Kesenian Musik Tradisional Patrol, Bupati Hendy: Merupakan Warisan Budaya Asli Milik Kabupaten Jember

0 Komentar
Reporter : Nur Imatus Safitri
Foto: Bupati Jember, Hendy Siswanto.

Foto: Bupati Jember, Hendy Siswanto.

JEMBER, (WARTA ZONE) – Pemerintah Kabupaten Jember menyelenggarakan diskusi publik terkait kesenian musik patrol. Yang bertemakan “Meneropong Warisan Budaya Tak Benda”. Acara tersebut diselenggarakan di Wisata Puncak Rembangan, Kecamatan Arjasa, Selasa (22/06/2021).

Dalam kegiatan itu, dihadiri oleh Bupati dan Wakil Bupati Jember, Jajaran Forkopimda, Plt. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jember, Plt. Kepala Diskominfo Jember dan Para Budayawan.

Dalam sambutannya, Bupati Jember Hendy Siswanto menceritakan tentang sejarah kesenian musik patrol dan sudah menjadi tradisi di Kabupaten Jember.

Baca Juga:  Bupati Hendy: Tahun 2023 Unit Damkar dan Penyelamatan Jadi Dinas Tersendiri

“Saya saat masih remaja dulu bermain musik patrol, awalnya di Jember ini hanya ada dua kampung yang ada grup musik patrol. Yakni kampung Ledok dan kampung Kauman, lainnya masih belum ada,” ucap Hendy.

“Dan saya memainkan musik patrol itu mulai duduk di bangku SD. Sekarang umur saya sudah hampir 60 tahun, dan kebudayaan musik patrol masih khas di Kabupaten Jember,” sambungnya.

Tradisi kesenian musik patrol merupakan budaya tahunan di Kabupaten Jember. Tradisi tersebut dilaksanakan setiap momen bulan Ramadhan atau setahun sekali.

Baca Juga:  Gembleng Pesilat di Jember, Bupati Hendy: Melalui Pendidikan Silat Akan Dibentuk Jadi Kader Bela Negara

“Untuk rute keberangkatannya itu dari kampung ke kampung, tujuannya membangunkan serta memberikan hiburan menjelang waktu sahur,” katanya.

Kata Hendy, hingga saat ini tradisi kesenian musik patrol merupakan bagian dari turun temurun dan harus dijaga.

“Maka dari itu, masyarakat Jember harus menyadari dan paham betul mengenai apa yang dimiliki Kabupaten Jember. Bahwa musik patrol ini memang warisan budaya kita. Sehingga, ini langkah kami untuk meningkatkan kesadaran akan budaya milik kita sendiri supaya tidak diambil pihak lain,” ujarnya.

Baca Juga:  Pimpin Upacara HUT Kemerdekaan ke-78 RI, Bupati Hendy dan Ketua TP PKK Kenakan Baju Adat Kabasaran Minahasa

Kedepannya, Bupati berharap kesenian tradisional musik patrol itu tidak hanya ditampilkan saat bulan Ramadhan.

“Tetapi ditampilkan sepanjang tahun dan harus bisa menggerakkan perekonomian juga,” pungkasnya.

Perlu diketahui, di sela-sela acara tersebut, Bupati Hendy Siswanto didampingi Wabup Jember Muhammad Balya Firjaun Barlaman (Gus Firjaun), menyerahkan penghargaan kepada salah satu warganya. Yaitu Misnawar pencipta lagu Watu Ulo. (*)

Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment