Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Peristiwa

Dampak Gempa di Kabupaten Malang, Rumah Seorang Nenek di Jember Ambruk

×

Dampak Gempa di Kabupaten Malang, Rumah Seorang Nenek di Jember Ambruk

Sebarkan artikel ini
Foto: Kondisi rumah Bu Lima, warga Dusun Karanganyar, Desa Klungkung, Kecamatan Sukorambi, Jember, yang dampak dari guncangan gempa bumi.
Foto: Kondisi rumah Bu Lima, warga Dusun Karanganyar, Desa Klungkung, Kecamatan Sukorambi, Jember, yang dampak dari guncangan gempa bumi.
Example 468x60

JEMBER, (WARTA ZONE) – Bencana alam berupa gempa bumi yang terpusat di Kabupaten Malang, Jawa Timur, berkekuatan magnitudo 6,7 skala richter dan kedalaman 25 km, Sabtu (10/4/2021) sekitar pukul 14.00 WIB, terasa hingga ke Kabupaten Jember. Dampaknya rumah seorang nenek mengalami ambruk dan rusak berat.

Diketahui, nenek tersebut bernama Lima umur 93 tahun warga Dusun Karanganyar, Desa Klungkung, Kecamatan Sukorambi. Dengan luas rumah yang berukuran 9×6 rusak berat akibat guncangan gempa bumi.

Example 300x600

Menurut Keponakan Nenek Lima, Sujai mengatakan saat guncangan gempa siang tadi, Nenek Lima berada di dalam rumahnya sendirian.

“Saat guncangan gempa yang pertama masih terasa kecil, mbak saya berlari menyelamatkan Bu Lima yang berada di dalam rumahnya (Bu Lima). Setelah beberapa saat di gendong keluar, rumahnya langsung ambruk,” ucap Suja’i saat dikonfirmasi di lokasi kejadian, Sabtu (10/4/2021).

Saat guncangan gempa semakin keras, rumah Bu Lima langsung ambruk, karena guncangan gempa yang kedua semakin keras, rumah Bu Lima langsung ambruk.

“Alhamdulillah selamat tidak ada korban, tapi rumahnya sudah hancur dan rusak berat. Dan juga ini sedang dibantu bersama warga untuk dibersihkan dan di pilih bahan bangunan yang masih bisa dipakai lagi nantinya. Seperti batu bata, genteng-genteng dan kayu,” lanjutnya.

“Kebetulan saya keponakannya yang tinggal serumah dengan Bu Lima sejak kecil. Kami bersaudara ada lima orang, tapi sudah meninggal semua. Tinggal Bu Lima sendiri di rumah ini. Semoga nantinya ada bantuan,” sambungnya.

Terpisah, Plt. Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Jember Penta Satria menyampaikan, terkait dampak gempang yang berpusat di Kabupaten Malang. Data dampak kerusakan yang ada di wilayah Kabupaten Jember masih terus di update (diperbaharui).

“Dari data yang dihimpun untuk kerusakan di Kabupaten Jember, per pukul 4 sore tercatat ada 1 rumah rusak berat, 7 rumah rusak sedang, 6 rumah rusak ringan, dan 1 Masjid rusak sedang,” paparnya.

“Untuk korban akibat gempa bumi itu, ada 2 warga yang terluka, Yakni Satrani umur 50 tahun warga Dusun Kaliputih, Desa Sumber bulus, Kecamatan Ledokombo, luka pada bagian kepala karena kejatuhan pohon pinus. Kemudian satu lagi korban luka ringan pada bagian lengan sebelah kiri, Ibu Sutihah umur 80 tahun, warga Dusun Karanganyar, Desa Klungkung, Kecamatan Sukorambi,” jelasnya.

Selanjutnya, untuk data masih terus di perbaharui oleh Tim BPBD Kabupaten Jember. nantinya masih akan terus dipantau. (*)

Example 300250
Example 120x600
FOTO: Doa bersama untuk lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang kontak di perairan sekitar Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda, kegiatan dipimpin Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Seblak, Diwek, Jombang, Gus Bahar, dan dihadiri Ketua PWI Jawa Timur Lutfil Hakim bersama sejumlah pengurus. (Ist/wartazone.com)
Nasional

Harapan agar lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang kontak di perairan sekitar Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda, terus dipanjatkan. Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur menggelar doa bersama sebagai bentuk dukungan moral sekaligus ikhtiar batin di tengah pencarian yang memasuki hari keempat.