Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Peristiwa

Terduga Pelaku Penculikan Dua Bocah Asal Jember, Dibawa Naik Motor ke Situbondo

×

Terduga Pelaku Penculikan Dua Bocah Asal Jember, Dibawa Naik Motor ke Situbondo

Sebarkan artikel ini
Penculikan Dua Bocah Asal Jember, Pelaku Pacar Kakak Korban Warga Situbondo
Foto: Proses mediasi antara Bhabinkamtibmas dengan perangkat Muspika di Situbondo.
Example 468x60

JEMBER, (WARTA ZONE) – Kasus dugaan penculikan dua bocah seumuran SD terjadi di Dusun Plalangan, Desa Sukamakmur, Kecamatan Ajung, Jember.

Terduga pelaku inisial S (16) diketahui merupakan warga Kecamatan Sumbermalang, Kabupaten Situbondo.

Example 300x600

Terduga pelaku inisial S ini diketahui membawa kabur dua bocah inisial ANDK (10) siswa kelas 4 SD anak pasangan Iskandar Huda dan Islamiya.

Serta ALFN (9) siswa kelas 3 SD, putra pasangan Taufik dan Sudariyah.

Dari informasi yang disampaikan Kapolsek Ajung Iptu Agus Idham Khalid, terkait dugaan penculikan yang dilakukan pemuda asal Situbondo itu. Diketahui salah satu korban, adalah adik dari pacar dari terduga pelaku yang awalnya berkenalan lewat aplikasi medsos Facebook.

“Terduga pelaku ini sudah dikenal oleh masyarakat di Ajung, karena pacaran dengan salah seorang warga di sana. Karena seringnya ke Jember bahkan menginap, terduga pelaku akrab dengan anak-anak sekitar dan warga,” kata Idham saat dikonfirmasi di Mapolsek Ajung, Rabu (1/2/2023).

Kemudian terkait motif terduga pelaku penculikan ini, lanjutnya, mengajak kedua korban itu untuk jalan-jalan.

“Hal itu diketahui, saat dilakukan mediasi di tempat tinggal terduga pelaku. Dimana saat itu juga ada anggota Bhabinkamtibmas di Situbondo, Kepala Desa di sana dan tokoh masyarakat. Saat ditanya alasan membawa dua korban itu ke Situbondo, hanya diajak jalan-jalan,” ungkapnya.

Namun demikian, kedua korban saat dibawa ke Situbondo, terduga pelaku kala itu tidak bisa dihubungi, bahkan juga tidak izin dengan para orang tua korban.

“Si S ini (terduga pelaku) dengan naik motornya, membawa kedua korban ke Situbondo. Tapi tidak izin, juga saat diketahui menghilang itu. HPnya juga mati. Sehingga muncul dugaan penculikan itu,” jelasnya.

Akan tetapi, kata Idham, terkait kasus dugaan penculikan ini. Para orang tua korban tidak membuat laporan soal kasusnya, dan memilih jalur kekeluargaan.

“Soal laporan kembali ke para orang tua korban. Namun demikian, sebagai langkah antisipasi. Kami berkoordinasi dengan jajaran samping di Situbondo melakukan pengawasan dan pemantauan. Agar kejadian serupa tidak terjadi lagi,” ujarnya.

Lebih lanjut Idham menyampaikan, dari kejadian dugaan penculikan ini. Dua bocah korban itu, kini sudah dikembalikan kepada orang tuanya.

“Jadi saat anggota kami di Situbondo, sekaligus menjemput para korban. Dua orang bocah anak SD itu, sudah kembali bersama dengan orang tuanya,” tandasnya. (*)

Example 300250
Example 120x600
FOTO: Doa bersama untuk lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang kontak di perairan sekitar Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda, kegiatan dipimpin Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Seblak, Diwek, Jombang, Gus Bahar, dan dihadiri Ketua PWI Jawa Timur Lutfil Hakim bersama sejumlah pengurus. (Ist/wartazone.com)
Nasional

Harapan agar lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang kontak di perairan sekitar Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda, terus dipanjatkan. Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur menggelar doa bersama sebagai bentuk dukungan moral sekaligus ikhtiar batin di tengah pencarian yang memasuki hari keempat.