meter persegi sudah lebih layak. Jadi mbah bisa tinggal lebih nyaman,” sambungnya.

Baca Juga:  Mayat Tanpa Indentitas Ditemukan Nelayan di Pulau Nusa Barong Jember

Terkait kebutuhan sehari-hari, Titin juga mengakui, jika Mbah Mistika benar-benar mandiri.

“Untuk makan dan kebutuhan sehari-hari, mbah ini jualan jajan atau makanan ringan. Juga minuman es bungkus itu, krupuk sambal. Penghasilan tidak tentu, kadang per hari dapatnya paling banyak Rp 20 ribu. Kadang ya kurang. Tapi bagaimanapun masih ada saya anaknya, ya tetap kita bantu,” ungkapnya.

“Alhamdulillah juga mbah ini dapat bantuan juga dari pemerintah lewat saya karena kan (masih) satu KK. Apakah itu dari PKH, Bansos, juga beras bantuan dari kelurahan itu. Setiap dapat ya kita bagi dua dengan mbah,” imbuhnya.

Terpisah, Kapolres Jember AKBP Mochammad Nurhidayat mengaku apa yang dilakukan adalah bentuk perhatian sosial dan agar dapatnya diikuti oleh masyarakat lainnya.

“Jadi kegiatan bedah (perbaikan) rumah ini adalah sosial, awalnya kami menerima informasi dari masyarakat. Selanjutnya kami berkoordinasi dengan Muspika Patrang. Danramil, Pak Camat, dan Kapolsek. Juga bersama Pak Lurah dan lainnya kami libatkan,” kata Nurhidayat saat dikonfirmasi terpisah.

Baca Juga:  Bupati Jember Imbau Tidak ada Takbir Keliling, Patrol Hanya Dilakukan di Masjid

Dengan adanya kegiatan perbaikan rumah bagi masyarakat membutuhkan itu, lanjutnya, diharapkan dapat mendorong sikap gotong royong masyarakat.

“Mengingat Mbah ini butuh perhatian, sehingga bisa kita lakukan kegiatan (bedah rumah) saat ini. Untuk menimbulkan rasa gotong royong. Apa yang dilakukan ini murni bentuk kegiatan sosial,” ucapnya.

Terkait giat sosial yang dilakukan, mantan Kapolres Jombang ini menambahkan, sebagai salah satu bentuk tugas dan fungsi dari Polri.

“Kalau ada bantuan sosial, kita fasilitasi. Soal listrik nanti pun kita saling koordinasi lebih lanjut. Apalagi mbah ini sendiri, maka perhatian tetangga sekitar ini harus dikedepankan. Apalagi soal menjaga lingkungan,” tandasnya. (*)

Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment