Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Ekonomi

Penutupan Pasar Hewan di Sumenep Picu Kelumpuhan Ekonomi

×

Penutupan Pasar Hewan di Sumenep Picu Kelumpuhan Ekonomi

Sebarkan artikel ini
ANTUSIAS: Pedagang kambing saat menunjukkan dagangannya kepada konsumen di sekitar Jalan Urip Sumoharjo Sumenep (Foto: Abd Wakid)
ANTUSIAS: Pedagang kambing saat menunjukkan dagangannya kepada konsumen di sekitar Jalan Urip Sumoharjo Sumenep (Foto: Abd Wakid)
Example 468x60

SUMENEP, (WARTA ZONE) – Penutupan pasar hewan di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur oleh aparatur pemerintah membuat para pedagang sapi dan kambing kecewa lantaran akan melumpuhkan ekonomi warga.

Penutupan ini merupakan buntut dari adanya kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat COVID-19 yang direncanakan akan berlangsung hingga tanggal 20 Juli 2021 mendatang.

Example 300x600

“Kalau pasarnya sudah ditutup ini mau jual kemana. Ini nanti malah akan melumpuhkan pendapatan juga, akibatnya nanti juga mau makan apa,” keluh Ketua Paguyuban Pedagang Sapi dan Kambing Sumenep, Samauddin, saat dikonfirmasi media ini, Senin (12/7/2021).

Terlebih kata dia, sebentar lagi sudah masuk hari raya Idul Adha. Biasanya, kebutuhan masyarakat dalam sektor jual beli hewan ternak cenderung meningkat bahkan hingga berlipat-lipat dari sebelumnya.

“Ini akan membuat ekonomi kita lesu. Kita lihat saja nanti pas menjelang tellasan (hari raya,red). Lumpuh ini pasti,” kecamnya.

Meski demikian, dirinya tak menampik bahwa apapun yang akan dilakukan oleh mayarakat kecil di bawah untuk bersuara kepada para pemangku kebijakan akan sia-sia.

“Kalau kondisinya sudah kayak gini mau apa pun iya pasti sulit. Namanya juga pemerintah,” singgung dia.

Untuk itu, dirinya berharap agar kebijakan semacam ini segera berakhir dan aktivitas masyarakat akan kembali normal meski diakui hingga saat ini sebaran COVID-19 di Bumi Arya Wiraraja masih tinggi.

“Bingung juga mau gimana ini. Semoga saja toko-toko yang ada juga tidak ditutup, kalau ini sampai terjadi, berarti selesai sudah,” tukasnya.

Diberitakan sebelumnya, pasar hewan di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur untuk sementara waktu ditutup oleh pemerintah. Penutupan akan berlangsung selama masa PPKM Darurat COVID-19 berlangsung.

“Kami bersama Forkopimda Sumenep menutup semua pasar hewan yang ada di Sumenep hingga batas waktu PPKM Darurat termasuk pasar hewan yang ada di pasar Lenteng,” ujar Kapolres Sumenep, AKBP Rahman Wijaya.

“Tidak mungkin pemerintah Kabupaten Sumenep tidak sayang dengan rakyat. Semua ini hanya demi keselamatan dan kesehatan bersama dalam memerangi wabah COVID-19 ini,” tandasnya. (*)

Example 300250
Example 120x600
FOTO: Kemegahan panggung Madura Ethnic Carnival (MEC) 2026 di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Sabtu (19/9/2026) malam.
Budaya

Madura Ethnic Carnival (MEC) 2026 tak sekadar menghadirkan parade busana dan pertunjukan budaya. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Jawa Timur, menjadikan gelaran tersebut sebagai salah satu ruang untuk mempromosikan kekayaan budaya sekaligus mendorong perputaran ekonomi masyarakat. MEC 2026 digelar di kawasan Keraton Sumenep, Sabtu (19/9/2026) malam, dengan mengangkat tema Keraton Sumenep. Sejumlah unsur sejarah dan kebudayaan keraton ditampilkan melalui kostum, parade, hingga pertunjukan seni.

FOTO: Produk UMKM masyarakat Gili Genting, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, diperkenalkan di Yogyakarta, bertempat di Hotel Tentrem Yogyakarta pada 15-17 September 2026, bersamaan dengan pelaksanaan Lokakarya Media 2026. (Panji Agira/wartazone.com)
Bisnis

Produk UMKM masyarakat Gili Genting, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, mendapat ruang untuk diperkenalkan lebih luas dalam Lokakarya Media 2026 SKK Migas-KKKS Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara (Jabanusa). Produk UMKM binaan SKK Migas dan Medco Energi tersebut dipamerkan di Hotel Tentrem Yogyakarta pada 15-17 September 2026, bersamaan dengan pelaksanaan Lokakarya Media 2026.

FOTO: Hasil kerajinan dari Desa Pagerungan Besar, Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep, saat tampil dalam pameran produk UMKM pada Lokakarya Media SKK Migas Jabanusa 2026 di Yogyakarta, Kamis (17/9/2026). (Panji Agira/wartazone.com)
Ekonomi

Produk kerajinan dari Desa Pagerungan Besar, Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep, mendapat kesempatan tampil dalam pameran produk UMKM pada Lokakarya Media SKK Migas Jabanusa 2026 di Yogyakarta, Kamis (17/9/2026). Produk tersebut merupakan hasil karya UMKM Kerajinan Santigi, salah satu mitra binaan Kangean Energy Indonesia (KEI) yang selama ini mendapat pendampingan dalam pengembangan usaha, mulai dari peningkatan kapasitas produksi hingga pemasaran.

FOTO: BPRS Bhakti Sumekar terus mendorong pedagang, pelaku UMKM dan ekonomi kreatif, untuk aktif meningkatkan ekonomi dalam berbagai kegiatan di Kabupaten Sumenep. (Ist/wartazone.com)
Bisnis

Keramaian dalam berbagai kegiatan masyarakat di Kabupaten Sumenep tak hanya menghadirkan hiburan maupun ruang berkumpul. Di balik setiap kegiatan, terdapat aktivitas ekonomi yang melibatkan pedagang, pelaku UMKM, ekonomi kreatif, hingga masyarakat yang menggantungkan pendapatan dari momentum tersebut. Potensi inilah yang dinilai perlu terus dikembangkan agar kegiatan daerah memberikan dampak yang lebih luas bagi perekonomian masyarakat.

FOTO: PT BPRS Bhakti Sumekar (Perseroda) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, kembali meraih KEJAR Award 2026 dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Bisnis

Upaya mendorong kebiasaan menabung dan pemahaman pengelolaan keuangan sejak usia sekolah kembali mendapat apresiasi. PT BPRS Bhakti Sumekar (Perseroda) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, meraih KEJAR Award 2026 dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Penghargaan tersebut diberikan dalam rangkaian puncak peringatan Hari Indonesia Menabung dan Bulan Literasi Keuangan 2026 melalui ajang Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) Award 2026.