Plt Kepala Dinas Kesehatan Jember Terkonfirmasi Positif Covid-19, Bupati Hendy: Alhamdulillah, Sudah Berangsur Membaik

0 Komentar
Reporter : Nur Imatus Safitri

Ilustrasi hasil pemeriksaan positif Covid-19.

JEMBER, (WARTA ZONE) – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Jember, Jawa Timur, dilaporkan terkonfirmasi positif Covid-19. Saat ini, dr. Wiwik Supartiwi tengah menjalani isolasi mandiri.

Menurut Bupati Jember, Hendy Siswanto, Kepala Dinas Kesehatan dr. Wiwik terpapar positif Covid-19 karena risiko pekerjaan. “Iya, Kadinkes kan memang dia full bekerja, risiko tinggi memang buat kita petugas lapangan,” ucap Bupati Hendy, saat dikonfirmasi sejumlah wartawan, Sabtu (3/7/2021).

Untuk itu, menjaga diri dengan mematuhi protokol kesehatan (prokes) secara ketat sangatlah penting, mengingat intensitas dirinya bertemu dengan banyak orang, termasuk jajaran pimpinan OPD.

Baca Juga:  Partai Golkar Jember Gelar Vaksinasi, Bupati Hendy: Saat Ini Percepatan Vaksin Capai 30,2 Persen

“Kami juga harus menjaga diri, dan juga rekan-rekan. Apalagi kami ketemu publik setiap hari bisa sampai 12 kali tatap muka dengan siapapun, ini bagian risiko pekerjaan,” sambungnya.

Baca Juga: Sesuai Instruksi Mendagri, Kabupaten Jember Sepakat Terapkan PPKM Darurat

Apalagi dengan adanya Virus Covid-19 varian baru, kata Hendy, pola penyebarannya lebih cepat. Namun demikian, kabar baiknya, Kadinkes saat dalam proses pemulihan, sudah menjalani Swab Tes pertama setelah beberapa hari isolasi mandiri.

“Alhamdulillah, dari hasil tesnya sudah negatif, tapi sesuai SOP harus menjalani Tes Swab PCR kedua. Nanti dari sana akan diketahui kondisinya. Jika sudah negatif hasil Tes Swab kedua, akan kembali bekerja keras lagi,” ujarnya.

Baca Juga:  Jember Masuk PPKM Level 1, Bupati Hendy: Jangan Kendor Menerapkan Prokes

Dengan diketahuinya Kepla Dinkes Jember positif Covid-19. Diketahui saat ini di lingkungan Pemkab Jember ada beberapa ASN yang juga terpapar Virus Corona. “Yaitu ada 11 orang ASN (terkonfirmasi positif Covid-19),” jelasnya.

“Tapi semuanya sudah Isoman (isolasi mandiri), dan juga dilakukan 3T, yakni testing (pemeriksaan dini), tracing (pelacakan), dan treatment),” pungkasnya. (*)

Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment