Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
Pemerintahan

Wabup Sumenep Ingatkan ASN: Disiplin Kerja Harus Tumbuh dari Kesadaran Diri, Bukan karena Takut Pengawasan

×

Wabup Sumenep Ingatkan ASN: Disiplin Kerja Harus Tumbuh dari Kesadaran Diri, Bukan karena Takut Pengawasan

Sebarkan artikel ini
FOTO: Wakil Bupati Sumenep, KH. Imam Hasyim, saat apel peringatan Hari Santri Nasional (HSN), di halaman Kantor Bupati, Senin (19/10/2026).
FOTO: Wakil Bupati Sumenep, KH. Imam Hasyim, saat apel peringatan Hari Santri Nasional (HSN), di halaman Kantor Bupati, Senin (19/10/2026).

SUMENEP, (WARTA ZONE) – Pemerintah Kabupaten Sumenep terus mendorong penguatan tata kelola birokrasi yang profesional dan akuntabel. Di sela-sela apel peringatan Hari Santri Nasional (HSN) di halaman Kantor Bupati, Wakil Bupati Sumenep, KH. Imam Hasyim, menekankan pentingnya membangun budaya kerja yang disiplin dan taat aturan bagi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN).

​Menurut Wabup, kedisiplinan seorang abdi negara tidak boleh bersifat artifisial atau sekadar formalitas saat ada inspeksi mendadak (sidak) maupun pengawasan dari atasan.

Kesadaran untuk mematuhi ketentuan, mulai dari ketepatan waktu, aturan berpakaian, hingga profesionalisme dalam menjalankan tugas harus lahir secara konsisten dari dalam diri masing-masing pegawai.

​”Sikap disiplin tidak boleh hanya muncul saat ada pengawasan atasan atau sidak saja. Pegawai harus punya kesadaran pribadi untuk mematuhi aturan dan menjaga tanggung jawab sebagai abdi negara,” kata KH. Imam Hasyim, Senin (19/10/2026).

​Ia menambahkan, kedisiplinan yang mengakar kuat merupakan fondasi krusial dalam menciptakan pelayanan publik yang berkualitas serta memastikan program-program pemerintah dapat berjalan optimal demi kesejahteraan masyarakat.

​Selain menyoroti para pegawai, Wabup juga memberikan pesan khusus kepada para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Peran kepala instansi dinilai sangat strategis, di mana pimpinan tidak hanya bertugas melakukan pengawasan, melainkan wajib memberikan teladan nyata dalam kepatuhan dan tanggung jawab kerja.

​”Para pimpinan instansi harus mampu menjadi teladan nyata dalam menaati aturan serta aktif mendorong jajarannya untuk menerapkan prinsip kedisiplinan secara konsisten di lingkungan kerja masing-masing,” pungkasnya. ***