Nilam Noor Fadilah Wulandari Terpilih Jadi Anggota DPRD Jember, Janji Fokus Tangani Persoalan Stunting

0 Komentar
Reporter : Nur Imatus Safitri
Foto: Nilam Noor Fadilah Wulandari Terpilih Jadi Anggota DPRD Jember dari dapil 7, dari hasil final perhitungan suara pada rapat pleno KPU Jember.

Foto: Nilam Noor Fadilah Wulandari Terpilih Jadi Anggota DPRD Jember dari dapil 7, dari hasil final perhitungan suara pada rapat pleno KPU Jember.

JEMBER, (WARTA ZONE) – Nilam Noor Fadilah Wulandari, perempuan kelahiran 1984 asli Jember ini adalah sosok Caleg DPRD Jember, dari Dapil 7 wilayah Sumberbaru, Tanggul, Bangsalsari, Semboro, dan Umbulsari.

Pada kontestasi Pileg 14 Februari 2024 kemarin. Perempuan yang akrab disapa Nilam ini, maju sebagai Caleg dari Partai Golkar.

Dari perjuangannya untuk dapat duduk di kursi wakil rakyat di Gedung Parlemen Jalan Kalimantan, Jember itu. Nilam dinyatakan lolos sebagai anggota legislatif DPRD Jember, dari dapil 7, dari hasil final perhitungan suara pada rapat pleno KPU Jember kemarin.

Partai Golkar tempatnya berjuang secara politik, pada kontestasi Pileg 2024 kali ini. Diketahui juga moncer dengan berhasil meraih 6 kursi di parlemen tingkat Jember.

Raihan kursi itu meningkat dari tahun 2019 lalu, dimana partai berlambang pohon beringin itu. Kala itu hanya mampu meraih dua kursi.

Baca Juga:  Begini Strategi Pengusaha Perumahan Pasarkan Propertinya Untuk Kaum Milenial

Dari keberhasilan Nilam meraih kursi di DPRD Jember. Diakui oleh perempuan yang juga masih aktif di aktivis Komisi Perempuan Indonesia (KPI) dan di Forum Alumni HMI Wati FORHATI Jatim itu, menjadi sebuah tanggung jawab untuknya dalam memperjuangkan kepentingan rakyat.

Saat ditemui di jeda kegiatannya yang masih mengawal hasil Pemilu 2024 hingga dinyatakan resmi oleh KPU pusat.

Nilam berjanji akan memperjuangkan dan mengatasi persoalan stunting.

Karena kata perempuan yang masih aktif dan menjabat sebagai Ketua PD Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG) Golkar Jember ini.

Kasus stunting masih menjadi momok persoalan yang dihadapi masyarakat Jember.

“Untuk saat ini saya masih belum memegang data valid berapa angka kasus stunting di Jember. Tapi dari yang pernah saya dengar, kasus stunting di Jember masih tinggi. Setahu saya peringkat tiga di Jawa Timur,” ujar Nilam saat dikonfirmasi di Jember, Jumat (8/3/2024) malam.

Baca Juga:  Ibu Kandung Gorok Leher Anak di Jember, Akan Diperiksa Kondisi Psikis Oleh Dokter Ahli

Dengan masih adanya persoalan kasus stunting itu, lanjutnya, nanti saat resmi duduk sebagai anggota dewan di tingkat DPRD Jember.

Kasus stunting adalah pertama yang akan dicari solusinya.

“Diantaranya nanti, saya akan melakukan evaluasi komprehensif terhadap kebijakan penanganan stunting anak di Jember. Karena menurut saya, ada kebijakan yang kurang tepat terkait penanganan stunting ini,” ujarnya.

“Persoalan stunting tidak hanya dengan solusi perbaikan gizi. Tapi juga harus dikuliti, awal persoalannya dimana,” sambungnya.

Nantinya saat duduk di kursi parlemen DPRD Jember, lanjut perempuan yang juga Founder dari Nilam Care itu, soal penanganan kasus stunting.

Baca Juga:  Peserta JKN Kelas 3 Tidak Bisa Naik Kelas Terkait Layanan di Rumah Sakit, Ini Kata BPJS Kesehatan Jember

Juga akan diupayakan rekomendasi soal kebijakan penambahan fasilitas kesehatan gizi anak.

“Bahkan dari tingkatan RT/RW sampai ke atas. Selain itu, sosialisasi serta edukasi lainnya, juga akan direkomendasikan. Juga soal langkah antisipasi pernikahan dini. Karena edukasi soal kasus stunting ini penting. Apalagi pernikahan dini itu, juga menjadi salah satu persoalan,” ucapnya.

“Apalagi saya juga membina lembaga atau organisasi yang fokus soal sosial kesehatan, edukasi gizi, dan parenting secara langsung. Bernama Nilam Care. Nantinya lewat itu, juga kita fokus tangani stunting itu,” sambungnya. (*)

Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment