Gelar Pamekasan Bersalawat dan Bermunajat, Pemkab Ingatkan Peraturan Perundang-undangan di Bidang Cukai

0 Komentar
Reporter : Sugianto

Caption: Acara Pamekasan Bersalawat dan Bermunajat bersama Riyadlul Jannah Madura, di lapangan Mandhapa Anghung Ronggosukowati Pamekasan.

PAMEKASAN, (WARTA ZONE) – Dalam rangka sosialisasi ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang cukai, Bea Cukai Madura melalui Satpol PP Kabupaten pamekasan menggelar acara Pamekasan Bersalawat dan Bermunajat bersama Riyadlul Jannah Madura.

Kegiatan yang diselenggarakan di Lapangan Mandhapa Anghung Ronggosukowati Pamekasan itu dihadiri Habib Sholeh Mummad Al Faqir dari Yaman, Forkopimda, Forkopimcam, Sekda, BEA Cukai dan SatPol PP Pamekasan.

Dalam sambutannya, Pj Bupati Masrukin melalui Sekretaris Daerah (Sekda) Akhmad Faisol menyampaikan harapan serta doanya agar kabupaten pamekasan tetap aman, kondusif, tentram, dan damai, dengan pendekatan spiritual untuk memohon pertolongan Allah SWT serta syafaat Rasulullah SAW.

Baca Juga:  Struktur Alat Kelengkapan Dewan Sisa Masa Jabatan 2019-2024 Dirombak Total, Berikut Formasi Barunya

“Ikhtiar kinerja kita harus maksimal agar masyarakat pamekasan lebih patuh terhadap undang-undang dan ikhtiar melalui doa atau pendekatan spiritual juga harus lebih dimaksimalkan supaya pamekasan lebih cerah,” ucap Sekda Akhmad Faisol, Rabu (22/11/2023).

“Saya yakin doa kita akan di ijabah olehnya, , dan berharap ikhtiar ini dapat melancarkan pembangunan dan ketentraman bagi masyarakat Pamekasan sehingga Dapat membawa Pamekasan semakin hebat,” imbuhnya.

Dirinya mengajak kepada seluruh masyarakat Kabupaten Pamekasan agar mematuhi perundang undangan tentang cukai sehingga harus melaksanakan ketentuan ketentuan yang berlaku.

Baca Juga:  Bupati Pamekasan Tinjau Finishing Pembangunan Jembatan Layang di Kelurahan Kowel

“Dari hasil cukai yang telah di peroleh maka, pendapatan pemerintah pusat dan Daerah sebagai modal untuk melakukan pembangunan,” terangnya.

Pita cukai, sambung Faisol merupakan dokumen security negara dalam bentuk kertas, sebagai pertanda bahwa rokok tersebut telah dilunasi cukainya.

“Kami berharap kepada masyarakat untuk memanfaatkan rokok yang legal. sebagai warga yang baik akan selalu mematuhi peraturan dan perundang undangan,” pungkasnya. (*)

Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment