Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Peristiwa

Peristiwa Ibu di Jember Gantung Diri dan 2 Anak Tewas, Kapolres: depresi sejak 2018

×

Peristiwa Ibu di Jember Gantung Diri dan 2 Anak Tewas, Kapolres: depresi sejak 2018

Sebarkan artikel ini
Foto: Situasi di rumah korban yang tewas gantung diri di sekitar Jalan Kepodang II, Lingkungan Krajan, Kelurahan Bintoro, Kecamatan Patrang, Jember.
Example 468x60

JEMBER, (WARTA ZONE) – Kejadian seorang ibu tewas dengan tergantung diri dengan tali tampar plastik dan juga ditemukan dua anak meninggal di atas kasur. Menghebohkan warga sekitar Jalan Kepodang II, Lingkungan Krajan, Kelurahan Bintoro, Kecamatan Patrang, Jember, Sabtu (17/6/2023).

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 1 dini hari. Korban diketahui bernama Khusnul Hotimah (31), sedangkan dua anaknya bernama Lina Ayunindhiya (7) dan Arsakha Virendra Shafwan (8 bulan). Korban adalah anak pertama dan ketiga, pasutri Agus Riyadi (36) dengan Khusnul.

Example 300x600

Dari penyelidikan polisi, diketahui korban seorang ibu itu pernah menjalani perawatan medis akibat depresi, dan proses pengobatan dilakukan sejak tahun 2018 lalu.

“Keterangan yang disampaikan dari suami, sejak tahun 2018 kemarin istrinya mengalami depresi, halusinasi, dan juga kadang mendengat suara-suara bisikan yang tidak jelas atau gaib. Namun saat itu, sudah dilakukan pemeriksaan dan pengobatan berjalan di RSUD dr. Soebandi Jember,” kata Kapolres Jember AKBP Moh. Nurhidayat saat dikonfirmasi di mapolres, Sabtu (17/6/2023).

Namun demikian, lanjut Nurhidayat, karena keterbatasan biaya, pengobatan dan perawatan terhadap ibu korban ini terhenti.

“Dari kejadian ini, berdasarkan informasi dari pemerintah kelurahan setempat. Didapati informasi, pengobatan (untuk depresi) sang ibu juga sempat terhenti sekitar bulan Mei kemarin. Jadi kaitan BPJSnya,” ungkap Nurhidayat.

“Sehingga dari kejadian ini, akan menjadi pengalaman dan mencari solusi. Jikalau ada persoalan yang sama pemerintah daerah setempat nantinya dapat membantu untuk pengobatan,” lanjut mantan Kapolres Jombang ini.

Sebagai tambahan informasi, kata Nurhidayat, dari keterangan yang disampaikan suaminya. Sang istri juga pernah melakukan upaya bunuh diri bersama kedua anaknya.

“Terhadap anaknya atau (dianggap) melakukan kekerasan fisik pada anak. Hal itu berulang kali, tapi beruntung tindakan itu berhasil dicegah (keluarga),” ujarnya.

Dari proses lidik kasus, Nurhidayat menambahkan, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti.

“Untuk barang bukti yang diamankan, ada dua tali tampar (plastik) masing-masing sepanjang kurang lebih 1,8 meter. Satu yang posisi menggantung tubuh korban ibunya. Satu lagi yang tergeletak di lantai. Menurut keterangan dari suaminya, tali tampar itu untuk jemuran yang dipakai di belakang rumah,” ulasnya.

Perlu diketahui, sebelumnya diberitakan seorang ibu bernama Khusnul Hotimah (31), sedangkan dua anaknya bernama Lina Ayunindhiya (7) dan Arsakha Virendra Shafwan (8 bulan).

Ditemukan dalam kondisi meninggal di dalam kamarnya. Sang ibu meninggal dengan posisi tergantung tali di kusen pintu kamarnya, sedangkan dua anaknya meninggal dengan posisi terbaring di atas kasur.

Dalam proses lidik sementara yang dilakukan polisi, ditemukan luka pada tubuh kedua anak korban. Yakni luka bekas jeratan tali dan lebam. Namun terkait motif dan penyebab meninggalnya dua anak ini masih dalam proses lidik.

Dari informasi yang didapat di lokasi kejadian, sekitar pukul 12.30 WIB jenazah para korban diantar ke rumah duka. Kemudian direncanakan sekitar pukul 14.00 WIB, akan dilakukan pemakaman terhadap para korban. (*)

Example 300250
Example 120x600
FOTO: Doa bersama untuk lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang kontak di perairan sekitar Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda, kegiatan dipimpin Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Seblak, Diwek, Jombang, Gus Bahar, dan dihadiri Ketua PWI Jawa Timur Lutfil Hakim bersama sejumlah pengurus. (Ist/wartazone.com)
Nasional

Harapan agar lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang kontak di perairan sekitar Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda, terus dipanjatkan. Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur menggelar doa bersama sebagai bentuk dukungan moral sekaligus ikhtiar batin di tengah pencarian yang memasuki hari keempat.