Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Pemerintahan

Gubernur Jatim Tinjau Kondisi Pelabuhan Dungkek

×

Gubernur Jatim Tinjau Kondisi Pelabuhan Dungkek

Sebarkan artikel ini
KOMPAK: Gubernur Khofifah didampingi Bupati dan Wabup Sumenep saat memberikan arahan di Pelabuhan Dungkek (Foto: Abd Wakid)
KOMPAK: Gubernur Khofifah didampingi Bupati dan Wabup Sumenep saat memberikan arahan di Pelabuhan Dungkek (Foto: Abd Wakid)
Example 468x60

SUMENEP, (WARTA ZONE) – Usai menghadiri acara serah terima jabatan (Sertijab) di Pendopo Agung Keraton Sumenep, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa meninjau kondisi Pelabuhan Dungkek, Minggu (7/3/2021) sore.

Rombongan orang nomor satu di lingkungan Pemprov Jatim ini tiba di lokasi sekitar pukul 15.00 WIB bersama Bupati dan Wakil Bupati Sumenep.

Example 300x600

Khofifah menjelaskan, proses pembangunan dermaga yang menelan anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) Jawa Timur sebesar 45 miliar itu diharapkan dapat mendongkrak potensi ekonomi warga khususnya masyarakat kepulauan.

“Artinya, ini memberikan daya tarik bagi wisatawan untuk bisa menikmati oksigen terbaik kedua di dunia yang Allah berikan hanya di dua titik, di Yordania dan Gili Iyang Sumenep,” ujarnya.

“Insya Allah dalam waktu dekat pelabuhan ini akan segera beroperasi,” imbuh dia.

Sementara itu, Bupati Sumenep, Achmad Fauzi mengatakan, jika dilihat dari proses awal pengerjaan proyek dermaga itu sudah bisa dipastikan selesai tepat waktu sesuai dengan masa kontrak kerja.

“Hasil peninjauan pekerjaan pembangunan itu sudah layak, bahkan tidak perlu ada penambahan waktu untuk menyelesaikannya, mengingat pekerjaan proyek itu sudah selesai beberapa waktu lalu,” ucapnya.

Dirinya berharap, dengan keberadaan dermaga tersebut akan dapat mempercepat roda perekonomian masyarakat sekitar dan warga kepulauan. “Iya mudah-mudahan ini bisa bermanfaat lah untuk semua,” harapnya.

Selain itu, Kepala Dinas Perhubungan Sumenep, Agustiono Sulasno mengatakan, keberadaan Pelabuhan Dungkek diharap akan menjadi pelabuhan alternatif mengingat, saat ini, Pelabuhan Kalianget sudah dinilai kelebihan kapasitas. Sebab, sudah mewadahi kegiatan bongkar muat barang maupun penumpang.

“Kami akan terus berkomunikasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Kementerian Perhubungan agar mendapatkan rute kapal. Khususnya kapal perintis sebagai pelabuhan alternatif di Sumenep,” tandasnya.

Sekadar informasi, revitalisasi pelabuhan Dungkek Kabupaten Sumenep yang berasal Bantuan Keuangan Gubernur Jatim tahun 2019 sebesar Rp60 miliar yang diperuntukkan kepada dua pelabuhan. Rinciannya, Pelabuhan Gili Iyang sebesar Rp15 miliar dan pelabuhan Dungkek sebesar Rp45 miliar. (*)

Example 300250
Example 120x600
FOTO: Kemegahan panggung Madura Ethnic Carnival (MEC) 2026 di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Sabtu (19/9/2026) malam.
Budaya

Madura Ethnic Carnival (MEC) 2026 tak sekadar menghadirkan parade busana dan pertunjukan budaya. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Jawa Timur, menjadikan gelaran tersebut sebagai salah satu ruang untuk mempromosikan kekayaan budaya sekaligus mendorong perputaran ekonomi masyarakat. MEC 2026 digelar di kawasan Keraton Sumenep, Sabtu (19/9/2026) malam, dengan mengangkat tema Keraton Sumenep. Sejumlah unsur sejarah dan kebudayaan keraton ditampilkan melalui kostum, parade, hingga pertunjukan seni.