Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Ekonomi

Ratusan Mahasiswa Belajar Investasi Lewat Acara Ngulik, Ini Kata OJK Jember

×

Ratusan Mahasiswa Belajar Investasi Lewat Acara Ngulik, Ini Kata OJK Jember

Sebarkan artikel ini
Caption: Sejumlah mahasiswa di Jember saat Ngobrol santai bersama OJK Jember, Sabtu (14/10/2023).
Example 468x60

JEMBER, (WARTA ZONE) – Ratusan mahasiswa perwakilan dari sejumlah perguruan tinggi negeri dan swasta di Jember. Ikut dalam acara ngulik (Ngobrol Unik Literasi Keuangan) yang digelar oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jember, Jumat (13/10/2023) malam.

Acara yang dikemas dalam bentuk nongkrong dan ngopi di halaman OJK Jember itu, bertujuan untuk mengajak para mahasiswa, agar belajar dan memahami kiat-kiat bagaimana memulai investasi secara aman dan legal.

Example 300x600

Menurut Kepala OJK Jember Hardi Rofiq Nasution, adanya acara yang dikemas santai dan seperti berada di cafe itu. Diharapkan memberikan manfaat dan menambah informasi soal memahami bagaimana memulai dan menjalankan investasi secara tepat dan benar.

“Sesuai tema kita, Ngulik ‘Ngobrol Unik Literasi Keuangan’, kalau ngomongin soal literasi keuangan, itu arahnya mitigasi resiko. Kalau mitigasi resiko, kita ajarkan investasi yang benar, wadahnya apa saja. Kalau (pemahaman soal) bank kan sudah umum, tapi kan itu harus punya uang lebih. Kalau investasi, bisa per sepuluhnya. Ada kesempatan di sana. Bahkan hasilnya bisa lebih besar dari hanya berharap (dari perputaran uang) di perbankan. Tapi (dalam berinvestasi) harus bersabar. Kita arahkan investasi yang benar dan legal, ya di sini,” ujar Hardi saat dikonfirmasi disela acara, Sabtu (14/10/2023) malam.

Dalam menjalankan sebuah investasi, Hardi menjelaskan, perlu dipahami soal potensi resiko tinggi yang mungkin dihadapi.

“Tidak ada nawarin pasar modal lewat WA, atau SMS. Karena dia (menawarkan investasi yang benar) dengan media legal. Tentu wadahnya izinnya harus (diketahui) OJK. Tapi kembali lagi, kalau investasi harus paham high risk dan high return. Artinya harus paham resiko dan bagaimana mendapatkan manfaat besarnya. Jangan baru belajar investasi langsung masuk pasar modal,” ujarnya.

Alasan menggandeng dan memberikan edukasi soal investasi kepada para mahasiswa. Lebih lanjut kata Hardi, dalam belajar investasi harus melalui beberapa tahapan.

“Kalau mahasiswa, kan belum terarah, tapi dalam hitungan jangka menengah. Mereka sudah menjadi pegawai yang potensial. Atau bisa disebut calon-calon orang yang punya duit. Apalagi (bicara soal investasi) masih jarang mahasiswa mendapatkan (dan paham) bagaimana berinvestasi yang benar. Harapannya dari giat (edukasi) ini bisa terserap ilmu 90 persen,” tuturnya.

Peluang investasi beraneka ragam, katanya, apakah masuk dunia kerja, ataupun dalam mengelola bisnis berbentuk franchise (waralaba).

“Untuk awal dijelaskan apa itu modal? Kalau belum punya duit arahnya ke bank (mengelola pinjaman modal) atau kalau sudah, bagaimana pengelolaan investasi yang tepat. Inikan masih dasar, nanti ada semacam kelasnya. Dia belajar kayak ada simulasinya. Jadi belajar trandingnya gmna. Gak langsung uang beneran, masih berupa tes. Dikasih modal uang digital, tapi tidak bisa ditarik,” ulasnya.

Dari giat belajar investasi itu, lebih jauh Hardi menyampaikan, merupakan giat pertama kali, yang dimungkinkan nanti akan ada kelanjutan dan evaluasi tentang memahami sebuah investasi itu.

“Kita coba dulu dan evaluasi yang pertama ini, nanti hasil survei ke teman-teman mahasiswa, mereka masih minat lagi. Kita buka lagi informasi untuk belajar ini, sehingga bisa naik tingkat dan benar-benar paham bagaimana berinvestasi yang benar itu,” tuturnya.

Dari kegiatan belajar soal investasi dari level dasar itu. OJK Jember juga menggandeng pemateri dan ahli di bidang Bursa Efek tingkat Jawa Timur. Didatangkan langsung dari Surabaya.

Dari kegiatan belajar investasi itu, menurut salah seorang mahasiswa Muhammad Korib Hamdani memberikan manfaat ilmu dan informasi soal bagaimana langkah awal memulai investasi itu.

“Untuk adanya acara dari OJK ini sangat bermanfaat sekali untuk mahasiswa, ada beberapa mahasiswa yang masih kurang paham terkait dengan ilmu literasi keuangan. Sekarang bisa sedikit paham,” ujar Korib saat dikonfirmasi terpisah.

