Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
KesenianPemerintahan

Pemkab Sumenep Apresiasi Pelaksanaan Kontes Batu Akik dan Pirus Tingkat Nasional

×

Pemkab Sumenep Apresiasi Pelaksanaan Kontes Batu Akik dan Pirus Tingkat Nasional

Sebarkan artikel ini
FOTO: Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Sumenep Mohamad Iksan di sela-sela pembukaan kontes, di Hotel El-Malik, Sabtu (05/10/2024).
FOTO: Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Sumenep Mohamad Iksan di sela-sela pembukaan kontes, di Hotel El-Malik, Sabtu (05/10/2024).
Example 468x60

SUMENEP, (WARTA ZONE) – Pecinta akik dan pirus di Sumenep, Madura, Jawa Timur, dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti kontes nasional akik dan pirus yang diinisiasi Komunitas Akik dan Pirus Indonesia (API) bekerja sama dengan Kopassus Kabupaten Sumenep.

Pelaksanaan Pecinta akik dan pirus tingkat nasional yang digelar di kota keris ini mendapatkan apresiasi dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep.

Example 300x600

“Kontes batu akik dan pirus ini, dilaksanakan untuk meningkatkan hubungan silaturahmi antar pecintanya di Indonesia,” kata Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Sumenep Mohamad Iksan di sela-sela pembukaan kontes, di Hotel El-Malik, Sabtu (05/10/2024).

Diharapkan, kontes yang diselenggarakan selama dua hari 05 hingga 06 Oktober 2024, berefek positif terhadap peningkatan perekonomian UMKM, khususnya para pecinta batu akik dan pirus.

“Kegiatan ini mampu meningkatkan peminat serta pecintanya dalam rangka meningkatkan ekonomi kreatif bagi komunitas batu akik dan pirus di Kabupaten Sumenep,” terangnya.

Berdasarkan data panitia penyelenggara, kontes nasional reguler API seri V diikuti 31 peserta berasal dari berbagai daerah Kabupaten atau Kota di Indonesia, di antaranya Jakarta, Bandung, Cirebon, Cianjur, Tasikmalaya, Purbalingga, Kudus, Jogyakarta, Solo, Semarang, Bojonegoro, Lumajang, Kediri, Sidoarjo, Gresik, Surabaya, Malang, Probolinggo, Pasuruan, Jember, Situbondo, Bondowoso, Banyuwangi, Bali, Lombok, Mataram, Malang, Surabaya, Bangkalan, Sampang dan Pamekasan.

Iksan mengapresiasi dan berterima kasih kepada para pecinta batu akik dan pirus dari berbagai daerah di Indonesia yang telah ikut berpartisipasi meramaikan kegitannya.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Sumenep mengucapkan terima kasih kepada para peserta dari berbagai daerah yang telah ikut serta menyemarakkan kontes batu akik dan pirus di Kabupaten Sumenep,” pungkasnya.

Di tempat yang sama Ketua API, Erlangga Sutio Agung mengatakan, kontes batu akik dan pirus dalam upaya memperkenalkan jenis-jenis batunya kepada pecinta dan masyarakat pada umumnya.

“Kami secara berkelanjutan berusaha menggiatkan ekonomi kreatif khususnya batu akik dan pirus agar terus berkembang di masyarakat,” pungkasnya. (*)

Example 300250
Example 120x600
FOTO: Kemegahan panggung Madura Ethnic Carnival (MEC) 2026 di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Sabtu (19/9/2026) malam.
Budaya

Madura Ethnic Carnival (MEC) 2026 tak sekadar menghadirkan parade busana dan pertunjukan budaya. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Jawa Timur, menjadikan gelaran tersebut sebagai salah satu ruang untuk mempromosikan kekayaan budaya sekaligus mendorong perputaran ekonomi masyarakat. MEC 2026 digelar di kawasan Keraton Sumenep, Sabtu (19/9/2026) malam, dengan mengangkat tema Keraton Sumenep. Sejumlah unsur sejarah dan kebudayaan keraton ditampilkan melalui kostum, parade, hingga pertunjukan seni.

FOTO: Sejumlah raja, sultan, pangeran, serta perwakilan kerajaan dan kesultanan Nusantara tampil dalam satu panggung Madura Ethnic Carnival (MEC) 2026 di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Sabtu (19/9/2026) malam.
Budaya

Panggung Madura Ethnic Carnival (MEC) 2026 di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Sabtu (19/9/2026) malam, menjadi ruang pertemuan budaya sejumlah kerajaan dan kesultanan dari berbagai daerah di Indonesia. Sejumlah raja, sultan, pangeran, serta perwakilan kerajaan dan kesultanan Nusantara tampil dalam satu panggung. Mereka mengikuti defile dengan diiringi para dayang yang mengenakan busana adat Keraton Sumenep.