Unik, Pocong Pikul Keranda Kampanyekan Pencegahan COVID-19 di Jember

0 Komentar
Reporter : Nur Imatus Safitri
KOMPAK: Tim Satgas COVID-19 Jember saat kampanye di Jalan Gajah Mada Kecamatan Kaliwates (Foto: Nur Imatus Safitri)

KOMPAK: Tim Satgas COVID-19 Jember saat kampanye di Jalan Gajah Mada Kecamatan Kaliwates (Foto: Nur Imatus Safitri)

JEMBER, (WARTA ZONE) – Tim Satuan Gugus Tugas (Satgas) Pencegahan dan Penanganan COVID-19 di Kabupaten Jember, Jawa Timur berkampanye dengan cara unik.

Mereka kompak mengenakan kain kafan mirip pocong kemudian memikul keranda mayat di sekitar simpang empat kawasan Argopuro, Jalan Gajah Mada, Kecamatan Kaliwates.

Diketahui, kampanye itu dilakukan oleh anggota polisi, TNI dan unsur Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat sambil membentangkan banner berukuran 1,5 X 6 meter bertulis ‘Kampanye Cegah Covid-19 Dengan Disiplin Protokol Kesehatan di Wilayah Kabupaten Jember’.

Baca Juga:  Kemandirian NU Lewat BUMNU, Pertama di Jember Bagian dari 250 se Indonesia

“Kami mengimbau kepada masyarakat Jember untuk selalu menerapkan 5M dalam setiap aktivitasnya di luar rumah,” ucap Kanit Dikyasa Polres Jember, Iptu Heru Siswanto saat dikonfirmasi sejumlah wartawan, Sabtu (22/5/2021).

Dalam kegiatan kampanye seperti itu, lanjut Heru, juga berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Jember terkait sosialisasi adanya wabah virus asal Kota Wuhan, Cina.

“Selain itu, kami juga melakukan kegiatan operasi masker, dan ada sejumlah masyarakat yang mendapat teguran karena tidak menggunakan masker. Dan juga kami membagikan masker kepada masyarakat yang belum menggunakan masker untuk antisipasi terhadap COVID-19,” tambah dia.

Baca Juga:  Peristiwa Ibu di Jember Gantung Diri dan 2 Anak Tewas, Kapolres: depresi sejak 2018

Sementara itu, perwakilan dari Dinkes Jember, dr. Isna juga turut mengimbau masyarakat untuk selalu menerapkan 5M agar tidak terjadi kerumunan.

“Masyarakat harus selalu memakai masker, menjaga jarak 1,5 meter, kemudian juga hindari kerumunan dan juga mencuci tangan. Dan kurangi mobilitas jika tidak terlalu penting,” ujarnya.

Meski angka COVID-19 selama sepekan ini masih terpantau landai, kata dia, masyarakat diminta agar tetap tidak lengah. “Meskipun angka COVID-19 selama sepekan usai lebaran masih landai,” sebutnya.

“Tapi, bisa terjadi lonjakan di seminggu ke depannya. Karena mengingat virus ini akan bereaksi pada tubuh setelah 2 minggu. Mengingat adanya tradisi masyarakat yang masih berkunjung masih tetap dilakukan. Meskipun sudah ada larangan dari pemerintah,” pungkasnya. (*)

Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment