Sejumlah Model Geruduk Polres Jember, Ngaku Jadi Korban Pelecehan Seksual Seorang Fotografer

0 Komentar
Reporter : Nur Imatus Safitri
FOTO: Para korban yang diduga mengalami pelecehan seksual seorang fotografer berinisial AP (25) warga Desa Balung Kulon, Jember.

FOTO: Para korban yang diduga mengalami pelecehan seksual seorang fotografer berinisial AP (25) warga Desa Balung Kulon, Jember.

JEMBER, (WARTA ZONE) – Sejumlah perempuan yang mengaku berprofesi sebagai foto model menggeruduk Mapolres Jember, Rabu (22/5/2024) sore. Mereka melaporkan seorang fotografer berinisial AP (25) warga Desa Balung Kulon, Jember.

Pelaku diduga melakukan pelecehan seksual terhadap para perempuan tersebut. Para korban diketahui berinisial RR (19) asal Banyuwangi, dan M (23) asal Tuban.

Kemudian dua perempuan lainnya asal Jember, yakni R (20) asal Kecamatan Jenggawah, dan AY (20) asal Kecamatan Balung.

Salah satu korban berinisial AY (20) saat dikonfirmasi, mengaku modus pelaku untuk melakukan aksinya. Berawal dengan menawari para korban untuk dipotret sebagai foto model.

Untuk para korban, kata AY, kurang lebih 30 orang. Saat ini masih bermaksud memberanikan diri, untuk juga ikut membuat laporan polisi.

“Awal mulanya dia (terduga pelaku) mengirim pesan lewat DM (Direct Message) di akun sosmed Instagram. Kemudian dia chat dan tanya-tanya. Kira-kira mau gak jadi model foto untuk kemudian dipasang di feed Instagramnya. Setelah itu dia minta kita untuk membawa satu buah dress hitam. Kemudian dia basa basi di DM, lalu dia minta nomer WA,” kata AY saat dikonfirmasi di sela pelaporan di Mapolres Jember.

Baca Juga:  Diduga Keracunan Makanan, Ratusan Santri di Bondowoso Dilarikan Ke Rumah Sakit

“Setelah kita kasih, ada beberapa korban yang datang ke lokasi studio foto miliknya. Tapi ternyata di sana, gak sesuai dengan ekspektasi. Kami para korban di sana itu malah mendapat perlakuan tidak senonoh,” sambungnya.

Menurut AY, studio milik terduga pelaku tampak sepi. Sehingga aksi dugaan pelecehan seksual yang dilakukan berlangsung aman.

“Kebanyakan sepi di studionya itu, tapi ya kadang hanya berdua dengan model lain. Tapi semisal kondisi studio rame, kita difotonya paling belakang sendiri gitu,” ungkapnya.

Ayu menyampaikan, tindak senonoh yang dilakukan. Sehingga mengarah pada tindak dugaan pelecehan seksual, memanfaatkan kelengahan korban saat berpose sebelum di potret oleh terduga pelaku.

“Beberapa korban itu sempat dilecehkan, dipegang payudaranya, vaginanya. Bahkan ada juga yang dipaksa melakukan hal -hal seperti itu (tindak pelecehan seksual),” ujarnya.

Baca Juga:  Oknum Kiai Cabul di Jember Sidang Perdana, Kuasa Hukum Enggan Berkomentar

Terkait tindak dugaan pelecehan seksual yang terjadi, lebih lanjut kata AY, sudah berlangsung lama. Bahkan sekitar 3 tahun yang lalu.

“Kami para korban ini kemudian saling berkomunikasi. Kalau kejadiannya, diketahui mulai tahun 2020 lalu. Berani speak up tahun ini, karena apa yang terjadi ternyata sama semua,” ucapnya.

Untuk para korban, lanjutnya, mencapai puluhan orang. Saat ini ada sekitar 6-7 orang yang melaporkan. Tapi yang pasti jadi korban masih 4 orang. Di luaran korbannya mungkin ada 30 orang lebih.

“Korban rata -rata mahasiswa. Diminta untuk membawa dress hitam, dan harus (tampil) seksi gitu,” bebernya.

“Bahkan ada yang berhijab, malah disuruh lepas. Mereka mau melakukannya, karena (juga) ada unsur pengancaman juga di situ, ada unsur kekerasan juga,” imbuhnya.

Sementara itu salah satu korban lainnya, M (23) mengaku dengan adanya tindak dugaan pelecehan seksual itu. Dirinya sengaja menyebarkan informasi tentang apa yang dilakukan terduga pelaku di Medsos.

Baca Juga:  Polres Jember Tindak 14 Pemotor Pakai Knalpot Brong

“Alhamdulillah viral, karena memang kejadian ini harus diungkap. Karena apa yang dilakukan dia (terduga pelaku) adalah tindak kejahatan,” ujar M saat dikonfirmasi terpisah.

Dari diungkapnya informasi di medsos, bahkan menurutnya sampai viral. Pihaknya berharap, kata M, korban lainnya dapat bersuara.

“Saat ini sudah ada 6-7 orang, tapi kami masih diperiksa. Sementara ada 4 orang yang tercatat di polisi. Padahal korbannya banyak. Semoga semua bisa speak up (bersuara),” tegasnya.

Menanggapi laporan para korban yang diduga mengalami pelecehan seksual itu. Pawasidik Satreskrim Polres Jember Iptu Naufal Muttaqin, mengatakan polisi masih menerima laporan dari para korban.

“Benar sejumlah korban sudah membuat laporan ke Polres Jember. Namun masih pada tahap menerima laporan. Masih proses pemeriksaan terhadap para saksi korban. Lebih lanjut akan kami sampaikan,” kata Naufal. (*)

Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment