Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Pemerintahan

Istimewa, Bupati Sumenep Dapat Panggilan ‘Gus Fauzi’ dari Ketua PCNU

×

Istimewa, Bupati Sumenep Dapat Panggilan ‘Gus Fauzi’ dari Ketua PCNU

Sebarkan artikel ini
BERBAUR: Bupati Sumenep, Achmad Fauzi saat sambutan dalam acara Silaturahim dan Buka Puasa Bersama di Kantor PCNU Sumenep (Foto: Dok. WARTA ZONE)
BERBAUR: Bupati Sumenep, Achmad Fauzi saat sambutan dalam acara Silaturahim dan Buka Puasa Bersama di Kantor PCNU Sumenep (Foto: Dok. WARTA ZONE)
Example 468x60

SUMENEP, (WARTA ZONE) – Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep, Madura, Jawa Timur, Kiai A. Pandji Taufiq menyapa Bupati Achmad Fauzi dengan sebutan ‘Gus Fauzi’.

Sebutan ‘Gus’ untuk Bupati Sumenep itu disampaikan Kiai Pandji saat mengawali sambutannya dalam acara Silaturahim dan Buka Puasa Bersama di Kantor PCNU Sumenep, Selasa (11/5/2021).

Example 300x600

“Mulai 2020 bupatinya dipanggil ‘Gus Fauzi’ karena selama ini dari kalangan kiai,” kata Kiai Pandji.

Salah satu alasan Kiai Pandji Taufik menyebut ‘Gus Fauzi’ karena selama berapa bulan sejak dilantik Fauzi menunjukkan kedekatannya dengan para ulama dan NU. Ia datang ke PCNU menemui Rais Syuriah dan Ketua Tanfidziyah.

Selain mendapat panggilan istimewa itu, Kiai Pandji juga menyampaikan keinginan besar warga Nahdliyyin di Kota Keris untuk segera membangun rumah sakit.

“Saat pelantikan, kami sudah sampaikan soal keinginan warga NU untuk memiliki RSI NU kepada Bupati Sumenep,” ucapnya.

Sementara berkaitan dengan sektor pertanian, Kiai Pandji berharap ke depan Bupati ‘Gus Fauzi’ lebih memperhatikan nasib petani. Sebab, mata pencaharian warga kabupaten berjuluk Kuda terbang 80% adalah petani.

“Harapan kami pemerintah bisa menjamin ketersedian pupuk yang mereka butuhkan,” harap dia.

Menanggapi soal keinginan warga NU agar segera memiliki rumah sakit, Bupati Fauzi mengaku bahwa, pihaknya telah melakukan persiapan-persiapan. Salah satu diantaranya adalah mengupayakan anggaran.

“Kami telah menggambar sketsa RSI NU tersebut. Kemudian itu akan dibahas untuk diupayakan dapat anggaran,” ujarnya.

Untuk itu, ‘Gus Fauzi’ meminta Ketua DPRD Sumenep yang juga hadir dalam kesempatan tersebut agar ikut mengawal. Khususnya soal anggaran.

“Agar bisa segara realisasikan, insya Allah untuk anggarannya nanti akan kami upayakan,” tegas politisi muda ini. (*)

Example 300250
Example 120x600
FOTO: Kemegahan panggung Madura Ethnic Carnival (MEC) 2026 di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Sabtu (19/9/2026) malam.
Budaya

Madura Ethnic Carnival (MEC) 2026 tak sekadar menghadirkan parade busana dan pertunjukan budaya. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Jawa Timur, menjadikan gelaran tersebut sebagai salah satu ruang untuk mempromosikan kekayaan budaya sekaligus mendorong perputaran ekonomi masyarakat. MEC 2026 digelar di kawasan Keraton Sumenep, Sabtu (19/9/2026) malam, dengan mengangkat tema Keraton Sumenep. Sejumlah unsur sejarah dan kebudayaan keraton ditampilkan melalui kostum, parade, hingga pertunjukan seni.