Lewat Sarasehan, Pelaku Seni Jember Harapkan Regulasi Tepat Soal Perda Seni Budaya

0 Komentar
Reporter : Nur Imatus Safitri
FOTO: Pelaku seni budaya Jember menggelar Sarasehan Seni Budaya yang digelar di Hotel Royal Jember, Sabtu (1/5/2024) petang.

FOTO: Pelaku seni budaya Jember menggelar Sarasehan Seni Budaya yang digelar di Hotel Royal Jember, Sabtu (1/5/2024) petang.

JEMBER, (WARTA ZONE) – Terungkap lewat kegiatan Sarasehan Seni Budaya yang digelar di Hotel Royal Jember, Sabtu (1/5/2024) petang. Para pelaku seni budaya Jember berharap adanya regulasi yang tepat, soal perhatian terhadap Perda Seni Budaya Asli Daerah.

Menurut Pelaku Seni dan Sekretaris Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kabupaten Jember Miftahul Rahman, pentingnya regulasi soal seni budaya nantinya akan mengangkat potensi seni budaya Jember.

Secara tidak langsung, juga meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat lewat sektor pariwisata dan kebudayaan.

“Karena selama ini memang banyak seniman-seniman yang ada di Kabupaten Jember, yang ada di hampir setiap desa. Kami melihat karakteristiknya belum terbangun secara utuh dengan baik. Oleh karena itu tujuan sarasehan ini ingin terus menerus mencoba disamping menggali, merajut seluruh seniman pelaku budaya, pelaku kesenian di Kabupaten Jember. Untuk temukan karakteristik kesenian dan budaya Jember seperti apa. Tentu ya lewat regulasi yang tepat,” kata pria yang juga akrab disapa Cak Memet ini saat dikonfirmasi disela acara sarasehan.

Baca Juga:  Sidang Ketiga Pra Peradilan Korupsi Pemotongan Honor Covid-19 di Jember Hadirkan Tiga Saksi

Dari acara sarasehan yang dihadiri 100 orang komponen pelaku kesenian dan kebudayaan, juga diinisiasi oleh FPK. Diharapkan mendapat perhatian dengan ada regulasi yang tepat.

“Terlebih acara ini juga difasilitasi oleh DPRD Provinsi Jatim. Dimana kebetulan hadir juga anggota DPRD Provinsi Jatim Haji Karimullah ini,” katanya.

“Kami coba ada penguatan (agar) regulasi lewat Perda yang awalnya tampak samar-samar, sebelumnya belum ada komunikasi yang baik. Kita dorong agar ada perda tentang Seni dan Kebudayaan itu,” lanjutnya.

Kata Cak Memet, dengan adanya regulasi yang tepat nantinya lewat Perda. Dapat menjadi payung hukum bagi para pelaku seni dan budaya di Jember ini.

“Sehingga barangkali supporting sistemnya akan lebih mudah dari Pemkab Jember, untuk lebih memberdayakan seni dan budaya di Kabupaten Jember ini. Apalagi hari ini, ternyata Jember memiliki banyak potensi seni,” ulasnya.

Baca Juga:  Tiga Warga Jember Terkonfirmasi Positif Covid-19, Waspadai Varian Baru Omicron

Menanggapi keinginan dari para pelaku seni yang disampaikan lewat acara Sarasehan.

Anggota DPRD Jawa Timur Karimullah mengatakan, pihaknya sudah menangkap keinginan soal regulasi soal seni budaya.

“Setelah kita mendengarkan dari para pelaku, serta sesepuh seni budaya. Ternyata Jember memiliki banyak potensi. Ada keberagaman budaya, dan ada semangat untuk nantinya (dibuat regulasi) sebagai perlindungan untuk seni maupun cagar budaya,” kata Karimullah.

“Dengan selanjutnya dapat diwariskan, menjadi sebuah kesinambungan generasi agar tidak putus. Sehingga bicara regulasi ini sangat tepat. Nantinya apakah (dibahas) oleh eksekutif (Pemkab Jember) ataupun dari (Perda) Inisiatif legislatif. Tergantung kemauan dan politicalwil itu sendiri, mulai dari tingkat desa, daerah, dan di atas,” sambungnya.

Baca Juga:  Hasil Autopsi, Pasutri Meninggal Dalam Rumah Karena Sakit

Menangkap keinginan dari yang disampaikan para pelaku seni dan budaya di Jember. Lebih lanjut kata Karimullah, nantinya akan dilakukan sinergitas agar dapat dirasakan kemanfaatannya.

“Sehingga bisa berdampak pada kesejahteraan pelaku seni ini. Ini harus diseriusi berupa program-program yang disandingkan dengan anggaran. Selanjutnya memberikan kemandirian, lewat kegiatan yang dikondisikan,” ujarnya.

Lebih lanjut, kata pria yang juga Ketua DPD Partai Golkar Jember itu, soal regulasi yang diharapkan tentang seni budaya lewat Perda.

Pihaknya akan mendorong, agar dapat direalisasikan oleh para wakil rakyat yang duduk di kursi parlemen.

“Dengan ada harapan ini, maka kami (sebagai Ketua DPD Golkar Jember), akan mencoba memberikan petunjuk kepada kepanjangan tangan kami lewat fraksi (DPRD Jember). Menangkap harapan dan serapan (informasi) untuk dihimpun dan dirumuskan sebagai prioritas. Apakah sebagai kebutuhan primer maupun sekunder,” tandasnya. (*)

Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment