Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Nasional

Said Abdullah Dorong Kepemimpinan Baru OJK Perkuat Independensi dan Disiplin Pasar Modal

×

Said Abdullah Dorong Kepemimpinan Baru OJK Perkuat Independensi dan Disiplin Pasar Modal

Sebarkan artikel ini
FOTO: Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, MH Said Abdullah. (Dok. Istimewa)
FOTO: Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, MH Said Abdullah. (Dok. Istimewa)
Example 468x60

JAKARTA, (WARTA ZONE) – Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Said Abdullah, menyambut penunjukan pimpinan baru Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan menegaskan pentingnya menjaga independensi lembaga tersebut sebagai fondasi utama kepercayaan pasar dan stabilitas sektor keuangan nasional.

Penunjukan dilakukan melalui keputusan Dewan Komisioner OJK pada Sabtu (31/1/2026). Dalam keputusan tersebut, Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen, Friderica Widyasari Dewi, ditetapkan merangkap sebagai Anggota Dewan Komisioner (ADK) Pengganti Ketua dan Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK.

Example 300x600

Selain itu, Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto, Hasan Fawzi, ditunjuk sebagai ADK Pengganti Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon.

Penunjukan ini menyusul pengunduran diri Ketua OJK Mahendra Siregar, Wakil Ketua Mirza Adityaswara, serta Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Inarno Djajadi pada Jumat (30/1/2026).

Said menyatakan keyakinannya bahwa OJK tetap mampu menjalankan fungsi pengawasan secara optimal meski jumlah komisioner berkurang.

“Meskipun dewan komisioner OJK kini tersisa enam orang, ditambah dua unsur dari Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia, saya yakin delapan komisioner ini dapat melanjutkan kepemimpinan OJK dengan baik,” ujar Said dalam keterangan tertulis.

Ia menekankan, independensi OJK harus dijaga secara konsisten, termasuk dengan membatasi intervensi pihak eksternal. Menurutnya, peran pemerintah dan DPR sebatas memberikan masukan, bukan mengambil alih kewenangan otoritas keuangan.

“Pemerintah dan DPR sebaiknya membatasi diri untuk tidak berbicara apalagi bertindak di wilayah kewenangan OJK maupun BI. Independensi adalah kunci kepercayaan pasar,” tegasnya.

Dalam konteks pengawasan pasar modal, Said menyoroti maraknya praktik manipulasi perdagangan saham atau aksi goreng saham yang dinilai merusak mekanisme harga wajar. Ia menegaskan OJK harus menjadi institusi utama dalam penegakan aturan pasar modal.

“Aksi goreng-menggoreng saham harus dikendalikan oleh OJK sebagai penanggung jawab utama, bukan oleh institusi penegak hukum lain,” katanya.

Jika membutuhkan dukungan aparat lain, lanjut Said, koordinasi tersebut harus tetap berada di bawah komando OJK guna menjaga independensi lembaga.

Said juga menyinggung peran media sosial yang kerap digunakan untuk membangun opini dan memicu coordinated trading behaviour. Ia mendorong OJK mengatur kerja sama perusahaan efek dengan pegiat media sosial dan penyedia jasa teknologi, termasuk kewajiban sertifikasi untuk menjamin kepatuhan dan etika perdagangan.

Di sisi kebijakan, Said mengusulkan peningkatan batas free float saham dari 7,5 persen menjadi 15 persen mulai Februari 2026, yang kemudian diperluas secara bertahap.

Ia juga mendorong keterbukaan informasi kepemilikan emiten, termasuk pengungkapan ultimate beneficial owner, agar lembaga pemeringkat global seperti MSCI dapat menilai risiko secara lebih akurat.

Untuk sektor asuransi, Said meminta OJK mengevaluasi kebijakan penempatan hingga 20 persen dana iuran pemegang polis ke pasar saham. Menurutnya, kebijakan tersebut mengandung risiko spekulatif tinggi dan berpotensi mengulang kasus gagal bayar di industri asuransi.

Dalam jangka panjang, ia juga menilai perlu adanya kajian mendalam terhadap penempatan dana pensiun pada saham dan obligasi, khususnya saat terjadi arus keluar investor asing.

“OJK perlu merumuskan peran penyangga likuiditas yang jelas agar dana pensiun tidak dirugikan dan risiko komplikasi di pasar saham maupun obligasi dapat diminimalkan,” pungkas politisi asal Sumenep, Madura tersebut. (*)

Example 300250
Example 120x600
FOTO: Fauzi As. (Ist/wartazone.com)
Nasional

Ketika Nasib Petani Dijadikan Meja Taruhan
Tempo adalah media besar. Namanya panjang, reputasinya dibangun selama puluhan tahun, dan salah satu kekuatan yang selalu dilekatkan kepadanya adalah keberanian melakukan investigasi.

FOTO: Doa bersama untuk lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang kontak di perairan sekitar Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda, kegiatan dipimpin Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Seblak, Diwek, Jombang, Gus Bahar, dan dihadiri Ketua PWI Jawa Timur Lutfil Hakim bersama sejumlah pengurus. (Ist/wartazone.com)
Nasional

Harapan agar lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang kontak di perairan sekitar Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda, terus dipanjatkan. Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur menggelar doa bersama sebagai bentuk dukungan moral sekaligus ikhtiar batin di tengah pencarian yang memasuki hari keempat.

FOTO: Mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura (UTM) mengembangkan inovasi teknologi tepat guna terhadap keamanan pangan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Nasional

Kepedulian terhadap keamanan pangan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) mendorong mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura (UTM) mengembangkan inovasi teknologi tepat guna.

Melalui Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang mendapat pendanaan dari Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa), tim mahasiswa UTM menciptakan VACSAFE, perangkat pendingin makanan yang dirancang untuk membantu mengendalikan suhu pangan setelah proses memasak hingga sebelum makanan didistribusikan.