Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Daerah

Langkah Nyata Pemkab Sumenep Turunkan Angka Stunting

×

Langkah Nyata Pemkab Sumenep Turunkan Angka Stunting

Sebarkan artikel ini
Langkah Nyata Pemkab Sumenep Turunkan Angka Stunting
Foto: Lokakarya Optimalisasi Peran CSR dalam Mendukung Percepatan Penurunan Stunting, di Meeting Hall Hotel De Baghraf, Rabu (09/11/2022).
Example 468x60

SUMENEP, (WARTA ZONE) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Madura, Jawa Timur, terus berupaya menurunkan angka stunting di wilayah setempat.

Langkah tersebut tertuang dalam menerbitkan Surat Keputusan (SK) Bupati Sumenep tahun 2022 tentang Tim Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Sumenep.

Example 300x600

“Kami terus melakukan berbagai langkah guna menyelesaikan masalah-masalah stunting, sehingga angka kasusnya menurun,” kata Wakil Bupati Sumenep Hj. Dewi Khalifah pada Lokakarya Optimalisasi Peran CSR dalam Mendukung Percepatan Penurunan Stunting, di Meeting Hall Hotel De Baghraf, Rabu (09/11/2022).

Dijelaskan, salah satu langkah nyata yang dilakukan pemerintah daerah guna mewujudkan percepatan penurunan stunting, telah menciptakan inovasi berupa Gerakan Eliminasi Terpadu Tuntaskan Tuberkulosis dan Stunting (GETTS), sehingga melalui Tim Percepatan Stunting dalam pelaksanaannya melibatkan semua unsur elemen masyarakat.

“GETTS agar realisasinya sukses mengajak semua unsur dan komponen di daerah seperti tokoh agama, tokoh masyarakat dan organisasi masyarakat, supaya skema pelaksanaannya menghasilkan capaian yang signifikan,” tuturnya.

Wabup Nyai Eva mengajak seluruh elemen untuk bergotong royong ikut mencegah dan menurunkan angka stunting, karena merupakan salah satu permasalahan yang tidak bisa diselesaikan pemerintah daerah semata, melainkan membutuhkan peran serta semua pihak di Kabupaten Sumenep.

“Semua unsur dilibatkan dalam program GETTS agar bisa bersinergitas satu sama lain, untuk menurunkan angka stunting di wilayah Kabupaten Sumenep, apalagi kasus stunting menjadi salah satu program prioritas daerah yang menargetkan prevalensi stunting 2024 sebesar 14 persen,” sebutnya.

Untuk itulah, pihak swasta ikut berperan dalam kerangka penanganan stuting (gagal tumbuh), melalui dana Corporate Social Responsibilty (CSR) sangat penting untuk percepatan penurunan angka penderitanya.

“Pihak swasta memberikan dukungan dalam gerakan penanganan stunting, di antaranya menghubungkan pihak swasta yang mempunyai model bisnis (peluang bisnis) yang sesuai dengan penyebab permasalahan anak stunting, underweight dan wasting, misalnya keterbatasan akses ketersediaan dan keterjangkauan layanan kesehatan dan conseling terkait nutrisi. Anak stunting juga dikarenakan rendahnya daya dukung sanitasi lingkungan yang buruk,” pungkasnya. (*)

Example 300250
Example 120x600
FOTO: Rapat Kerja (Raker) JMSI Kabupaten Sumenep periode 2026-2027, digelar di RM Ayam Brewok Sakera, Kota Sumenep, Selasa (1/9/2026).
Daerah

Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Kabupaten Sumenep mulai mematangkan strategi untuk memperkuat perusahaan pers anggotanya. Salah satu agenda yang mendapat perhatian utama adalah peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM).

Penguatan SDM tersebut menjadi bagian dari pembahasan Rapat Kerja (Raker) JMSI Kabupaten Sumenep periode 2026-2027 yang digelar di RM Ayam Brewok Sakera, Kota Sumenep, Selasa (1/9/2026).