Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
PemerintahanSosial

Peka Kepedulian Sosial, Bupati Sumenep Apresiasi JMSI Santuni Anak Yatim dan Janda

×

Peka Kepedulian Sosial, Bupati Sumenep Apresiasi JMSI Santuni Anak Yatim dan Janda

Sebarkan artikel ini
FOTO: Kepala Diskominfo Kabupaten Sumenep, Indra Wahyudi, menyerahkan santunan kepada anak yatim dan para janda saat buka puasa bersama yang digagas JMSI Kabupaten Sumenep, pada Ramadan 1447 Hijriah, Senin (9/3/2026).
FOTO: Kepala Diskominfo Kabupaten Sumenep, Indra Wahyudi, menyerahkan santunan kepada anak yatim dan para janda saat buka puasa bersama yang digagas JMSI Kabupaten Sumenep, pada Ramadan 1447 Hijriah, Senin (9/3/2026).
Example 468x60

SUMENEP, (WARTA ZONE) – Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo melalui Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sumenep, Indra Wahyudi, menyampaikan apresiasi atas inisiatif JMSI dalam menggelar kegiatan sosial berupa buka puasa bersama yang dirangkai dengan pemberian santunan kepada anak yatim dan para janda pada Ramadan 1447 Hijriah, Senin (9/3/2026).

Menurut Indra, media memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan daerah, termasuk dalam menumbuhkan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Example 300x600

“Atas nama Pemkab Sumenep kami menyampaikan apresiasi dan dukungan atas kegiatan sosial yang digelar JMSI. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan setiap tahunnya,” terangnya.

Kolaborasi antara insan media dan Pemerintah Daerah dalam aksi sosial, akan menjadi upaya bersama untuk memajukan kabupaten Sumenep dari ketertinggalan.

“Kolaborasi ini harus terus dijaga dan ditingkatkan, keberadaan media sangat membantu kami dalam mensosialisasikan program kerja, sehingga masyarakat dapat memahami apa yang telah kami perbuat,” tegasnya.

Untuk diketahui, kegiatan ini berlangsung di aula Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumenep, Jalan Trunojoyo Nomor 120, dihadiri pengurus JMSI, jurnalis dari berbagai media, serta sejumlah undangan.

Selain menjadi ajang berbagi, kegiatan itu juga dimanfaatkan sebagai sarana mempererat silaturahmi antara insan pers dan masyarakat.

Dalam acara tersebut, puluhan anak yatim dan janda menerima santunan sebagai bentuk kepedulian sosial. Para peserta juga mengikuti tausiah keagamaan sebelum berbuka puasa bersama.

Ketua Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Kabupaten Sumenep, Supanji, mengatakan kegiatan tersebut merupakan wujud komitmen insan pers untuk tidak hanya menjalankan fungsi jurnalistik, tetapi juga berperan aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.

“Melalui kegiatan ini kami ingin menumbuhkan kepekaan sosial di kalangan insan pers, sehingga kehadiran media juga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya dalam sambutan.

Panji menambahkan, kegiatan berbagi tersebut juga menjadi ruang untuk mempererat hubungan antara jurnalis, masyarakat, serta berbagai lembaga yang selama ini turut mendukung kegiatan sosial di Kabupaten Sumenep.

“Alhamdulillah kegiatan ini dapat terlaksana berkat dukungan banyak pihak yang memiliki kepedulian yang sama. Ini menunjukkan semangat berbagi di bulan Ramadan masih sangat kuat,” katanya.

Kegiatan buka puasa bersama dan santunan tersebut terselenggara berkat dukungan sejumlah lembaga dan perusahaan, di antaranya Pemkab Sumenep, Said Abdullah Institute (SAI), BAZNAS Sumenep, BPRS Bhakti Sumekar, RSUD Moh. Anwar Sumenep, DPRD Sumenep, serta sejumlah mitra lainnya seperti SKK Migas, Kangean Energy Indonesia, Medco Energi, dan Husky-CNOOC Madura Limited. (*)

Example 300250
Example 120x600
FOTO: Kemegahan panggung Madura Ethnic Carnival (MEC) 2026 di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Sabtu (19/9/2026) malam.
Budaya

Madura Ethnic Carnival (MEC) 2026 tak sekadar menghadirkan parade busana dan pertunjukan budaya. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Jawa Timur, menjadikan gelaran tersebut sebagai salah satu ruang untuk mempromosikan kekayaan budaya sekaligus mendorong perputaran ekonomi masyarakat. MEC 2026 digelar di kawasan Keraton Sumenep, Sabtu (19/9/2026) malam, dengan mengangkat tema Keraton Sumenep. Sejumlah unsur sejarah dan kebudayaan keraton ditampilkan melalui kostum, parade, hingga pertunjukan seni.