Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Daerah

Pria di Jember Dituding Penculik Anak, Dibawa ke Polsek

×

Pria di Jember Dituding Penculik Anak, Dibawa ke Polsek

Sebarkan artikel ini
Pria di Jember Dituding Penculik Anak, Dibawa ke Polsek
Foto: Pria di Jember diduga ODGJ diamankan di Polsek Kencong.
Example 468x60

JEMBER, (WARTA ZONE) – Pria bernama Iing (Sodrun) diduga ODGJ (Orang Dalam Gangguan Jiwa) diamankan anggota Polsek Kencong, Senin (30/1/2023) siang.

Pria yang mengaku berasal dari Jawa Tengah itu dituding akan melakukan penculikan anak di sekitar pemukiman warga Dusun Krajan A, Desa Wonorejo, Kecamatan Kencong, Jember.

Example 300x600

Tudingan itu pun sempat ramai di masyarakat sekitar, bahkan pria yang tampak lusuh dan kotor itu sempat akan jadi bulan-bulanan warga.

“Dari laporan warga dan sudah ramai di lokasi kejadian, kami mengamankan yang bersangkutan. Sebab informasi yang kami terima, ada terduga pelaku penculikan anak sedang beraksi di daerah Desa Wonorejo,” kata Bhabinkamtibmas Desa Wonorejo Polsek kencong Bripka Nurul Hidayat, saat dikonfirmasi sejumlah wartawan.

Namun setelah didalami, kata Nurul, pria diduga penculik anak itu diduga ODGJ.

“Pria itu kami amankan ke mapolsek dan kami interogasi. Dari pemeriksaan diduga ODGJ karena sulit diajak komunikasi, saat ditanya asalnya mana. Ngakunya dari Pasuruan, juga sempat ganti lagi dan terakhir ngakunya dari Jawa Tengah katanya. Tapi untuk keamanan, pria itu masih ada di polsek,” katanya.

Untuk memastikan kondisi pria diduga ODGJ itu, lanjutnya, polisi berkoordinasi dengan dinas terkait.

“Mungkin dengan Dinsos dan petugas medis, untuk memastikan kondisi kesehatan dan nantinya akan dicoba untuk dicari keluarganya,” ujar Nurul.

Lebih lanjut soal dugaan penculik anak, Nurul juga mengimbau masyarakat untuk tidak terpancing informasi tidak benar dan meresahkan.

“Karena kabarnya penculik anak, kami himbau masyarakat untuk tidak terpacing informasi tidak benar. Jika ada informasi tindak kriminal, langsung saja lapor ke kami,” ujarnya.

Dari informasi yang dihimpun wartawan di lokasi kejadian, pria yang diduga ODGJ itu awalnya sedang mengemis di wilayah pemukiman warga.

Pria tersebut mengemis di depan rumah Darlina (42) warga Dusun Krajan A, Desa Wonorejo, Kecamatan Kencong, Jember.

“Jadi pria ini awalnya meminta uang, dan pemilik rumah yang sedang menggendong anaknya, masuk ke dalam rumah bermaksud mengambil uang Rp 5 ribu,” kata Ketua RW setempat Suyanto Adi Putro saat dikonfirmasi terpisah.

Saat menunggu pemilik rumah, kata Suyanto, pria yang diduga ODGJ itu malah ketawa-ketawa tidak jelas dan berteriak.

“Kemudian anak pemilik rumah yang ada di depan rumahnya menangis, dan warga pun berdatangan karena dikira ada penculikan anak itu. Ibunya keluar dan menggendong anaknya,” ujar Suyanto.

Dari sanalah dikira ada penculikan anak. Tapi ternyata tidak benar. Sehingga ia mengimbau warga untuk hati-hati dalam menerima atau menyebarkan informasi.

“Sebab gara-gara ini, juga ramai informasi soal penculikan anak. Jadi kami juga himbau, hati-hati menyebarkan informasi dan dalam menanggapi peristiwa,” tandasnya. (*)

Example 300250
Example 120x600
FOTO: Rapat Kerja (Raker) JMSI Kabupaten Sumenep periode 2026-2027, digelar di RM Ayam Brewok Sakera, Kota Sumenep, Selasa (1/9/2026).
Daerah

Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Kabupaten Sumenep mulai mematangkan strategi untuk memperkuat perusahaan pers anggotanya. Salah satu agenda yang mendapat perhatian utama adalah peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM).

Penguatan SDM tersebut menjadi bagian dari pembahasan Rapat Kerja (Raker) JMSI Kabupaten Sumenep periode 2026-2027 yang digelar di RM Ayam Brewok Sakera, Kota Sumenep, Selasa (1/9/2026).