Memahami proses investasi, kata mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN KHAS Jember ini, baru dipahami jika ada langkah awal yang harus dilakukan.

“Tidak kemudian langsung melakukan investasi, tapi yang ada malah melakukan pinjol (pinjaman online). Karena teman-teman saya ada yg seperti itu. Maka dengan adanya OJK ini, mengadakan (edukasi soal) investasi ini, bisa buat mereka berfikir. Bahwasanya adanya investasi ini akan menambah keuntungan bagi mahasiwa. Apalagi kalau tidak punya uang bukan malah pinjol. Tapi harusnya berinvestasi yang benar,” ujarnya.

Terkait memulai investasi, diakui mahasiswa Semester V ini, juga ada kesulitan yang harus dihadapi.

“Sebenarnya kalau kesulitan dari mahasiswa itu bagaimana step by stepnya, karena kan banyak beberapa problematika yang ada di luar, atau bagaimana mengenali beberapa perusahaan yg ilegal. Sehingga yang ada, malah mereka (para mahasiswa) takut untuk berinvestasi. Makanya dengan adanya OJK yang mengadakan acara ini, membuka wawasan yg luas terhadap literasi keuangan,” tuturnya. (*)

Example 300250
Example 120x600
FOTO: Kemegahan panggung Madura Ethnic Carnival (MEC) 2026 di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Sabtu (19/9/2026) malam.
Budaya

Madura Ethnic Carnival (MEC) 2026 tak sekadar menghadirkan parade busana dan pertunjukan budaya. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Jawa Timur, menjadikan gelaran tersebut sebagai salah satu ruang untuk mempromosikan kekayaan budaya sekaligus mendorong perputaran ekonomi masyarakat. MEC 2026 digelar di kawasan Keraton Sumenep, Sabtu (19/9/2026) malam, dengan mengangkat tema Keraton Sumenep. Sejumlah unsur sejarah dan kebudayaan keraton ditampilkan melalui kostum, parade, hingga pertunjukan seni.

FOTO: Produk UMKM masyarakat Gili Genting, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, diperkenalkan di Yogyakarta, bertempat di Hotel Tentrem Yogyakarta pada 15-17 September 2026, bersamaan dengan pelaksanaan Lokakarya Media 2026. (Panji Agira/wartazone.com)
Bisnis

Produk UMKM masyarakat Gili Genting, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, mendapat ruang untuk diperkenalkan lebih luas dalam Lokakarya Media 2026 SKK Migas-KKKS Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara (Jabanusa). Produk UMKM binaan SKK Migas dan Medco Energi tersebut dipamerkan di Hotel Tentrem Yogyakarta pada 15-17 September 2026, bersamaan dengan pelaksanaan Lokakarya Media 2026.

FOTO: Hasil kerajinan dari Desa Pagerungan Besar, Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep, saat tampil dalam pameran produk UMKM pada Lokakarya Media SKK Migas Jabanusa 2026 di Yogyakarta, Kamis (17/9/2026). (Panji Agira/wartazone.com)
Ekonomi

Produk kerajinan dari Desa Pagerungan Besar, Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep, mendapat kesempatan tampil dalam pameran produk UMKM pada Lokakarya Media SKK Migas Jabanusa 2026 di Yogyakarta, Kamis (17/9/2026). Produk tersebut merupakan hasil karya UMKM Kerajinan Santigi, salah satu mitra binaan Kangean Energy Indonesia (KEI) yang selama ini mendapat pendampingan dalam pengembangan usaha, mulai dari peningkatan kapasitas produksi hingga pemasaran.

FOTO: BPRS Bhakti Sumekar terus mendorong pedagang, pelaku UMKM dan ekonomi kreatif, untuk aktif meningkatkan ekonomi dalam berbagai kegiatan di Kabupaten Sumenep. (Ist/wartazone.com)
Bisnis

Keramaian dalam berbagai kegiatan masyarakat di Kabupaten Sumenep tak hanya menghadirkan hiburan maupun ruang berkumpul. Di balik setiap kegiatan, terdapat aktivitas ekonomi yang melibatkan pedagang, pelaku UMKM, ekonomi kreatif, hingga masyarakat yang menggantungkan pendapatan dari momentum tersebut. Potensi inilah yang dinilai perlu terus dikembangkan agar kegiatan daerah memberikan dampak yang lebih luas bagi perekonomian masyarakat.

FOTO: PT BPRS Bhakti Sumekar (Perseroda) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, kembali meraih KEJAR Award 2026 dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Bisnis

Upaya mendorong kebiasaan menabung dan pemahaman pengelolaan keuangan sejak usia sekolah kembali mendapat apresiasi. PT BPRS Bhakti Sumekar (Perseroda) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, meraih KEJAR Award 2026 dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Penghargaan tersebut diberikan dalam rangkaian puncak peringatan Hari Indonesia Menabung dan Bulan Literasi Keuangan 2026 melalui ajang Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) Award 2026.