Musda IV KAHMI Lumajang, Terpilih Lima Presidium dari Berbagai Latar Belakang

0 Komentar
Reporter : Efendi Moerdiono
Musda IV KAHMI Lumajang, Terpilih Lima Presidium dari Berbagai Latar Belakang

Foto: Kegiatan Musda KAHMI Lumajang, bertempat di salah satu warung makan di Kecamatan Sumbersuko. Sabtu (14 Januari 2023).

LUMAJANG, (WARTA ZONE) – Digelarnya Musyawarah Daerah (Musda) KAHMI Lumajang, Jawa Timur, bertempat di salah satu warung makan di Kecamatan Sumbersuko. Sabtu (14 Januari 2023), menghasilkan lima presidium Majelis Daerah.

Mereka adalah Doktor Mudhoffar Akademisi, Syamsudin Nabilah (kalangan profesional/ pemilik media), Reza Hadi (anggota DPRD Lumajang/politisi), Syamsul Nurul Huda (Birokrat) dan M. Toyib (Kemenag).

Dijelaskan Syamsudin Nabila, dengan terpilihnya pengurus baru langsung dilanjutkan dengan persiapan pelantikan yang rencananya akan menghadirkan Ketua PBNU dan tokoh nasional.

Baca Juga:  Jenazah WNI Sri Mindari Tiba di Rumah Duka, Polda Jatim Kawal Hingga Pemakaman Usai

“Setelah ini, presidium KAHMI Lumajang terpilih menyusun kepengurusan periode 2023-2028 dan persiapan pelantikan. Dilanjutkan dengan rapat kerja setelah pelantikan. Rencananya, pelantikan mengundang Ketua PBNU dan tokoh nasional lainnya,” kata alumni D3 Sastra Inggris Universitas Jember, Sabtu (14/01/2023).

Sementara itu Wakil Bupati Lumajang Indah Amperawati yang berupakan warga kehormatan KAHMI dalam sambutannya berharap bila ingin berpartisipasi dalam pemerintahan pengurus dalam setahun dapat menuangkan ide-idenya.

“Untuk mendukung Kabupaten Lumajang lebih baik coba setahun sekali buat ide-ide pokok-pokok pikiran untuk pemerintah kepada KAHMI untuk HMI untuk berdemolah,” ucap alumni fakultas pertanian Universitas Jember.

Baca Juga:  Bantu Warga Terdampak Erupsi Gunung Semeru, Polres Lumajang Dirikan Posko dan Dapur Umum

Adik kandung mantan Bupati Lumajang Dr. H. Sjahrazad Masdar ini meminta KAHMI dan HMI menjaga dari huruf belakang tersebut karena punya makna besar dan menyangkut syarat agar menjaga dengan baik dan jauhilah apa yang menjadi larangan.

“KAHMI ada lima huruf dan HMI ada tiga huruf mana huruf yang kita paling kita jaga, ialah yang “I” opo iku Islam, jaga syarat Islam agar meninggal ajaran yang dilarang Islam,” pungkasnya. (*)

Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment