Jelang Lebaran, Bupati dan Wabup Jember Kompak Sidak ke Pasar Pantau Stok dan Harga Pangan

0 Komentar
Reporter : Nur Imatus Safitri
Foto: Bupati dan Wabup beserta jajaran Forkopimda melakukan sidak di sejumlah pasar wilayah Kota Jember, menjelang lebaran Idul Fitri 1442 Hijriah.

Foto: Bupati dan Wabup beserta jajaran Forkopimda melakukan sidak di sejumlah pasar wilayah Kota Jember, menjelang lebaran Idul Fitri 1442 Hijriah.

JEMBER, (WARTA ZONE) – Bupati dan Wabup Jember Hendy Siswanto dan Muhammad Balya Firjaun Barlaman (Gus Firjaun), bersama jajaran Forkopimda sedang melakukan inspeksi mendadak (sidak) pasar wilayah Kota Jember. Bupati ingin memastikan stok dan harga pangan menjelang Lebaran Idul Fitri 1442 Hijriah.

Dari pantauan wartawan di lokasi, sidak dilakukan di dua pasar, yakni Pasar Tanjung dan Pasar Mangli, Kecamatan Kaliwates.

Menurut Bupati Hendy, kondisi pasar menjelang Lebaran tahun 2021 ini, rendahnya daya pembeli masyarakat. Padahal stok kebutuhan menjelang lebaran tersedia.

Selain itu, Hendy mengungkapkan adanya kenaikan harga dari sejumlah komoditas di pasar jelang lebaran. Sehingga hal itu yang mempengaruhi terjadinya deflasi di Kabupaten Jember.

“Kunjungannya kali ini, selain memantau ketersediaan kebutuhan masyarakat jelang lebaran, dua pasar di Jember ada kenaikan sedikit dan perubahan harga. Dan jumlah pembeli juga sedikit karena diduga Pandemi,” ucap Hendy disela kegiatan sidaknya saat dikonfirmasi sejumlah wartawan, Selasa (11/5/2021).

Baca Juga:  Mulai Besok, Uji Coba SSA Kawasan Kampus Jember Berlangsung 24 Jam

Kemudian, terkait pembelian daging ayam ataupun sapi juga cukup banyak diminati oleh masyarakat. Namun, kebanyakan masyarakat memanfaatkan pembelian daging tersebut dengan cara arisan daging.

Hendy juga menambahkan, adanya kondisi daya beli masyarakat lebih baik dibandingkan dengan yang terjadi di ramadan tahun lalu.

“Untuk tahun (2021) ini, lumayan daripada tahun kemarin. Malah tahun sebelumnya tidak boleh jualan di pasar. Sedangkan tahun ini buka, tapi pastikan penerapan protokol kesehatan juga harus dilakukan. Semuanya harus memakai masker dan kerumunan mengalir,” katanya.

Hendy berharap semua masyarakat bisa segera menjalankan perekonomian dengan normal kembali. Sehingga bisa menolong berputarnya roda ekonomi. Contohnya yang masih bertahan seperti arisan daging.

“Dengan pembeli-pembeli daging kebanyakan dari arisan daging hingga mencapai 2 ton. Gak banyak yang beli, jadi nabung terlebih dahulu selama setahun lamanya,” ujarnya.

Baca Juga:  Usulan Kebutuhan Pupuk Subsidi di Jember Naik, Alokasi 108.662 Ton

Setidaknya dengan adanya arisan seperti itu, lanjut Hendy, bisa membantu roda perekonomian di Kabupaten Jember di tengah Pandemi Covid-19. “Semoga Covid-19 habis, pembeli  (daya beli masyarakat) meningkat,” imbuhnya.

Selanjutnya, pantauan di Pasar Tanjung dan Pasar Mangli, untuk harga-harga sejumlah komoditas yang mengalami kenaikan. Diantarnya, harga cabai merah. Untuk harga tertinggi ada di Pasar Tanjung seharga Rp. 48.000/kg. Sedangkan Harga cabai merah terendah di Pasar Mangli Rp. 42.000/kg.

Sedangkan harga cabai rawit di Pasar Tanjung berkisar Rp. 57.000/kg. Harga cabai rawit terendah di Pasar Mayang Rp. 47.000/kg.

Tak kalah juga dengan harga daging beranjak naik, yakni harga daging sapi dan ayam broiler. Harga daging sapi tertinggi di Pasar Tanjung Rp. 130.000/kg sedangkan terendah di Pasar Mayang Rp. 115.000/kg.

Baca Juga:  Proyek Perbaikan Plengsengan Jalur Gumitir Longsor, Diduga Akibat Kendaraan Muatan Besar

Daging Ayam broiler harga tertinggi di Pasar Tanjung Rp. 35.000/kg, harga terendah di Pasar Mayang Rp. 33.000/kg.

Untuk jenis sayuran yang mengalami kenaikan lainnya adalah wortel dan kentang. Harga wortel tertinggi di Pasar Tanjung mencapai Rp.8000/kg. Sedangkan kentang harga tertinggi Rp.15.000/kg.

Sedangkan harga-harga komoditas lainnya seperti beras, minyak goreng dan telur masih stabil. Harga beras jenis IR 64 tertinggi seharga Rp.12.000/kg. Harga telur tertinggi Rp. 24.000/kg di Pasar Mayang. Kemudian untuk harga minyak goreng tertinggi Rp.15.000/kg. (*)

Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment