Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Pemerintahan

Lewat Program DJKI Mendengar, Pemkab Nias Ingin Majukan Ekonomi Masyarakat

×

Lewat Program DJKI Mendengar, Pemkab Nias Ingin Majukan Ekonomi Masyarakat

Sebarkan artikel ini
Lewat Program DJKI Mendengar, Pemkab Nias Ingin Majukan Ekonomi Masyarakat
Foto: Sekretaris Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual, Sucipto saat membuka kegiatan DJKI Mendengar.
Example 468x60

NIAS, (WARTA ZONE) – Kabupaten Nias menjadi daerah pertama di Kepulauan Nias dalam pelaksanaan program Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Mendengar.

Hal itu untuk peningkatan dan penguatan pelayanan publik kekayaan intelektual, bertempat di gedung Howu-howu Desa Lasara Idanoi, Kecamatan Gido, Kabupaten Nias. Jumat (3/2/2023).

Example 300x600

Kegiatan tersebut diselenggarakan sebagai wujud dari implementasi DJKI hadir di tengah-tengah masyarakat.

“Ini untuk meningkatkan pemahaman kepala daerah dan pemangku kepentingan, bahwasanya pentingnya penguatan kekayaan intelektual,” kata Kepala Divisi Pelayanan Hukum dan HAM, Alex Cosmas Pinem di Nias.

Anggota DPR RI Marinus Gea dalam sambutannya mengungkapkan, kegiatan DJKI Mendengar merupakan bukti hadirnya Negara.

“Kehadiran DJKI di Kepulauan Nias merupakan tanda hadirnya Negara di Kepulauan Nias. Kekayaan intelektual tidak hanya di daerah maju, tetapi di seluruh daerah, termasuk di Kepulauan Nias,” sebutnya.

Dikesempatan itu, Marinus mengajak para pelaku ekonomi untuk memusatkan perhatian serta fokus agar dapat memahami apa itu kekayaan intelektual.

“Bagi pelaku UMKM, logo atau merek produk yang dimiliki, bisa mendapatkan perlindungan hukum, dan jika telah mendapatkan sertifikat kekayaan intelektual, maka nilai jualnya bisa naik,” tuturnya.

Diakhir penyampaiannya, pihaknya berharap melalui kegiatan DJKI Mendengar dapat memberikan dampak peningkatan ekonomi.

“Saya berharap kepada para peserta UMKM, serap apa yang disampaikan dan implementasikan. Kepada Kepala Daerah dan juga Kepala Perangkat Daerah untuk mengarahkan, memfasilitasi dan membantu para pelaku UMKM ini,” harap Anggota DPR RI itu.

Sementara itu, Bupati Nias, Ya’atulo Gulo mengucapkan terimakasih kepada Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Nias kami menyambut baik dan mengucapkan terimakasih atas pelaksanaan kegiatan ini,” tuturnya mengawali sambutan.

Ya’atulo mengungkapkan, pihaknya menyadari belum dapat membantu banyak para pelaku ekonomi di Kabupaten Nias.

“Sungguh kami ingin membantu UMKM di Kabupaten Nias, namun karena keterbatasan fiskal, kami hanya dapat melakukan pelatihan-pelatihan,” ungkapnya.

Menyikapi hal tersebut, orang nomor satu di Kabupaten Nias itu mengimbau para perangkat daerah untuk memberdayakan pelaku ekonomi lokal.

“Saya sudah mengimbau para perangkat daerah untuk tetap melibatkan UMKM dalam setiap kegiatannya,” imbuh Bupati Nias.

Mengakhiri sambutannya, Ya’atulo mengungkapkan jika Pemerintah Kabupaten Nias telah mendaftarkan produk lokal yakni Gae Siata, Ohi Kofa dan Duria Balaki.

Sekretaris Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual, Sucipto menjelaskan, pihaknya hadir untuk mendengarkan keluh kesah pelaku ekonomi.

“Mengutip dari Kebijakan Presiden Tahun 2023, perlu adanya penguatan kualitas sumber daya manusia. Program DJKI Mendengar untuk mendengarkan uneg-uneg para pelaku ekonomi,” ujarnya.

Sucipto membuka secara resmi kegiatan DJKI Mendengar yang disambut dengan antusias para pelaku ekonomi.

Adapun yang menjadi narasumber dalam kegiatan DJKI Mendengar yakni Direktur Hak Cipta dan Desain Industri DJKI Anggoro Dasananto, Direktur Merek dan Indikasi Geografis Kurniaman Telaumbanua serta Ketua DPC HIMNI Kota Gunungsitoli Andhika P. Laoly.

Tampak hadir dalam kegiatan tersebut, Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Nias, Pj. Rektor Universitas Nias, para Kepala OPD di lingkup Kabupaten Nias. (*)

Example 300250
Example 120x600
FOTO: Kemegahan panggung Madura Ethnic Carnival (MEC) 2026 di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Sabtu (19/9/2026) malam.
Budaya

Madura Ethnic Carnival (MEC) 2026 tak sekadar menghadirkan parade busana dan pertunjukan budaya. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Jawa Timur, menjadikan gelaran tersebut sebagai salah satu ruang untuk mempromosikan kekayaan budaya sekaligus mendorong perputaran ekonomi masyarakat. MEC 2026 digelar di kawasan Keraton Sumenep, Sabtu (19/9/2026) malam, dengan mengangkat tema Keraton Sumenep. Sejumlah unsur sejarah dan kebudayaan keraton ditampilkan melalui kostum, parade, hingga pertunjukan seni.