Jangan Sampai Guru Positif COVID, Disdik Sumenep: Jika Terjadi Sekolah Akan Ditutup

0 Komentar
Reporter : Abd. Wakid
BERKOPIAH: Plt Kepala Dinas Pendidikan Sumenep, Moh. Iksan, saat ditemui beberapa waktu lalu (Foto: Abd Wakid)

BERKOPIAH: Plt Kepala Dinas Pendidikan Sumenep, Moh. Iksan, saat ditemui beberapa waktu lalu (Foto: Abd Wakid)

SUMENEP, (WARTA ZONE) — Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur akan menutup lembaga pendidikan apabila guru atau pengajarnya dinyatakan terkonfirmasi COVID-19.

Hal ini menyusul kebijakan yang dikeluarkan oleh dinas yang beralamat di Jalan Dr Cipto Kota Sumenep tentang pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM).

“Jadi apabila ada guru yang sakit kemudian dinyatakan terkonfirmasi positif, maka harus istirahat di rumah mengikuti aturan protokol kesehatan,” tegas Plt Disdik Sumenep, Moh. Iksan, Selasa (26/1/2021).

“Kalau guru yang bersangkutan masih memaksa masuk, maka kami akan lock down (tutup,red) sekolah tersebut,” imbuhnya.

Baca Juga:  Soal Gaji Guru PPPK, Kepala Dinas Pendidikan Sumenep Janji Percepat Administrasi Penunjang

Untuk itu, pihaknya berharap kepada seluruh pendidikan di bawah naungan dinas pendidikan agar benar-benar menerapkan protokol kesehatan (Prokes) dengan ketat.

“Jadi, kami harap ini dikerjakan maksimal. Jangan sampai ada yang tidak melaksanakan,” pintanya.

Sementara untuk anak didik, lanjut Iksan, jika ada yang sakit atau mengeluh terkait dengan persoalan kelanjutan PTM, maka diimbau untuk belajar dari rumah.

“Jangan masuk dulu ke sekolah. Biar nanti gurunya yang datang memberikan materi atau bisa mengakses lewat media sosial,” ucapnya.

Baca Juga:  Disdik Sumenep Targetkan Sosialisasi SIPLah Maksimal

Pria yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Sosial Sumenep ini menambahkan, pihaknya akan terus melakukan evaluasi sistem PTM terbatas setiap bulan untuk memastikan lembaga pendidikan di Kota Sumekar bebas dari sebaran virus yang muncul pertama di Kota Wuhan, Cina.

“Jika nantinya PTM terbatas ini bisa menyebabkan kasus terkonfirmasi COVID-19 makin banyak, maka kita akan laksanakan PJJ kembali,” tandasnya. (*)

Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment