Vaksinasi Tahap Kedua Masih 28 Persen, Bupati Jember Ajak Masyarakat Lakukan Vaksin

0 Komentar
Reporter : Nur Imatus Safitri
Foto: Bupati Jember, Hendy Siswanto saat dikonfirmasi sejumlah wartawan di Pendapa Wahyawibawagraha.

Foto: Bupati Jember, Hendy Siswanto saat dikonfirmasi sejumlah wartawan di Pendapa Wahyawibawagraha.

JEMBER, (WARTA ZONE) – Bupati Jember, Hendy Siswanto mengimbau masyarakat untuk segera melakukan vaksinasi Covid-19 tahap kedua. Saat ini Vaksinasi di Jember masih rendah, yakni sekitar 28 persen.

Menurut Hendy, vaksinasi tahap pertama sudah mencapai 52 persen. Untuk tahap kedua ini, masih banyak masyarakat yang enggan untuk vaksin.

“Vaksinasi kita sudah memasuki tahap kedua. Namun hingga saat ini di Jember masih rendah 28 persen,” ucap Hendy saat dikonfirmasi sejumlah wartawan usai rapat di Pendapa Wahyawibawagraha. Senin (21/6/2021).

Baca Juga:  Lantik Ratusan Pejabat di Lingkungan Pemkab Jember, Ini Pesan Bupati Hendy

Untuk mengefisiensi waktu, pihaknya akan segera menggelar layanan vaksinasi secara Drive Thru.

“Kami akan membuka gerai-gerai layanan Vaksinasi. Contohnya seperti di pusat perbelanjaan dan fasilitas umum lainnya. Sehingga mempermudah masyarakat dan tidak perlu menunggu lama,” ujarnya.

“Juga di Puskesmas sewaktu-waktu langsung bisa Vaksinasi. Cukup datang membawa KTP (Kartu Tanda Pengenal). Enggak usah lama-lama nunggu. Kalau kemarin- kemarin memang harus daftar dulu karena ketersedian vaksin belum ada. Kalau sekarang sudah ada, tinggal data saja,” sambungnya.

Namun demikian, lanjut Hendy, kebanyakan masyarakat enggan di vaksin akibat takut jarum suntik.

Baca Juga:  Update! Peserta Even Tajemtra Capai 11 Ribu, Belasan Orang dari Mancanegara

“Kebanyakan orang yang gak datang itu takut, takut di suntik. Maka dari itu ayo saya minta bantuan sosialisasikan bahwa vaksin ini menyehatkan. Terutama masyarakat pedesaan, contohnya di Silo (Kecamatan). Ada yang lompat pagar karena takut vaksin,” lanjutnya.

Maka dari itu, Bupati juga terus mengimbau agar masyarakat tidak takut adanya vaksinasi.

“Vaksinasi memang tidak bisa 100 persen menyelamatkan. Namun, tetap harus tetap di vaksin, tanpa di vaksin justru lebih bahaya lagi,” tegasnya.

Setidaknya, orang yang sudah melakukan vaksinasi akan memiliki kekebalan tubuh.

Baca Juga:  Pemkab Jember MoU dengan Pengurus Cabang Alumni IKA Unair Tingkatkan SDM

Hendy juga mengatakan untuk tetap menerapkan 5M (Memakai masker, Mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir, Menjaga jarak, Menjauhi kerumunan, serta Membatasi mobilisasi dan interaksi. Ditambah lagi 3T, (Testing, Tracing, dan Treatment).

“Tapi tetap 5 M dan 3T harus di terapkan walaupun sudah di vaksin,” pungkasnya. (*)

Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment